Tanjakan 25 kilometer menuju Puncak Wonokitri di Bromo KOM 2026 memiliki ceritanya tersendiri bagi cyclist asal Kediri, Ferry Silviana Feronica. Ini adalah kali kedua perempuan yang akrab disapa Bu Fey tersebut berdiri di garis start gelaran signature dari Mainsepeda itu. Baginya, event ikonik tersebut bukan cuma soal adu cepat. Tapi ujian komitmen dan mental.

Sosok yang dikenal luas sebagai pesepeda tangguh sekaligus istri mantan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, itu finis dengan senyum lebar. Targetnya tercapai: masuk garis finis dengan selamat dan bebas dari kram. Meskipun dia mengakui penampilannya belum 100 persen maksimal.

"Persiapan saya mepet sekali, cuma sebulan. Jadi harus latihan ekstra lewat long ride (sepeda jarak jauh) untuk mengejar ketertinggalan," ceritanya.

Bromo KOM memberikan pelajaran mahal bahwa modal otot kuat saja tidak cukup untuk menaklukkan salah satu tanjakan paling sakral di Indonesia ini. "Secara fisik siap, tapi kalau mental tidak siap, ya belum berhasil. Jadi keduanya memang harus matang," kata Fey.

Baca Juga: Cerita 3 Debutan Asing di Bromo KOM 2026: Tersiksa Tanjakan Tapi Terpikat Indahnya Alam

Baca Juga: Cyclist Langganan Podium Bromo KOM: Juwanto 8 Kali Juara, Chen Meng Jin Hat-trick

Meskipun bersepeda dengan gaya fun, jiwa kompetitif Fey tidak lantas padam. Berada di kategori Women Age 40–44 yang dihuni para cyclist perempuan super-tangguh, Fey menyimpan satu impian yang belum terwujud di Bromo: berdiri di atas podium. Tahun ini, cyclist asal Kediri itu harus puas finis di posisi kelima.

Dia Tertinggal 15 menit dari Ivo Ananda yang mengisi podium ketiga. Edisi tahun depan akan menjadi kesempatan terakhirnya untuk bersaing di kelas ini sebelum regulasi usia memaksanya "naik kelas".

"Saya belum pernah podium di Bromo KOM. Tahun depan adalah kesempatan terakhir saya di nomor 40–44 tahun. Kategori ini kuat-kuat banget, jadi penginnya sekali merasakan naik podium. Gak muluk-muluk, masuk tiga besar saja sudah Alhamdulillah," tuturnya ramah.

Bu Fey saat debut di Bromo KOM 2022. 

Satu hal yang membuat Fey kagum pada gelaran Bromo KOM tahun ini adalah atmosfer di sepanjang rute. Menurutnya, sambutan warga lokal dari Pasuruan hingga Wonokitri terasa jauh lebih hangat dan ramai.

Baca Juga: Lulus Bromo KOM Setelah Tiga Kali Mencoba, Ini Rahasia Latihan George Ibrahim

Baca Juga: Guntur Priambodo Raih Lifetime Achievement Award di Bromo KOM 2026, Ikut Event Sejak Era Audax

Sorak-sorai anak sekolah di pinggir jalan, dentuman musik drumband, sampai variasi makanan dan minuman di pit stop sukses menjadi obat capek yang ampuh bagi para peserta. Animo peserta juga tinggi, meski tantangan ekonomi belakangan ini cukup menimbulkan kekhawatiran. 

"Atmosfernya lebih meriah tahun ini. Respons masyarakat seru sekali. Padahal kita tahu tahun ini adalah tahun yang cukup sulit (secara ekonomi), tapi Bromo KOM tetap bisa terselenggara dengan sangat baik," puji Fey untuk kerja keras tim Mainsepeda.

Bu Fey menjadi finisher Paris-Brest-Paris 2023 dengan catatan waktu 81 jam 15 menit. 

Finisher event ultra-cycling Paris-Brest-Paris 2023 itu mengaku Bromo KOM tahun ini menjadi bagian dari menu latihan beratnya menuju Bentang Jawa 2026. Ajang ultra-cycling yang menyusuri Pulau Jawa. Event itu menuntut ketahanan fisik yang luar biasa, dan tanjakan Bromo menjadi tempat yang pas untuk menguji kekuatannya.

Selain Bromo KOM, Fey juga akan menyertakan event Mainsepeda lain: Madiun-Ponorogo Ngebel KOM sebagai ajang uji coba lainnya. "Ngebel KOM rencana juga saya akan ikut," tutupnya penuh semangat.

Ngebel KOM 2026 akan digelar pada 1 Agustus 2026. Event itu akan mengeksplorasi tanjakan menuju puncak Telaga Ngebel di Ponorogo yang sangat indah. Pendaftaran event tersebut sudah dibuka, dan proses registrasi melalui Mainsepeda App.(Mainsepeda)

Populer

Cerita 3 Debutan Asing di Bromo KOM 2026: Tersiksa Tanjakan Tapi Terpikat Indahnya Alam
Pogacar Masuk Daftar 100 Tokoh Olahraga Paling Berpengaruh Versi Time 2026
Tour Auvergne-Rhône-Alpes 2026-Etape 4: Quinn Simmons Raih Kemenangan Perdana Musim Ini
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Febrianta Heru Ngeloop 1.500 Km di PIK 2 Loop Selama 102 Jam
Bersepeda Membuat Jantung Makin Sehat
Peserta Disambut Tari Kabasaran di Danau Linow
Kelar Bromo KOM 2026, Bunda Fey Langsung Tatap Bentang Jawa dan Ngebel KOM
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul
Trek Madone SLR: Paling Berevolusi (dan Nyaman) di Tengah “Perang Aero”