Tour de France 2026-Etape 4: Pedersen Menang Dramatis, Pogacar Kehilangan Jersey Kuning

Mads Pedersen akhirnya meraih kemenangan perdananya pada Tour de France 2026 setelah tampil impresif di etape keempat yang berakhir di Foix, Prancis, Selasa (7/7). Pembalap Lidl-Trek tersebut menjadi yang tercepat di garis finis setelah melewati balapan berat dalam cuaca ekstrem yang mencapai hampir 40 derajat Celsius.

Kemenangan Pedersen terlihat meyakinkan karena ia unggul beberapa panjang sepeda atas para pesaingnya. Namun, hasil itu lahir dari perjuangan panjang sepanjang etape yang diwarnai serangan tanpa henti dari kelompok terdepan.

Lidl-Trek memainkan strategi nyaris sempurna. Quinn Simmons dan Mathias Vacek bekerja tanpa lelah mengendalikan jalannya balapan sekaligus mematahkan berbagai upaya serangan lawan yang berusaha menjauhkan Pedersen dari peluang sprint terakhir.

Duo Movistar, Pablo Castrillo dan Raúl García Pierna, menjadi pembalap yang paling agresif dalam melancarkan serangan. Meski demikian, seluruh upaya tersebut berhasil diantisipasi oleh Lidl-Trek sehingga Pedersen tetap berada dalam posisi ideal untuk melesat menuju kemenangan.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 3: Pogacar Menang dan Rebut Yellow Jersey

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 2: Del Toro Menang, Vingegaard Pertahankan Jersey Kuning

Di balik sukses Pedersen, Torstein Træen dari Uno-X Mobility turut mencuri perhatian. Berkat keberhasilannya bertahan di kelompok depan hingga finis, pembalap Norwegia itu mengambil alih jersey kuning sebagai pemimpin klasemen umum (GC).

Sementara itu, juara bertahan Tadej Pogacar dari UAE Team Emirates-XRG kini menempati posisi keempat klasemen, dengan selisih 7 menit 53 detik dari Træen.

Kemenangan ini memiliki makna istimewa bagi Pedersen. Selain menjadi kemenangan pertamanya musim ini, hasil tersebut juga diraih beberapa bulan setelah ia pulih dari cedera patah tulang selangka dan pergelangan tangan kiri akibat kecelakaan.

"Saya rasa ini adalah sebuah mahakarya kerja tim. Mungkin saya bukan yang terbaik di tanjakan terakhir karena sempat sangat kesulitan, tetapi Quinn dan Vacek melakukan pekerjaan luar biasa. Mereka menjaga ritme agar saya tidak kehilangan banyak waktu dan menjadi mesin hingga garis finis. Ini benar-benar kemenangan tim," kata Pedersen usai balapan.

Pembalap asal Denmark itu juga mempersembahkan kemenangan tersebut kepada manajer Lidl-Trek, Luca Guercilena, yang akan segera meninggalkan tim.

"Sebelum balapan, Luca meminta saya memenangi etape ini. Dia mengatakan etape ini sangat cocok untuk saya. Saya ingin mempersembahkan kemenangan ini untuk Luca atas semua tahun luar biasa yang kami jalani bersama. Saya sangat berterima kasih atas semua yang telah ia lakukan, meski harus saya akui dia juga memberi tekanan besar agar saya menang hari ini," ujar Pedersen.

Pedersen mengakui suhu tinggi menjadi tantangan tersendiri sepanjang balapan. Menurutnya, dukungan seluruh anggota tim di luar lintasan berperan besar dalam menjaga kondisi fisiknya.

"Pada akhirnya kami hanya bisa menerima kondisi cuaca seperti ini. Berada di kelompok depan membuat kami lebih mudah mendapatkan pendinginan dari mobil tim. Staf terus menyuplai air dan es sehingga tubuh tetap dingin. Kami menghabiskan banyak botol hanya untuk mendinginkan badan. Dukungan seluruh tim benar-benar sangat membantu," katanya.

Saat ditanya mengenai persaingan memperebutkan jersey hijau, Pedersen mengaku tetap optimistis meski harus bersaing dengan Biniam Girmay dan Jasper Philipsen.

"Tentu akan menyenangkan jika bisa mengalahkan Girmay dan Jasper di sprint antara. Namun saya tetap membawa pulang 50 poin dari kemenangan etape ini. Hari ini benar-benar hari yang luar biasa bagi kami," ucapnya.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 1: Visma-Lease a Bike Menang TTT, Vingegaard Rebut Jersey Kuning

Sementara itu, jalannya balapan berlangsung sangat agresif sejak kilometer-kilometer awal. Sebanyak 34 pembalap akhirnya berhasil membentuk kelompok breakaway setelah melewati serangkaian serangan. Keunggulan mereka terus bertambah hingga lebih dari 10 menit atas peloton utama.

Kelompok depan kemudian beberapa kali terpecah saat memasuki sektor pegunungan. Serangan silih berganti dilakukan, terutama oleh Castrillo dan García Pierna, yang berupaya memecah rombongan agar Pedersen kehilangan dukungan rekan setimnya.

Memasuki 24 kilometer terakhir, hanya tersisa sepuluh pembalap di kelompok terdepan, yakni Pedersen, Simmons, Vacek, Sean Quinn, Kévin Vauquelin, Ramses Debruyne, Torstein Træen, Marco Frigo, Castrillo, dan García Pierna.

Serangan terakhir datang ketika balapan menyisakan sembilan kilometer. García Pierna mencoba melepaskan diri, tetapi Simmons segera menutup celah tersebut.

Setelah upaya itu gagal, Lidl-Trek kembali menguasai jalannya lomba dan mengantarkan Pedersen menuju sprint penentuan yang berakhir dengan kemenangan meyakinkan. (mainsepeda)


COMMENTS