Perubahan cuaca ekstrem di jalur pegunungan Pyrenees mengubah peta persaingan etape 4 Volta a Catalunya 2026 secara drastis. Etape yang seharusnya menjadi panggung para climber, justru kembali menjadi arena bagi spesialis sprinter. Etape ini akhirnya dimenangi pembalap NSN Cycling Team, Ethan Vernon, usai adu kecepatan yang ketat di Camprodon pada Kamis, 26 Maret 2026.

Awalnya, peloton dijadwalkan melahap tanjakan terjal menuju puncak Vallter 2000. Namun, hembusan angin kencang yang membahayakan memaksa penyelenggara memangkas rute. Keputusan darurat ini menjadi berkah tak terduga bagi para pembalap yang berorientasi pada kecepatan jangka pendek.

Baca Juga: Ronde van Brugge 2026: Dylan Groenewegen, Ban Bocor, dan 'Tangan Dingin' Marcel Kittel

Ineos Grenadiers mendominasi jalannya balapan sepanjang hari untuk melindungi pembalap andalan mereka, Dorian Godon. Namun, NSN Cycling Team mengambil alih perhatian publik dengan eksekusi lead-out berkelas. Memasuki satu kilometer terakhir, NSN berhasil mengambil alih barisan depan dengan menempatkan tiga pebalap sekaligus sebagai tameng bagi Vernon.

Pembalap Inggris Raya itu akhirnya meluncur serangan lebih awal sebelum tikungan Chicane terakhir yang berjarak 200 meter dari finish. Taktik ini terbukti krusial. Dengan mengamankan sisi dalam tikungan, Vernon memaksa Dorian Godon tertahan di belakangnya. Tidak ada celah bagi Godon untuk menyalip di lintasan lurus yang pendek.

"Rencana kami tidak berjalan mulus dalam tiga hari pertama, lalu kami seolah mendapat 'hadiah' peluang baru tadi malam. Seluruh tim sangat berkomitmen, dan kemenangan ini sangat berarti karena awalnya hari ini bukan untuk kami," ujar Vernon penuh emosi usai balapan.

Di balik persaingan memperebutkan etape, drama besar terjadi di perebutan klasemen umum (GC). Tom Pidcock (Pinarello-Q36.5) tampil sangat agresif. Dengan finish di posisi ketiga serta memenangi intermediate sprint, pebalap 26 tahun ini mengantongi bonus waktu sembilan detik.

Tambahan waktu tersebut cukup bagi Pidcock untuk menggusur Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe) dari posisi kedua klasemen umum. Evenepoel sendiri tampil dengan perban akibat kecelakaan hebat sehari sebelumnya, tetap menunjukkan mental juara dengan sempat mencuri bonus tiga detik di sprint pertama.

Hingga berakhirnya etape 4, Dorian Godon masih kokoh mengenakan kaos pemimpin klasemen. Akan tetapi, posisinya kini terancam oleh Pidcock yang kini hanya terpaut 13 detik di belakangnya.

Baca Juga: Pogacar: Hanya Kurang Paris-Roubaix

Etape 5 akan diprediksi akan menjadi titik balik bagi para climber untuk merebut GC. Para peserta akan menghadapi queen stage dengan rute full tanjakan. Rute dari La Seu d'Urgell menuju La Molina sejauh 155 Km akan melintasi lima tanjakan berat dengan elevation gain mencapai 4.556 meter.

Rute pegunungan ini sangat brutal karena para pembalap akan melewati lima tanjakan tajam: satu tanjakan kategori 2, tiga tanjakan kategori 1, dan penutupnya ialah pendakian Hors Categories (HC) menuju garis finish di Coll de Pal. Etape ini hampir tidak mungkin dimenangi seorang sprinter.  

Jalur ini akan menjadi salah satu penentuan penting untuk kandidat juara umum. Jonas Vingegaard jadi nama pertama yang digadang-gadang akan memenangi balapan ini sekaligus merebut pemimpin klasemen GC. Penantang utamanya ialah Joao Almeida (UAE Team EMirates-XRG), Remce Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe), atau Thomas Pidcock. (Mainsepeda)


​

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Volta a Catalunya 2026-Etape 4: Rute Dipangkas, Ethan Vernon Berjaya di Camprodon
Tour de France 2025: Empat Kali Juara, Pogacar Ancam Rekor Para Legenda!
​Ronde van Brugge 2026: Dylan Groenewegen, Ban Bocor, dan 'Tangan Dingin' Marcel Kittel
Resolusi 2020 Dealton: Ingin Lebih Tajam di ITT, Strong di Tur
Steven Kruijswijk Pimpin Jumbo-Visma di Giro d'Italia
Vuelta a Espana 2025, Etape 18: Ganna Melesat di Valladolid, Almeida Pangkas Waktu GC
Tour d'Indonesia 2020 Dibatalkan, Diganti 'Virtual Race'
Volta a Catalunya-Etape 3: Evenepoel Terjatuh, Vingegaard Tolak Menang demi Sportivitas
Andhina, Helen & Mitya Tuntaskan Tanjakan Setinggi 3,275 Meter di Taiwan
TC di Sidoarjo Dua Bulan, Tiga Pembalap Muda Manado Siap Bersaing di Antangin Bromo KOM X