Vingegaard Fokus Rebut Gelar Tour de France, Klaim Persiapan Lebih Matang

Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) menyambut Tour de France 2026 dengan rasa percaya diri yang tinggi. Juara Tour de France 2022 dan 2023 itu mengaku berada dalam kondisi fisik maupun mental terbaik setelah mengubah pola persiapannya pada musim ini.

Pembalap Denmark tersebut bertekad merebut kembali jersey kuning dari juara bertahan empat kali, Tadej Pogacar. Keyakinan itu semakin besar setelah sukses menjuarai Giro d'Italia 2026, sekaligus melengkapi koleksi gelar di tiga ajang Grand Tour sepanjang kariernya.

Berbicara kepada awak media di Recinte Modernista de Sant Pau, Barcelona pada Kamis (2/7), Vingegaard mengatakan bahwa perubahan strategi persiapan menjadi faktor penting yang membuatnya tampil lebih segar dibanding musim-musim sebelumnya.

"Saya merasa lebih baik, lebih kuat, bahkan saya bisa mengatakan lebih bahagia secara mental. Musim ini berjalan sangat baik dan saya menikmati balapan jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu," ujar Vingegaard.

Menurutnya, timnya sengaja mengubah pendekatan menuju Tour de France setelah mengevaluasi persiapan yang dilakukan dalam lima musim terakhir.

"Kami mencoba sesuatu yang baru karena kami merasa cara lama tidak lagi menyenangkan. Tahun ini kami mengubah persiapan menuju Tour dan hasilnya berjalan sangat baik. Secara mental saya berada di kondisi yang sangat baik," katanya.

Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, Vingegaard memilih mengikuti Giro d'Italia sebagai bagian dari persiapannya menuju Tour de France 2026.

Keputusan tersebut terbukti memberikan keuntungan. Selain berhasil meraih gelar juara, ia juga tidak harus menguras seluruh energinya sepanjang balapan sehingga proses pemulihan berlangsung lebih cepat.

"Tentu tanpa mengurangi rasa hormat kepada semua pesaing di Giro, saya tidak harus memaksakan diri sampai benar-benar kehabisan tenaga. Saya tidak menyelesaikan Giro dalam kondisi sangat kelelahan," ujar Vingegaard.

Vingegaard menjelaskan, kondisi itu memungkinkannya segera kembali berlatih untuk membangun performa menuju Tour de France 2026.

"Kalau Anda selesai Giro dalam keadaan benar-benar kelelahan, mungkin butuh dua minggu atau lebih untuk pulih. Setelah itu waktu menuju Tour menjadi sangat singkat. Saya justru bisa pulih dengan cepat dan segera kembali berlatih," katanya.

Vingegaard mengakui perubahan jadwal balapan juga membuat motivasinya kembali meningkat. Setelah bertahun-tahun menjalani pola persiapan yang sama, ia merasa membutuhkan tantangan baru.

"Yang saya maksud adalah jadwal menuju Tour. Saya sudah menjalani pola yang sama selama lima tahun terakhir dan tahun ini saya tidak lagi terlalu bersemangat untuk mengulanginya. Saya membutuhkan perubahan, sehingga kami memutuskan mengikuti Giro," ungkapnya.

Musim ini juga menjadi pertama kalinya sejak menjuarai Tour de France 2023 ia dapat mempersiapkan diri tanpa gangguan cedera serius.

Pada 2024, Vingegaard mengalami kecelakaan berat di Itzulia Basque Country yang hampir membuatnya absen dari Tour de France. Sementara pada musim berikutnya, ia juga kehilangan banyak waktu balapan akibat gegar otak setelah terjatuh di Paris-Nice.

Meski telah mengamankan gelar Giro d'Italia musim ini, Vingegaard menegaskan Tour de France tetap menjadi tujuan terbesar dalam kariernya.

Ia mengaku bangga telah memenangkan seluruh Grand Tour, namun Tour de France yang menjadi balapan terbesar di dunia, tetap memiliki nilai paling istimewa.

"Tour de France tetap merupakan balapan terbesar. Itulah balapan yang paling ingin dimenangkan setiap pembalap. Saya tentu sangat bahagia dengan kemenangan di Giro d'Italia dan sekarang saya sudah memenangi ketiga Grand Tour. Namun saya datang ke Tour de France dengan satu tujuan, yaitu meraih kemenangan," tegas Vingegaard. (mainsepeda)


COMMENTS