Tadej Pogacar kembali menunjukkan kelasnya sebagai pembalap sepeda nomor satu dunia. Pembalap andalan UAE Team Emirates-XRG tersebut sukses mengamankan kemenangan kelimanya musim ini setelah finish terdepan pada Etape 1 Tour de Romandie, Rabu, 29 April 2026. Kemenangan ini diraih Pogacar melalui strategi adu sprint yang taktis menuju garis finis di Martigny. Satu hal yang jarang dilakukannya. 

Pogacar memulai aksinya dengan melancarkan serangan tajam di tanjakan Ovronnax, sebuah pendakian kategori 1 yang memecah peloton besar. Manuver tersebut menyisakan hanya empat pembalap di barisan terdepan yang mampu mengimbangi kecepatannya.

Alih-alih melakukan serangan lanjutan, kali ini Pogacar memilih bermain pragmatis. Hambatan angin yang kuat di jalur mendatar membuatnya enggan memaksakan diri melakukan pelarian tunggal.

Baca Juga: Tour de Romandie 2026: Dorian Godon Mengalahkan Tadej Pogacar di Etape Pembuka

"Sisa 23 kilometer terakhir adalah angin (headwind) dan mencoba melakukan sesuatu (solo) sendirian adalah hal yang sangat bodoh," ujar pembalap asal Slovenia tersebut seusai balapan.

Keputusan itu terbukti efektif. Memasuki satu kilometer terakhir, Pogacar tampil layaknya sprinter kawakan, padahal ia dikenal sebagai seorang climber. Ia sempat melebar di tikungan terakhir dan membiarkan Jorgen Nordhagen (Visma-Lease a Bike) serta Lenny Martinez (Bahrain Victorious) memimpin di depan. Namun, sesaat sebelum garis finis, Pogacar melakukan akselerasi eksplosif untuk merebut kemenangan.

Posisi kedua ditempati oleh Florian Lipowitz (Red Bull-Bora-Hansgrohe), disusul Lenny Martinez di podium ketiga. Sementara itu, pembalap muda Jorgen Nordhagen harus puas finis di luar posisi tiga besar.

Jalannya balapan sempat diwarnai kurangnya kerja sama di kelompok terdepan. Lipowitz memilih bertahan di belakang karena alasan taktis tim, sedangkan Martinez dan Nordhagen sempat berhenti memberikan tarikan di fase krusial. Dalam situasi tersebut, Pogacar mengambil tanggung jawab menjaga ritme kecepatan grup hingga finish. Hal ini membuktikan keunggulan level stamina yang berada di atas lawan-lawannya.

Baca Juga: Bromo KOM 2026: Kategori Polri/TNI Kini Dibagi Berdasarkan Kelompok Umur

"Saya senang memiliki dua pemuda yang bersemangat (Martinez dan Nordhagen) untuk menarik bersama saya. Mereka melakukan pekerjaan yang hebat, mereka sangat kuat," tambah Pogacar memuji para pesaing mudanya.

Berkat hasil ini, Pogacar resmi memuncaki klasemen umum (GC) dan berhak mengenakan jersey kuning. Memulai etape di posisi keenam setelah hasil prolog kemarin, Pogacar kini memimpin klasemen dengan keunggulan tujuh detik atas Florian Lipowitz dan selisih 16 detik dari Lenny Martinez. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 19: Eddie Dunbar Menang di Peñas Blancas, Akhiri Penantian 4 Tahun
Evenepoel Juara Grand Prix Cycliste de Québec Usai Kalahkan Ciccone
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Vuelta a Espana 2026-Etape 18: Stefan Küng Menang ITT, Enric Mas Tetap Merah
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Tips Merakit Gravel Bike dengan Harga Terjangkau
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!