Kerja Tim Jakarta Pro Cycling Berbuah Manis, Muhammad Abdurrohman Juara Bromo KOM 2026

PERSAINGAN kategori Men Elite Bromo KOM 2026 berlangsung sengit sejak awal tanjakan. Namun pada akhirnya, kerja tim Jakarta Pro Cycling menjadi pembeda dan sukses mengantarkan Muhammad Abdurrohman meraih gelar juara untuk kali pertama.

Sejak start KOM Challenge di Pasrepan, tempo balapan langsung tinggi. Sejumlah pembalap bergantian melakukan serangan untuk membentuk grup terdepan. Dalam situasi tersebut, Jakarta Pro Cycling berhasil menjalankan strategi yang mereka susun sebelum balapan.

Muhammad Abdurrohman menjadi ujung tombak tim. Sementara rekan-rekannya bertugas mengontrol jalannya perlombaan dan mengamankan posisi sang kapten dari kejaran para pesaing. Terutama dari pembalap NIB Cycling Team yang memasang debutan Bromo KOM, Febrian M Rizky sebagai andalan.

Abdurrohman dan Febrian sama-sama terlibat kejar-kejaran sejak Start KOM. Abdurrohman yang mengalaman dengan rute Bromo KOM sejak 2019 sempat dibuat kesulitan oleh Febrian. Bahkan Abdurrohman baru bisa menyalip Febrian sekitar 300 meter jelang finis Bromo KOM yang berada di jalan menanjak.

Abdurrohman finis setelah menempuh rute sepanjang 25km dalam waktu 1 jam, 17 menit 15 detik. Kemenangan itu terasa spesial. Sebab, meski sudah beberapa kali mengikuti Bromo KOM, ia baru kali pertama ini berhasil berdiri di podium tertinggi Wonokitri.


Ekspresi Muhammad Abdurrohman ketika masuk finis Bromo KOM 2026 di Wonokitri. Ia berhasil juara berkat strategi jitu tim Jakarta Pro Cycling.

Pembalap Jakarta Pro Cycling itu mengaku langsung melakukan breakaway sejak awal tanjakan. Bahkan sebelum Start KOM. Dukungan rekan-rekan setimnya menjadi faktor penting yang membantunya mempertahankan posisi hingga garis finis.

Namun kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Sebab Febrian terus mengejar dan bahkan sempat unggul hingga 300 meter terakhir.

"Saya memang sejak awal main speed. Kencang terus. Menurut saya penentuan hari ini terjadi sekitar tujuh kilometer terakhir," ujarnya.

Meskipun datang sebagai debutan, tapi Febrian sudah berani mematok target tinggi: Juara!

Namun ia harus mengakui keunggulan seniornya, Abdurrohman. Apalagi Abdurrohman bukan pembalap sembarangan. Ia memang belum pernah juara Bromo KOM. Tapi Abdurrohman beberapa kali membela Timnas Balap Sepeda Indonesia. Terakhir Abdurrohman sempat turun di nomor Men’s Individual Time Trial pada final SEA Games Thailand 2025.

"Saya memang mengincar juara satu. Tapi Mas Rohman senior saya itu memang lebih kuat," katanya.


Febrian M Rizky masuk finis di posisi kedua. Meski gagal memenuhi target juara, ia puas bisa naik podium di Bromo KOM.

Meski gagal menang, Febrian tetap puas dengan pengalaman pertamanya di event yang ia sebut sebagai salah satu event balapan sepeda terbesar di Indonesia itu. Apalagi, catatan waktunya dengan sang juara tidak banyak. Ia finis dalam waktu 1 jam, 17 menit 37 detik. Selisih 22 detik saja. 

"Ini event besar. Event nasional. Saya banyak belajar di Bromo KOM," tambahnya.

Sementara itu posisi ketiga diraih Januar Alki. Ia memang mendapatkan team order untuk mengamankan Abdurrohman. "Tadi sesuai rencana tim. Harus ada yang kabur sejak awal dan kami mencoba mengontrol balapan," ujar Januar Alki, yang mencatatkan waktu 1 jam, 18 menit 11 detik.

Januar mengaku sempat memiliki peluang untuk mengejar posisi lebih baik. Namun setelah melihat Abdurrohman berada di posisi aman di depan, ia memilih menjalankan team order hingga finis.

"Yang penting Mas Rohman juara. Alhamdulillah bisa berjalan sesuai rencana," tambahnya.


Januar Alki, pembalap Jakarta Pro Cycling masuk finis di posisi ketiga setelah mengawal M Abdurrohman sejak awal tanjakan. 

Bagi Januar, meskipun menempati posisi ketiga, namun ini tetap capaian terbaiknya di Bromo KOM. Ia sebenarnya beberapa kali turun di Bromo KOM, namun selalu gagal podium. Tahun lalu ia berada di posisi keempat.

Januar tahun lalu juga mengikuti seluruh rangkaian Mainsepeda Trilogy. Di Bromo KOM 2025 ia finis di posisi 4. Sedangkan di Kediri Dholo KOM ia masuk 5 besar. Lalu di Ijen KOM ia berhasil finis urutan 4. Jadi di klasemen umum Mainsepeda Trilogy ia berada di posisi keempat.

Menurut Januar, cuaca hangat sepanjang tanjakan membuat balapan tahun ini memiliki tantangan tersendiri.

"Bromo KOM itu menurut saya yang harus disiapkan stamina. Endurance harus benar-benar dipersiapkan," ujarnya.

Di posisi keempat dan kelima kategori Men Elite diraih oleh Rizky Aditya Noufal dan Wariski Setiawan.

Di tengah situasi yang tidak selalu mudah bagi dunia olahraga maupun penyelenggaraan event, Bromo KOM kembali membuktikan perannya sebagai panggung bagi para atlet untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan mengejar prestasi.

Kehadiran nama-nama seperti Muhammad Abdurrohman, Febrian M. Rizky, hingga Januar Alki menjadi bukti bahwa tanjakan Wonokitri tetap menjadi salah satu arena pembuktian paling bergengsi bagi para cyclist Indonesia.(Mainsepeda)


COMMENTS