SRI YUYUM SARI baru saja sukses menaklukkan Bromo KOM 2026, event yang dianggap "naik hajinya para cyclist" pada 6 Juni lalu. Itu rupanya membuat Yuyum ketagihan. Cyclist asal Batam ini kini langsung membidik tantangan baru: KAI Ngebel KOM 2026 yang dijadwalkan bergulir 1 Agustus 2026 mendatang.
Namun, kali ini Yuyum tidak akan sendirian berjuang menaklukkan tanjakan menuju Danau Ngebel, Ponorogo. Bunda berusia 51 tahun itu berhasil merayu anak lelakinya, Kenny Wijaya, untuk ikut debut di ajang balap menanjak (climbing) besutan Mainsepeda tersebut.
Kolaborasi ibu dan anak itu dipastikan bakal menjadi bumbu menarik di KAI Ngebel KOM 2026. Yuyum akan turun di kategori Women 45 and Up. Sementara sang putra bakal bersaing di kategori Men 22-29.
Bagi Yuyum, momen itu bukan sekadar urusan adu kayuhan pedagogis di atas aspal. Melainkan momen family time yang langka. "KAI Ngebel KOM 2026 ini akan menjadi debut sekaligus 'me time' buat kami berdua. Ia (Kenny) pengen dampingin aku," ungkap Yuyum dengan nada semringah.
Baca Juga: Rela Repot Demi Seru, 20 Cyclist Matador Siap Invasi KAI Ngebel KOM 2026
Baca Juga: Belum Puas di Bromo KOM, 3 Cyclist Buru Penebusan di Ngebel KOM 2026
Jika kebanyakan ibu-ibu menghabiskan waktu luang di pusat perbelanjaan, Yuyum justru sebaliknya. Karakter tangguhnya di atas sadel sudah terbentuk sejak lama. Dia sudah aktif di dunia sepeda sejak tahun 2013, berawal dari komunitas sepeda gunung (MTB) yang kerap keluar-masuk hutan di Batam.
"Iya, saya memang suka sepeda dari dulu. Emak-emak yang satu ini beda, lebih suka masuk hutan daripada masuk mal," canda Yuyum, lantas tertawa.
Darah gowes itu pula yang kemudian menular kepada Kenny. Sang anak sempat mengikuti jejak ibunya, tapi ia langsung merambah ke sepeda road bike, alih-alih MTB. Yuyum sendiri baru mulai beralih menggunakan roadbike sekitar tahun 2020.
Meski sudah enam tahun akrab dengan setang balap, Yuyum mengaku awalnya sempat ciut nyali jika dihadapkan pada rute menanjak ekstrem. Alasan itu pula yang membuatnya baru berani mencicipi Bromo KOM pada edisi 2026 kemarin.
"Dulu-dulu belum ada nyali untuk nanjak. Tapi kan katanya belum sah jadi cyclist kalau belum ke Bromo," kenang Yuyum.
Baca Juga: Para Debutan Siap Terjun di Ngebel KOM 2026, View Menawan Hingga Terpapar Video Teman
Baca Juga: Kelar Bromo KOM, Bunda Fey Langsung Tatap Bentang Jawa dan Ngebel KOM 2026
Di Bromo, dengan pendampingan dari rekan pesepeda berpengalaman, Yuyum sukses finis bahagia tanpa kurang suatu apa pun. Pengalaman manis itulah yang memicu adrenalinnya untuk lanjut mendaftar ke Ngebel KOM.
Menghadapi KAI Ngebel KOM 2026, Yuyum mengaku tidak memiliki porsi latihan khusus yang muluk-muluk. Geografi Batam yang didominasi jalanan bergelombang (rolling) minim tanjakan panjang menjadi tantangan tersendiri untuk latihan climbing.
Sebagai siasat, sebulan sebelum Bromo KOM lalu, dia sempat terbang ke Jakarta demi mencicipi tanjakan ikonis Km 0 Sentul sebanyak tiga kali. Selebihnya, stamina Yuyum terjaga berkat kedisiplinannya gowes empat kali seminggu di Batam bersama para cyclist muda. Strategi yang sama akan juga diamplifikasi di Ngebel KOM 2026.
"Di Batam gowes ikut anak-anak muda saja karena cyclist cewek di sini bisa dihitung jari," ungkap Yuyum. "Jadi saya gabung beberapa klub yang isinya anak muda cowok semua. Selasa-Kamis biasa main 40 kilometer, kalau Sabtu-Minggu bisa 50 sampai 100 kilometer," tuturnya.
Menyadari profil rute Ngebel yang menantang, kehadiran Kenny menjadi suntikan motivasi ekstra yang krusial bagi Yuyum. "Sebenarnya saya sempat pesimis, karena belum tahu rasa tanjakan menuju Ngebel nanti bagaimana. Namun, karena sekarang ada Kenny yang akan support saya, jadi sedikit tenang," ungkapnya.
Baca Juga: Lulus Bromo KOM Setelah 3 Kali Percobaan, Ini Rahasia Latihan George Ibrahim
Baca Juga: Cerita Pulang Kampung Setelah 11 Tahun, Kawindra Kini Fokus Ngebel KOM 2026
Menghadapi event 1 Agustus nanti, Yuyum memilih bersikap realistis dan tidak ingin membebani diri dengan target podium. Bagi dia, kenyamanan dan keselamatan adalah menu utama.
Menariknya lagi, Aksi nekat dan performa apik Yuyum di Bromo KOM rupanya berhasil membakar semangat rekan-rekan sekomunitasnya di Kepulauan Riau. Langkahnya yang kini berlanjut ke Ngebel KOM membuat grup-grup sepeda di Batam kian bergejolak.
Yuyum pun mengusung misi besar untuk tahun depan. Dia bertekad menularkan "virus nanjak" ini ke lebih banyak pesepeda dari areanya.
"Tahun depan saya akan ajak teman-teman klub sepeda nanjak Bromo. Mudah-mudahan tim dari Batam akan banyak yang ikut. Soalnya di grup sepeda sudah ramai dan panas lihat emak-emak ini nanjak," selorohnya.
KAI Ngebel KOM 2026 diselenggarakan pada 1 Agustus 2026. Event itu akan mengeksplorasi tanjakan menuju puncak Telaga Ngebel di Ponorogo yang sangat indah. Pendaftaran event tersebut sudah dibuka, dan proses registrasi dilakukan melalui Mainsepeda App. (Mainsepeda)