Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) akan menjalani balapan terakhirnya sebelum tampil di Tour de France 2026. Pembalap Slovenia ini dijadwalkan melakukan debut di Tour de Suisse yang akan dimulai Rabu (17/6).

Keikutsertaan Pogacar di Tour de Suisse 2026 menjadi langkah berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. Pembalap berusia 26 tahun tersebut memilih menjajal balapan yang belum pernah dimenangkannya sebagai bagian dari tantangan baru dalam kariernya, sekaligus menjaga motivasi di tengah dominasinya pada kalender WorldTour.

Pogacar datang ke Swiss dengan kepercayaan diri tinggi usai menjalani pemusatan latihan intensif di Sierra Nevada, Spanyol. Ia juga mendapat suntikan moral setelah rekan setimnya, Isaac del Toro yang sukses meraih kemenangan di Tour Auvergne-Rhône-Alpes 2026.

"Latihan berjalan sangat baik, baik secara individu maupun sebagai tim. Saya datang ke Tour de Suisse dengan kondisi kuat dan motivasi tinggi. Ini adalah pertama kalinya saya balapan di sini, sehingga membuatnya semakin menarik," kata Pogacar melalui laman resmi UAE Team Emirates-XRG.

Menurutnya, timnya telah menyelesaikan program latihan ketinggian dalam beberapa pekan terakhir dan siap menerjemahkan hasil latihan tersebut ke dalam performa balapan.

"Kami menjalani blok latihan di dataran tinggi dengan sangat baik dalam beberapa minggu terakhir. Setelah melihat rekan-rekan tim tampil impresif di sejumlah balapan, kami tidak sabar untuk kembali mengenakan nomor balap dan menunjukkan hasil kerja keras tersebut," ujarnya.

Dalam perebutan klasemen umum Tour de Suisse, Pogacar diprediksi menjadi favorit utama. Namun, sejumlah nama besar siap memberikan perlawanan, termasuk sesama pembalap Slovenia Primoz Roglic, duet Bahrain Victorious Antonio Tiberi dan Lenny Martinez, serta Richard Carapaz.

Pilihan Pogacar mengikuti Tour de Suisse berbeda dengan rival-rival utamanya menjelang Tour de France 2026. Jonas Vingegaard memilih menjadikan Giro d'Italia sebagai ujian terakhir sebelum tampil di Prancis. Smeentara itu, Remco Evenepoel lebih fokus menjalani program latihan panjang tanpa menambah agenda balapan.

Keputusan mengubah jadwal balapan ternyata bukan semata-mata soal performa. Manajemen UAE Team Emirates-XRG mengungkapkan bahwa variasi program dibutuhkan untuk menjaga semangat dan motivasi sang juara dunia.

Mauro Gianetti CEO sekaligus Team Principal UAE Team Emirates-XRG menjelaskan, Pogacar selalu mencari tantangan baru dalam setiap musim kompetisi.

"Dia seorang visioner. Dia ingin menang, tetapi juga ingin menemukan sesuatu yang baru. Tahun ini misalnya, dia mengubah program dengan mengikuti balapan klasik, Tour de Romandie, lalu Tour de Suisse," ujar Gianetti.

"Dia belum pernah menjalani program seperti ini sebelumnya dan ingin mencoba tantangan berbeda, bukan mengulang pola yang sama setiap tahun. Tentu saja target utamanya tetap Tour de France, tetapi mencoba sesuatu yang baru di sekitarnya menjadi hal yang sangat penting," imbuhnya. (mainsepeda)

Populer

Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (Seri 2)
Tour Auvergne-Rhône-Alpes 2026-Etape 8: Isaac del Toro Juara Overall
Tadej Pogacar Debut di Tour de Suisse, Pemanasan Menuju Tour de France
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Rekor Bersepeda Tercepat di Dunia, 296 km/jam!
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Tour de Suisse 2026: Daftar Favorit Juara, Pogacar Paling Diunggulkan
Respons Cepat Tim Safety Nggravel Blitar 2026 Tuai Apresiasi Peserta
Giro d’Italia 2026: Vingegaard Favorit Utama, Siapa Penantangnya?