Setelah merebut Milano-Sanremo Sabtu lalu (21/3), Tadej Pogacar sudah memenangi empat dari lima balapan "Monument".
Sebelumnya, dia sudah memenangi Il Lombardia lima kali, Liege-Bastogne-Liege tiga kali, dan Tour of Flanders dua kali.
Sekarang, hanya satu yang tersisa: Hell of the North alias balapan jalanan berbatu terkejam, Paris-Roubaix.
Baca Juga: Il Lombardia 2025: Pogacar 'Pentakill' dan Lampaui Rekor Legenda Italia
Tahun lalu, Pogacar nyaris menang. Setelah terjatuh dan mengalami ban bocor, dia "hanya" finish kedua di belakang Mathieu van der Poel. Pada April nanti, "Pogi" berniat menyempurnakan rekor Monument-nya.
"Kami telah melakukan persiapan besar pula untuk Roubaix. Kondisi saya baik dan saya akan berada di Flanders dan Roubaix dengan tim yang kuat. Kami akan mengejar kemenangan di kedua lomba", tegas sang juara dunia.
Bila berhasil, Pogi hanya akan menjadi pembalap keempat dalam sejarah yang sukses memenangi kelima Monument. Sebelum ini, hanya Rik Van Looy, Eddy Merckx, dan Roger De Vlaeminck yang mampu.
Baca Juga: Dramatis, Tadej Pogacar Taklukkan Milano-Sanremo 2026
Sebagai informasi, seseorang harus benar-benar jadi "allrounder" untuk bisa memenangi kelima Monument.
Il Lombardia dan Liege adalah untuk climber.
Milano-San Remo normalnya untuk sprinter.
Sedangkan Flanders dan Roubaix adalah untuk "strong man" di jalanan berbatu kasar.
Di usia 27 tahun, Pogi punya banyak waktu untuk menyempurnakan pencapaiannya! (mainsepeda)