Tips Merakit Gravel Bike dengan Harga Terjangkau
by Azrul Ananda - April 10, 2019

Gravel bike” alias sepeda segala medan sedang booming di Amerika Serikat, dan mulai menular ke berbagai penjuru dunia. Sepeda ini sangat fleksibel. Bisa dipakai untuk jalanan aspal (dengan ban road), atau untuk off-road (dengan aneka pilihan ban).

Poin bonus untuk gravel bike: Harga juga relatif lebih terjangkau, dengan komponen-komponen yang harganya juga lebih terjangkau.

Memang, belakangan mulai bermunculan gravel bike “mewah,” dengan cat eksotis dan komponen “ajaib.” Namun, secara spirit gravel bike adalah tren agar bersepeda di segala medan jadi lebih terjangkau. Intinya cukup satu sepeda untuk semua kebutuhan.

Plus, karena sepeda ini juga harus mau diajak ke luar dari aspal, maka bahan dan komponen cenderung harus tangguh, bukan eksotis.

Berikut tips bagaimana merakit gravel bike. Anda akan memahami bahwa sepeda jenis ini akan menuntut komponen “lebih murah” dari road bike-road bike kebanyakan!

FRAME SET

Seperti jenis sepeda lain, ada banyak bahan yang bisa digunakan untuk frame gravel/allroad. Bisa karbon, bisa steel, bisa aluminium, juga titanium (dan lain-lain).

 

Bedanya, frame jenis ini tidak dituntut untuk jadi sangat ringan. Ketangguhan adalah yang utama. Jadi, kalau pun memakai bahan karbon, biasanya tipe karbonnya bukan yang paling mahal. Sehingga harga pun menjadi lebih terjangkau.

Jangan kaget kalau harga frame set gravel bisa jauh di bawah road bike kebanyakan. Walau belakangan mulai muncul frame gravel “mewah” (yang pembelinya mungkin takut ke jalan kotor).

GROUPSET

Hal yang menyenangkan dalam merakit gravel bike: Kita tidak perlu membeli grupset paling ringan atau eksotis. Sekali lagi, yang utama adalah ketangguhannya. Satu hal yang pasti: Gravel bike pasti menuntut penggunakan disc brake. Karena akan dipakai di medan-medan kasar dan kotor.

Kalau Shimano, memakai 105 atau Ultegra disc brake sudah sangat istimewa. Kalau pakai yang lebih mahal mungkin jadi lebih ringan, tapi belum tentu tahan kena siksaan jalanan non-aspal.

Sebagai informasi, belakangan Ultegra memang diposisikan sebagai grupset segala medan. Makanya sekarang Ultegra banyak dipaketkan dengan sproket belakang 11-34. Karena medan allroad menuntut sproket lebih besar (disamping bobot sepeda yang lebih berat).

Kalau pakai SRAM, biasanya SRAM Force sudah lebih dari cukup. Bahkan Apex sudah sangat normal. Untuk SRAM, ada opsi menggunakan sistem 1x alias “one-by.” Maksudnya, hanya satu chainring di depan. Dengan demikian, berkurang satu komponen yang berpotensi rusak saat melewati medan rusak.

Groupset segala medan, Shimano Ultegra.

Oh ya, tidak harus pakai grupset elektronik. Silakan kalau mau. Tapi maukah Anda memakai elektronik saat gowes lewat sungai, jalanan bebatuan, dan lain-lain?

KOMPONEN DAN AKSESORI

Biasanya, kalau merakit road bike, kita bisa tergoda untuk membeli berbagai komponen karbon. Alasannya supaya ringan. Misalnya handlebar, seatpost, stem, bottle cage, dan lain-lain.

Kalau merakit gravel bike, silakan abaikan kebanyakan komponen karbon. Cukup pakai handlebar dan stem alloy. Kalau jatuh atau menghantam akan lebih kuat.

Catatan untuk handlebar, pilih yang agak “flare” atau melebar pada bagian drop (lengkungan). Misalnya Ritchey Evo Max. Membantu “pegangan” kita jadi lebih kuat saat di medan berat. Juga memberi ruang lebih bila ingin memasang tas melebar di depan handlebar.

