Produsen sepeda Italia, Wilier-Triestina, merilis senjata terbaru mereka untuk bertarung di dua front. Pertama, bersaing di arena lomba bersama Tim Direct Energie, khususnya di Tour de France. Kedua, bersaing di pasar superbike yang makin sengit, melawan produsen-produsen top lain dari berbagai negara.

Sepeda baru itu bernama Wilier Zero SLR. Diposisikan sebagai superbike untuk para kambing gunung alias climber, sepeda ini mengikuti berbagai tren terbaru. Misalnya, sepeda ini khusus menggunakan disc brake. Kokpitnya integrated. Plus memiliki beberapa sentuhan aero. Seperti pada seatpost dan beberapa bagian frame.

Kali terakhir Wilier merilis sepeda climber adalah tiga tahun lalu, pada 2016. Waktu itu, mereka sempat bikin heboh dengan Wilier Zero.6, frame yang diklaim memiliki bobot kurang dari 700 gram.

Menariknya, Wilier Zero SLR tidak lagi mengejar status paling ringan. Bahkan, frame baru ini diklaim berbobot 780 gram, sedikit lebih berat dari Zero.6.

Namun, dengan sedikit penambahan bobot itu, Wilier mengklaim telah menghasilkan frame yang lebih garang di tanjakan. Rasio berat dan stiffness-nya diklaim meningkat 24 persen.

Bersama pabrik rekanan Wilier di Asia, mereka menggunakan material khusus untuk mendapatkan karakter frame lebih baik. Yaitu pemakaian Liquid Crystal Polymer (LCP), yang ikut menunjang stiffness sekaligus membantu meredam getaran.

Menurut Wilier, persaingan memproduksi sepeda ringan semakin sulit. “Akan selalu ada permintaan pasar untuk sepeda ringan, aero atau bukan. Sekarang ini semakin menantang, karena kehadiran disc brake yang menambah bobot keseluruhan sepeda,” kata Claudio Salomoni, product manager Wilier.

Bagi yang berminat, ada sedikit warning. Wilier benar-benar memposisikan Zero SLR sebagai sepeda super. Bukan untuk yang paspasan. Frame ini hanya mau dipasangi grupset elektronik, seperti Dura-Ace Di2 atau SRAM eTap.

Sedangkan yang lebih suka sepeda lebih “berotot” atau aero, Wilier juga punya Cento10Pro. Di Tour de France nanti, para pembalap Direct Energie akan bergantian memakai dua sepeda ini. Cento10Pro untuk etape-etape datar atau rolling, Zero SLR untuk di pegunungan. (mainsepeda)

Foto: Wilier.com

Populer

Tour de Romandie 2026-Etape 2: Pogacar Tak Terbendung, Rebut Kemenangan Beruntun
Bakal Debut di Bromo KOM 2026, Puluhan Cyclist Asal Kupang Mulai Persiapkan Fisik dan Strategi
Tour de Romandie 2026-Etape 1: Pogacar Rebut Jersey Kuning Lewat Aksi Sprint Langka
Bromo KOM 2026: Kategori Polri/TNI Kini Dibagi Berdasarkan Kelompok Umur
Tour de Romandie 2026: Dorian Godon Mengalahkan Tadej Pogacar di Etape Pembuka
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Pogacar Cetak "Quattrick" di Liege-Bastogne-Liege, Mendekati Rekor Eddy Merckx
Tour de Romandie 2026: Menjalani Debut, Pogacar Berubah ke Mode Pemburu GC
Bentang Jawa 2025: 181 Peserta, 47 DNF, Rekor 119 Finisher!
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam