Etape 3 Volta a Catalunya 2026 yang berlangsung pada Rabu, 25 Maret, menyuguhkan drama yang paling emosional musim ini. Insiden dramatis yang melibatkan dua nama besar: Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) dan Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe).
500 meter sebelum finish, Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe) mengalami kecelakan dan terjatuh saat sedang beradu kecepatan dengan Vingegaard. Tak ingin mengambil keuntungan, Vingegaard malah memilih menolak menang. Momen yang memunculkan gestur sportivitas tingkat tinggi dari bintang asal Denmark tersebut.
Di tengah drama tersebut, pebalap Ineos Grenadiers, Dorian Godon, tampil sebagai yang pemenang di garis finish, di Vila-seca, Spanyol. Ia mengungguli duo pembalap Inggris Raya, Ethan Vernon (NSN Cycling) dan Noah Hobbs (EF Education-EasyPost) dalam sprint pamungkas.
Baca Juga: Ronde van Brugge 2026: Dylan Groenewegen, Ban Bocor, dan 'Tangan Dingin' Marcel Kittel
Tensi balapan mulai memuncak saat Evenepoel melancarkan serangan eksplosif di turunan terakhir, sekitar 29 kilometer menjelang finis. Langkah berani ini langsung direspon cepat oleh Vingegaard. Keduanya sempat membuka gap hingga 30 detik, memaksa peloton besar bekerja ekstra keras untuk mengejar.
Akan tetapi, kolaborasi dua kandidat terkuat juara umum ini tidak berjalan harmonis. Evenepoel berulang kali menunjukkan gestur frustrasi di atas sepeda karena Vingegaard enggan memberikan bantuan tarikan di depan guna menjaga jarak aman dari kejaran peloton.
Harapan Evenepoel hancur saat ia melintasi sebuah bundaran di sisa 500 meter terakhir. Pebalap asal Belgia itu kehilangan kendali atas sepedanya hingga terjatuh dengan keras ke aspal. Ia pun terpaksa merelakan peluang memenangi etape sekaligus merebut kaus pemimpin klasemen (GC).
Alih-alih memanfaatkan momentum tersebut untuk melesat sendirian ke garis finish, Vingegaard justru menunjukkan sisi kemanusiaannya. Pebalap asal Denmark itu memutuskan untuk melambat dan tidak melanjutkan serangan setelah melihat rivalnya terjatuh.
"Situasinya terlihat mengerikan, saya sangat berharap dia (Evenepoel) baik-baik saja. Jelas saya tidak ingin mengambil keuntungan dari situasi seperti itu. Saya memutuskan untuk menunggu peloton," tegas Vingegaard usai balapan. "Saya harap dia bisa terus membalap besok," tambahnya.
Sesaat setelah kecelakaan, siku Evenepoel terlihat mengalami pendarahan. Namun, kondisinya dipastikan baik-baik saja usai menyapa media di bus timnya. Di sana, ia pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Saya ingin mengalihkan pegangan ke bawah untuk sprint, tapi kemudian ada lubang besar di jalan. Saya tidak melihatnya. Itu membuat pegangan saya terlepas dari handlebar," tutur Evenepoel.
Meskipun demikian, juara dunia individual time trial (ITT) itu tidak memastikan secara jelas apakah kondisinya memungkinkan untuk melanjutkan balapan. Tampaknya tim kesehatan tim masih harus mengobservasi lebih jauh terkait kondisi Evenepoel.
Baca Juga: Pogacar: Hanya Kurang Paris-Roubaix
Di sisi lain, Melambatnya Vingegaard menjadi celah bagi pembalap lain. Dorian Godon yang berada dalam kondisi top form langsung meluncurkan sprint jarak jauh yang tak mampu dibendung lawan-lawannya.
Kemenangan ini memperkokoh posisi Godon di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 11 detik. Meski terjatuh, Evenepoel tetap berada di peringkat kedua klasemen umum (GC) berkat bonus detik yang ia raih di segmen sprint menengah sebelumnya. Ia kini tertinggal 11 detik dari Godon, disusul Tom Pidcock (Pinarello-Q36.5) di posisi ketiga dan Vingegaard di posisi keempat dengan selisih 18 detik. (Mainsepeda)
Results powered by FirstCycling.com