Barengi juga handlebar ini dengan bartape yang tebal dan “lengket.” Karena Anda tidak ingin tangan sakit atau selip saat melewati medan rusak.

Mungkin, kalau ingin beli karbon, gunakan untuk seatpost. Alasannya supaya lebih nyaman. Seatpost karbon lebih “lentur” dalam meredam getaran.

Sebaliknya, saat memilih sadel, pilih yang rail-nya alloy atau metal. Karena sadel dengan rail karbon justru akan terasa lebih keras!

Bottle cage juga pilih yang metal. Model yang tradisional saja, karena lebih tangguh dan bisa lebih “menggigit” botol saat melewati medan berat. Harganya jauh lebih murah. Satu bottle cage besi harga bisa di bawah Rp 100 ribu!

Untuk urusan pedal adalah selera. Kalau dipakai on road, silakan pasang pedal normal road Anda. Tapi kebanyakan gravel bike dipasangi pedal MTB. Siapa tahu suatu ketika Anda pengin belok keluar dari aspal, pedal MTB akan lebih tahan. Serta sepatu MTB akan lebih nyaman ketika harus berjalan.

WHEELSET

Nah, ini yang bisa bikin bank pecah. Dalam sepeda model apa pun, upgrade paling terasa adalah wheelset. Dalam merakit gravel bike, dilemanya sama. Ada opsi karbon, alloy, serta berbagai ukuran aero.

Dalam memilih wheelset inilah kearifan Anda akan teruji. Seperti apa Anda akan menggunakan gravel bike Anda? Untuk di jalan, atau bakal sering diajak keluar jalan.

Produsen-produsen pun sekarang terus menggoda. Merek-merek karbon kondang dan mewah, seperti Zipp dan Enve, terus merilis wheelset karbon aero “khusus untuk gravel.”

Fulcrum Zero Disc Brake dengan ban Schwalbe 1 G-One ukuran 40 mm. 

Jadi, sepenuhnya pilihan Anda. Kalau mau terjangkau, alloy tetap pilihan utama. Dan sekarang, kebanyakan wheelset alloy disc brake sudah siap untuk dipakai gravel bike. Bisa dipasangi ban lebar, bisa dipasangi ban tubeless. Fulcrum Zero Disc Brake misalnya, bisa dipakai tubeless hingga lebar 50 mm!

Untuk keperluan sehari-hari, wheelset alloy disc brake standar sudah cukup. Karena yang mungkin lebih penting adalah pilihan ban!

Dengan sepeda gravel, Anda punya opsi ban begitu luas. Mau ban 25-28 mm untuk balapan road biasa? Bisa. Mau ban 30-35 untuk touring? Bisa. Mau ban off-road hingga 45 mm? Juga bisa.

Saran saya: Siapkan dua wheelset untuk dua kebutuhan. Satu dengan ban road normal, misalnya 28 mm. Satu lagi bisa untuk diajak ke medan rusak, misalnya 38-40 mm. Toh, mengganti wheelset hanya butuh waktu 1-2 menit. Karena memakai disc brake, tidak perlu menyetel ulang lebar rem seperti pada sistem rim brake.

Kabar baik: Kebanyakan ban untuk sepeda allroad (gravel) harganya lebih terjangkau daripada ban road.

LAIN-LAIN

Sepeda gravel modern benar-benar serbabisa. Kalau mau, bisa dipasangi rak depan dan belakang, atau tas touring di fork dan belakang. Jadi, Anda bisa ke toko sepeda, membeli rak depan atau belakang serta tasnya. Siapa tahu suatu saat Anda pengin gowes, lalu sekalian melarikan diri dari rumah! Wkwkwk… 

KESIMPULAN

Anda bingung mau beli sepeda? Gravel bike sekarang menjadi opsi all-in-one. Cukup punya satu sepeda bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan dan medan.

Kabar baiknya, harga gravel bike biasanya lebih terjangkau dari road bike kebanyakan. Karena tidak menuntut komponen mahal dan eksotis. Yang utama adalah fungsi dan ketangguhan, bukan keren atau tidak! (azrul ananda)

 

 

 


COMMENTS