KAI Ngebel KOM 2026 yang digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026, menjadi panggung pembuktian bagi para cyclist belia. Sebab, untuk kali pertama, Mainsepeda membuka kategori baru. Yakni Age 21 and Under.  

Di antara para peserta yang menaklukkan tanjakan tersebut, terdapat nama Nadira Dzakiyya Oktavie. Pembalap asal Kabupaten Jombang itu mencuri perhatian setelah finis di posisi kedua kategori Women Age 21 and Under.

Hasil tersebut terasa spesial karena Nadira, yang akrab disapa Ovie, baru berusia 13 tahun 283 hari. Dia menjadi peserta termuda yang berhasil naik podium di seluruh gelaran KAI Ngebel KOM 2026.

Bersaing dengan para cyclist yang usianya lebih matang, Ovie mampu menaklukkan tantangan rute menuju Telaga Ngebel dan membawa pulang pengalaman berharga dari debutnya di ajang tersebut. "Senang, rasanya enggak nyangka aja bisa dapat podium," ujar Ovie setelah lomba.

Baca Juga: Muda Berbahaya: Fariz dan Kamila jadi Prince dan Princess of Mountain KAI Ngebel KOM 2026

Baca Juga: Cyclist Kategori Age 21 and Under Semangat Debut di KAI Ngebel KOM, Siap Berebut Podium!

Termotivasi Sapi Kurban


Nadira Dyakiyya Oktavie (empat dari kiri) berdiri di podium Women Age 21 and Under KAI Bromo KOM 2026, 1 Agustus 2026. Paling kecil di antara juara lain.

Perjalanan Ovie di dunia balap sepeda sebenarnya belum berlangsung terlalu lama. Dia mulai mengenal olahraga tersebut pada 2023, saat usianya masih 11 tahun.

Ketertarikan itu berawal dari sang ayah, Anton Eko Y, yang sejak lama memiliki hobi bersepeda. Dari sekadar mencoba, Ovie kemudian menemukan bahwa olahraga tersebut menjadi sesuatu yang dia nikmati.

"Papah itu dari dulu suka banget sama sepedaan. Akhirnya saya coba-coba, ternyata seru," cerita Ovi. Rasa suka tersebut perlahan berkembang menjadi keseriusan. Tidak lama setelah mengenal sepeda, Nadira mulai mengikuti kompetisi pertamanya di kejuaraan tingkat kabupaten di Jombang.

Debut tersebut langsung memberikan hasil positif. Ovie berhasil meraih podium ketiga dalam perlombaan pertamanya, sebuah pencapaian yang semakin membuatnya termotivasi untuk menekuni balap sepeda.

Ada sebuah momentum yang membuat Ovie semakin serius latihan sepeda. Ketika Anton sekeluarga sedang bepergian keluar kota, kendaraan mereka menyalip sebuah truk sapi. Ovie, yang saat itu masih SD, sangat tertarik melihat sapi.

Baca Juga: Kategori Men Elite KAI Ngebel KOM 2026 Superseru, Imam Arifin Kalahkan Noufal Setengah Roda

Baca Juga: Women Elite KAI Ngebel KOM 2026: Maghfirotika Ratu Tanjakan, Crismonita Kram Jelang Finis

"Kami jelaskan, itu sapi buat kurban. Karena waktu itu memang mendekati hari raya kurban," jelas Titien Agustina sang bunda. Titien dan Anton lantas menjelaskan soal konsep kurban. Bahwa umat muslim yang mampu disunahkan buat berkurban sapi atau kambing. Sebagai penyempurna keimanan.

Tanpa diduga, mendengar cerita itu, Ovie langsung kepingin berkurban. "Ya kami bilangin, 'Makanya kamu ikut lomba aja. Kalau menang, kan bisa nabung buat beli kurban," ungkap .... Sejak itulah, Ovie benar-benar mendedikasikan waktu dan tenaga untuk berlatih sepeda secara intens. Di samping tetap mengikuti kegiatan sekolah.

