Gelaran Bromo KOM 2026 tinggal menghitung hari. Para peserta kini memasuki fase krusial: memastikan kesiapan teknis sebelum melahap tanjakan ikonik (KOM Challenge) 25 kilometer menuju Pendopo Wonokitri, Bromo, pada Sabtu, 6 Juni mendatang.

Tantangan tanjakan konstan dengan elevasi yang menguras fisik ini memaksa para cyclist memutar otak. Terutama bagi mereka yang tinggal di daerah yang tak memiliki kemiripan geografis. Dua komunitas yang membawa belasan anggotanya tahun ini, KHCC asal Singapura dan Depok Loops dari Jawa Barat, membagikan pendekatan taktis mereka yang kontras untuk menaklukkan Bromo.

Bagi tim KHCC (KnockHouse Chop Chop) Singapura, tantangan terbesar mereka bahkan sudah dimulai sejak keluar dari rumah. Berada di negara yang cenderung memiliki jalanan datar dan minim rute menanjak, mereka harus mengandalkan rekayasa latihan yang presisi.

Baca Juga: Unbound Gravel 2026: Kerja Tim Menangkan Mads Wurtz Schmidt dan Sofia Gomez Villafane

Fokus utama mereka adalah mendongkrak Functional Threshold Power (FTP) serta membangun endurance (daya tahan) lewat target bersepeda 250–300 Km per minggu. Sementara itu, porsi latihan nanjak dialihkan ke dalam ruangan.

"Karena Singapura cenderung datar dan minim rute menanjak, kami rutin latihan di indoor trainer, latihan angkat beban (strength training) di gym, menjaga asupan nutrisi yang benar, serta yang paling krusial: memastikan recovery dan tidur yang cukup," ujar Helen Pratiwi Suryadi, perwakilan KHCC Singapura.

Memasuki pekan terakhir sebelum keberangkatan ke Surabaya, KHCC menggeser fokus mereka ke detail taktis dan mekanikal sepeda. Strategi ini sangat krusial agar tidak kaget saat menghadapi gradient (kemiringan) Bromo. Mereka memastikan sepeda disetel khusus untuk rute menanjak, mulai dari pengaturan rasio chainring dan sprocket hingga optimisasi berat sepeda.

"Untuk kondisi fisik, kami sudah mulai melakukan tapering dengan memotong volume latihan sekitar 50 persen, tapi tetap gowes di Zona 2 agar otot tidak kaku, ditambah dengan mobility training dan stretching," tambah Helen mengenai persiapan akhir timnya.

Pendekatan berbeda diambil oleh Depok Loops. Memiliki akses yang lebih dekat ke berbagai kontur tanjakan di Pulau Jawa, komunitas asal Depok, Jawa Barat ini, memilih simulasi langsung di medan luar ruang (outdoor) sejak bulan lalu.

Menurut perwakilan Depok Loops, Arya Setiawan, mereka mengutamakan latihan kekuatan (strength) dan menjaga cadence (kecepatan kayuhan) tetap tinggi saat menanjak. 

Menu latihan mereka tergolong intens: menahan power konstan di Zona 2 dan Zona 3 sejauh 100 kilometer, lalu ditutup dengan mencari tanjakan tajam di sesi akhir gowes. Hal ini untuk menguji mental dan adaptasi elevasi tinggi. Depok Loops bahkan sempat melakukan latihan ke luar kota di Cemoro Sewu, Jawa Tengah. 

"Kita sempat latihan di Cemoro Sewu. Endurance lalu tanjakan panjang. Mendekati seminggu dari hari-H, intensitas latihan berat mulai dikurangi. Tinggal teman-teman ini main di gowes endurance Zona 2," jelas pria yang disapa Bang Oyi itu.

Faktor usia juga menjadi pertimbangan rasional bagi Depok Loops dalam menyusun strategi pemulihan. Mengingat rata-rata anggota tim yang berangkat berkepala empat, manajemen istirahat dan nutrisi alami menjadi kunci pertahanan mereka.

"Yang pasti istirahat juga harus sangat terjaga. Maklum rata-rata umur sudah di atas 40 tahun. Tidak lupa sama nutrisi alami seperti banyak buah-buahan yang mengandung vitamin C," pungkasnya.

Baca Juga: Jersey Bromo KOM 2026: Perpaduan Seni Hatching dan Bahan untuk Performa Maksimal

Bromo KOM 2026 akan digelar pada Sabtu, 6 Juni. Lokasi start akan kembali dimulai dari pelataran Markas Polda (Mapolda) Jawa Timur di Surabaya. Rombongan peserta akan bersepeda sejauh 60 Km untuk menuju ke pitstop di Taman Ria Suropati, Pasuruan. 

Usai rehat, rombongan akan diantar ke lokasi start KOM di jalan raya Pasrepan di KM 70. Balapan akan dimulai dari sana dan melintasi segmen nanjak sejauh 24,6 Km menuju puncak Wonokitri, Bromo. Elevasi tanjakan ikonik ini mencapai 1.634 meter dengan gradiens puncak 20 persen. Total jarak rute adalah 94,7 Km. (Mainsepeda)

Populer

Giro d’Italia 2026-Etape 20: Jonas Vingegaard di Ambang Juara Overall
EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
Jersey Bromo KOM 2026: Perpaduan Seni Hatching dan Bahan untuk Performa Maksimal
Giro d’Italia 2026-Etape 19: Sepp Kuss Menang di Dolomites, Lengkapi Koleksi Grand Tour
Unbound Gravel 2026: Kerja Tim Menangkan Mads Wurtz Schmidt dan Sofia Gomez Villafane
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Jamin Kelancaran Bromo KOM 2026, Ratusan Personel Kepolisian Siap Amankan Rute
Bromo KOM 2026: KHCC Singapura Berbanyak Latihan Indoor, Depok Loops ke Cemoro Sewu
Usia Bukan Alasan, Peserta Kategori Men 60+ Ini Punya Menu Latihan Serius Menuju Bromo KOM 2026
Polda Jatim Kembali Jadi Titik Start, Bromo KOM 2026 Jadi Rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara