Dedikasi dan komitmen itu yang jadi semangat Rony Gandawijaya. Peserta Herbana Bromo KOM Challenge ini mempunyai cerita dalam menaklukkan tanjakan setinggi 2.000 meter menuju Wonokitri, Bromo tanggal 16 Maret lalu itu.

“Bromo KOM Challenge, even yang harus saya ikuti dan tuntaskan. Sejak pembukaan early bird langsung daftar. Saya mendaftarkan diri ikut kelas Competitive Men Age Category 40-44,” buka pria asal Sukabumi ini.

Semua persiapan sudah dilakukan, latihan cukup, asupan makanan juga cukup. Tiba hari H even, Rony sangat excited. Tekad sudah bulat, harus lulus sampai Wonokitri, Bromo berapapun waktunya! Start dari Lapangan Makodam Surabaya tidak ada masalah berarti hingga GOR Untung Suropati Pasuruan.

Selepas dari GOR Untung Suropati dan masuk titik start KOM dan mulai menanjak ke Wonokitri. Semuanya lancar, Rony mengayuh Cervelo S5-nya dan mainkan komposisi gir 52-36 depan dan 11-28 di belakang.

Apes, selepas pertigaan Tosari yang mana hanya tersisa 2,5 km hingga finis dan ada sedikit turunan, Rony memindahkan gir belakang, eh ternyata malah membuat RD (Rear Derailleur) hanger putus.

Tidak ada jalan lain, tidak mungkin menunggu mekanik di tengah hutan seperti itu. Rony spontan lepas sepatu dan lari sambil menggiring sepeda hingga garis finis.

Tidak disangka, ada beberapa cyclist merekam menggunakan kamera smartphone dan akhirnya viral. Tidak ada keinginan apapun, pikiran Rony hanya satu, harus mencapai finis dapat medali keren itu demi Rika Kristiani, sang istri yang mendukung penuh Rony untuk gowes. Juga Wawan NCC yang tak pernah putus memberi dukungan moral. Dan RS Team atas support sepeda.

Setelah melihat data timing, tercatat 1 jam 50 menit dan 40 detik menempuh jarak 25 km dari start KOM hingga Wonokitri, Bromo. "Tidak jelek, kan? Mengingat ini even pertama saya dan dikombinasi dengan sedikit running. Wkwkwk….!" tutupnya. (mainsepeda)

 


COMMENTS