Bangun Subuh demi Mimpi Besar

Di balik pencapaiannya di KAI Ngebel KOM 2026, ada rutinitas disiplin yang harus dijalani Ovi. Sebagai pelajar, dia harus pintar membagi waktu antara sekolah dan latihan. Setiap pagi, Nadira terbiasa bangun sekitar pukul 04.00 untuk melakukan latihan ringan sebelum sekolah. Sore, setelah pulang sekolah, dia kembali melanjutkan latihan.

"Kalau pagi itu biasanya latihan di rumah. Nge-roll sepeda sekitar satu jam atau 30 menit," ungkap Ovi. "Sorenya baru latihan ride," lanjut runner up Banyuwangi Criterium League 2026 itu.

Konsistensi menjadi bagian penting dalam persiapannya menghadapi KAI Ngebel KOM. Selain latihan fisik, Nadira juga mendapat arahan dari pelatih untuk menjaga mental saat perlombaan.

Baca Juga: Persaingan Men Elite Sengit, Runner-Up Bromo KOM Ingin Cetak Sejarah

Baca Juga: Jajal Rute Duluan, Peserta Ngebel KOM 2026 Matangkan Persiapan Jelang Race Day


Nadira Dzakiyya Oktavie ketika meluncur di jalanan Madiun-Ponorogo KAI Ngebel KOM 2026. Ini adalah buah latihan selama dua tahun.

Menurutnya, pelatih meminta dirinya untuk tidak terlalu terbebani dengan status pertandingan. Alih-alih memikirkan kemenangan, Nadira diminta menikmati proses seperti saat menjalani latihan.

"Coach bilang harus santai saja. Jangan dianggap sedang lomba, tapi anggap seperti latihan. Kalau terlalu mikirin menang atau tidak, nanti malah nervous," tutur dia.

Nasihat tersebut membantunya tampil lebih tenang saat menghadapi tanjakan Ngebel. Hasilnya, Ovie mampu finis sebagai runner-up Women Under-21 dengan catatan waktu 47 menit 57 detik. Sekaligus mencatatkan namanya sebagai peserta termuda yang naik podium.

Di balik keberhasilannya, Nadira menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang selalu mendukung perjalanannya. "Yang pasti pelatih, karena bisa membuat saya kuat sampai sekarang. Kedua orang tua juga," ujarnya.

Podium di KAI Ngebel KOM menjadi langkah baru bagi Nadira. Dengan usia yang masih sangat muda, ia masih memiliki perjalanan panjang untuk terus berkembang dan mengejar prestasi di dunia balap sepeda.

KAI Ngebel KOM 2026 sendiri menghadirkan tantangan yang lumayan seru buat cyclist. Jangankan pembalap muda seperti Ovi. Buat para cyclist yang lebih berpengalaman pun, tanjakan Ngebel cukup menguji fisik dan mental.

Mengambil titik start di halaman Kantor KAI Daop 7 Madiun, peserta harus menempuh perjalanan sejauh 75,5 km menuju Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Mereka menghadapi segmen KOM Challenge sepanjang 15 kilometer dari kawasan Mlilir hingga garis finis di area PLTA Ngebel. (Mainsepeda)

Populer

KAI Ngebel KOM 2026: Ramah buat Pemula, Peserta Langsung Nge-Boom
Kategori Men Elite KAI Ngebel KOM 2026 Superseru, M Imam Arifin Kalahkan Noufal Setengah Roda!
Women Elite KAI Ngebel KOM 2026: Maghfirotika Ratu Tanjakan, Crismonita Kram Jelang Finis
Rekor Baru di Clasica de San Sebastian, Remco Evenepoel Raih Gelar Keempat
Persaingan Men Elite KAI Ngebel KOM 2026 Sengit, Runner-Up Bromo KOM Ingin Cetak Sejarah
Muda Berbahaya! Fariz dan Kamila Jadi Prince dan Princess of the Mountain KAI Ngebel KOM 2026
7 Asupan Carbo Loading Khas Madiun yang Wajib Dicoba buat Peserta KAI Ngebel KOM 2026
Cerita Peserta KAI Ngebel KOM ke Madiun Naik Kereta Api, Gerbong Khusus Sepeda Praktis dan Htmat
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Baru 13 Tahun, Nadira Jadi Peraih Podium Termuda KAI Ngebel KOM 2026