Tour de France 2026-Etape 1: Visma-Lease a Bike Menang TTT, Vingegaard Rebut Jersey Kuning

Jonas Vingegaard langsung mengirimkan pesan tegas kepada para rivalnya pada etape pembuka Tour de France 2026, Sabtu (4/7). Pembalap Visma-Lease a Bike itu sukses mengantarkan timnya meraih kemenangan dalam nomor team time trial (TTT) sekaligus mengenakan jersey kuning sebagai pemimpin klasemen umum.

Visma-Lease a Bike tampil impresif pada lintasan sepanjang 19,6 kilometer di Barcelona meski harus kehilangan Wout van Aert yang dicoret dari susunan tim akibat cedera. Ketidakhadiran salah satu andalan mereka tidak menghalangi Vingegaard dan rekan-rekannya mendominasi balapan.

Didukung tarikan kuat Matteo Jorgenson dan Davide Piganzoli pada kilometer-kilometer terakhir, Vingegaard melesat di tanjakan Côte de Montjuïc sebelum mencatat waktu tercepat. Tim asal Belanda itu mengungguli Netcompany Ineos dengan selisih 7,33 detik.

Hasil tersebut membuat Vingegaard hanya perlu menunggu penampilan tim UAE Team Emirates XRG yang dipimpin Tadej Pogacar. Namun hingga pos pemeriksaan ketiga, tim Pogačar sudah tertinggal 13 detik.

Pogacar bersama Isaac del Toro sempat meningkatkan kecepatan pada 600 meter terakhir menuju garis finis. Meski demikian, usaha tersebut belum mampu menutup ketertinggalan. Mereka finis 11,28 detik lebih lambat dibandingkan Vingegaard dan Visma-Lease a Bike.

Netcompany Ineos sebenarnya sempat menjadi kandidat kuat pemenang etape. Akan tetapi, rencana mereka berubah setelah Kévin Vauquelin mengalami kebocoran ban sekitar tujuh kilometer menjelang finis.

Tim kemudian mengalihkan strategi dengan memberikan kesempatan kepada Filippo Ganna untuk mengejar catatan waktu terbaik.

Meski Ganna tampil impresif, Vingegaard tetap memastikan kemenangan etape sekaligus merebut jersey kuning. Ganna kini menempati posisi kedua klasemen umum dengan selisih delapan detik, sedangkan Pogacar berada di peringkat ketiga, tertinggal 12 detik.

Baca Juga: Vingegaard Fokus Rebut Gelar Tour de France, Klaim Persiapan Lebih Matang

Baca Juga: Rute Tour de France 2026 Hadirkan Dua Kali Finis Alpe d'Huez

Selain perebutan jersey kuning, etape pertama juga menghasilkan pemilik jersey klasifikasi lainnya. Egan Bernal menjadi pebalap tercepat pada titik pemeriksaan pertama sehingga berhak mengenakan jersey poin.

Pogacar mencatat waktu terbaik pada sektor tanjakan terakhir dan akan memakai jersey polkadot sebagai pemimpin klasifikasi pegunungan pada etape kedua. Sementara itu, Juan Ayuso dinobatkan sebagai pebalap muda terbaik.

Vingegaard mengaku sangat puas dengan hasil yang diraih timnya pada hari pertama balapan.

"Ini adalah awal yang sempurna. Tour de France masih sangat panjang, tetapi kami tidak bisa meminta start yang lebih baik. Rekan-rekan setim tampil luar biasa. Mereka sangat kuat sehingga saya hampir tidak perlu melakukan banyak hal. Mereka membawa saya hingga garis finis untuk meraih kemenangan etape sekaligus jersey kuning," kata Vingegaard usai lomba.

Pembalap asal Denmark itu mengatakan, momen kembali mengenakan jersey kuning memiliki arti emosional setelah beberapa musim terakhir diwarnai cedera dan insiden kecelakaan.

"Saya sudah melewati beberapa tahun yang sulit. Bisa kembali ke Tour de France dan mengenakan jersey kuning lagi adalah sesuatu yang sangat spesial. Saya benar-benar akan menikmati momen ini," ujarnya.

Vingegaard terakhir kali mengenakan jersey kuning saat menjuarai Tour de France 2023. Setelah itu, performanya sempat terganggu akibat kecelakaan di Itzulia Basque Country 2024 dan Paris-Nice 2025.

Kini, dengan kondisi fisik yang kembali prima, ia membuka peluang besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara melawan rival utamanya, Tadej Pogačar.

Sementara itu, etape pembuka Tour de France 2026 juga menghadirkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak 1971, balapan dimulai dengan format team time trial.

Berbeda dengan regulasi sebelumnya, waktu tim kini ditentukan berdasarkan pebalap pertama yang melintasi garis finis, bukan pebalap keempat.

Setiap pembalap juga tetap memperoleh catatan waktunya masing-masing untuk klasemen umum. Format baru tersebut membuat setiap tim berupaya meluncurkan pemimpin mereka menuju finis secepat mungkin, terutama pada tanjakan menuju Stadion Olimpiade Barcelona. (mainsepeda)


COMMENTS