Pengalaman dan ikatan batin dengan lintasan menjadi kunci kemenangan Magnus Cort (Uno-X Mobility) pada etape kedua Volta a Catalunya 2026, Selasa, 24 Maret 2026. Melalui perhitungan sprint yang presisi di Banyoles, pebalap asal Denmark tersebut sukses meredam ambisi pebalap muda Noa Isidore (Decathlon-AG2R La Mondiale) dalam pertarungan final yang dramatis.

Etape sejauh 167,4 km yang dimulai dari Figueres ini berlangsung sangat taktis. Drama memuncak satu kilometer menjelang garis finish saat pelarian terakhir, Liam Slock (Lotto-Dstny), akhirnya tertelan oleh arus peloton balapan.

Adu mekanik dimulai pada 500 meter terakhir. Ivo Oliveira (UAE Team Emirates) sempat meluncurkan serangan jarak jauh yang mengejutkan, namun tenaga pebalap Portugal itu terkuras lebih cepat sebelum mencapai garis putih. Di saat itulah, Magnus Cort menunjukkan kelasnya.

Baca Juga: Dorian Godon "Curi" Kemenangan Remco Evenepoel di Etape Pembuka Volta a Catalunya

Pembalap 33 tahun itu beraksi tepat waktu, mengambil alih pimpinan lomba saat balapan menyisakan 150 meter. Meski ditempel ketat oleh Isidore dan Francesco Busatto (Alpecin-Deceuninck), laju Cort tak tergoyahkan hingga menyentuh garis finish.

Bagi Cort, ini adalah kemenangan ke-35 dalam karier profesionalnya, sekaligus yang ke-13 yang ia raih di tanah Spanyol. Meski ia adalah pembalap asal Norwegia, kemenangan di Catalunya memiliki makna yang jauh lebih mendalam daripada sekadar statistik.

"Ini seperti menang di rumah sendiri. Saya tinggal di sini selama bertahun-tahun saat baru memulai karier profesional. Saya sudah melewati jalanan ini jutaan kali saat sesi latihan. Saya selalu bermimpi bisa menang di sini," ungkap Cort penuh emosi di atas podium.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi langit kepada rekan setimnya di Uno-X Mobility. Anders Skaarseth menjadi aktor intelektual yang membawa Cort dari barisan belakang menuju posisi ideal di sisa 1,5 km terakhir. "Kerja sama tim yang luar biasa," tegasnya.

Baca Juga: Pogacar: Hanya Kurang Paris-Roubaix

Meski Cort menguasai panggung di Banyoles, singgasana klasemen umum (General Classification) masih menjadi milik Dorian Godon (Ineos Grenadiers). Sang pemenang etape pertama itu finis di posisi keempat dan sukses mempertahankan jersey pemimpin klasemen.

Godon kini memegang keunggulan 10 detik atas Magnus Cort yang merangsek ke posisi kedua klasemen. Sementara itu, sang juara dunia Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe) terus membayangi di posisi ketiga dengan selisih 4 detik, disusul Tom Pidcock di posisi keempat dengan selisih 6 detik dari puncak.

Persaingan diprediksi akan semakin memanas saat balapan memasuki medan pegunungan tinggi di etape-etape mendatang, di mana para spesialis tanjakan murni mulai akan unjuk gigi. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 4: Narvaez Menang Sprint, Ciccone Rebut Jersey Pink
Wadow, Nike Terjun ke Arena Sepatu Indoor Cycling
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Nggravel Blitar 2025: Prakiraan Cuaca Bakal Hujan, Justru Jadi Perbincangan
Karya Terbaru Nurmi Pandit, Mewah dengan Gold Leaf
Cerita Debutan Bromo KOM 2026: Rela Long Ride demi Latihan Tanjakan Hingga Jual Helm Kesayangan
Kesalahan Cyclist Pemula: Duduk Mengangkang, Celana Dalam, atau...
Polda Jatim Kembali Jadi Titik Start, Bromo KOM 2026 Jadi Rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara
Tips Memperkuat Otot dengan Gym