EF Education-EasyPost tidak sering mencuri panggung pemenang dalam balapan sprint di level WorldTour UCI, namun kali ini ada pengecualian. Leadout dan sprint sempurna mengantarkan Luke Lamperti, pembalap tim asal Amerika Serikat itu, untuk memenangi etape 1 Paris-Nice 2026 pada Minggu, 8 Maret 2026. 

Ini bukan kemenangan biasa. Bagi Lamperti, finish terdepan di Carrieres-sous-Poissy adalah prestasi terbesar dalam karier bersepedanya sejauh ini. Kemenangan pertamanya di level WorldTour UCI. 

"Ini adalah kemenangan terbesar di karier saya. Sangat penting untuk menjaga momentum sebagai sprinter. Jadi ini adalah awal yang baik," kata pembalap 23 tahun itu. 

Baca Juga: Strade Bianche 2026: Tadej Pogacar Lampaui Rekor Cancellara

Nama Lamperti memang tidak banyak diperhitungkan. Ia kalah bersinar dari nama-nama sprinter top dunia yang hadir di Paris-Nice 2026. Contohnya sprinter terbaik terbaik Tour de France 2024, Biniam Girmay. Meskipun demikian, Lamperti menunjukkan kemampuan untuk dapat bersaing di garis terdepan. 

Start balapan dimulai di Acheres dengan peloton yang masih terjaga ketika melewati Km 100. Tak selang lama, enam pembalap melakukan breakaway : Luke Durbridge, Mathis Le Berre, Sebastien Grignard, Patrick Gamper, Casper Pedersen dan Max Walker. Meski tanpa nama besar di dalamnya, grup ini terus memimpin balapan sebelum tersusul peloton di 2 kilometer terakhir. 

EF Education-EasyPost merangsek ke depan pada belokan terakhir. Marijn van den Berg melakukan leadout yang sempurna untuk memberikan kesempatan Lamperti melakukan sprint pamungkas. Strategi itu berjalan apik. Laju Lamperti gagal terbendung lawan-lawannya. Vito Braet (Lotto Intermarche) serta Orluis Aular (Movistar) harus rela mengisi podium kedua dan ketiga. Sedangkan, Girmay hanya finish di posisi kelima setelah usaha sprint-nya terhalang cyclist lain.

"Kami mencoba bersama karena di situasi seperti itu, anda dapat dengan mudah terlibat kecelakaan. Kami mengambil posisi yang baik di tikungan terakhir. Saya menyerang sedikit lebih awal, tapi beruntung kaki saya melanjutkan sprint itu," tambah Lamperti. 

Baca Juga: Preview Paris-Nice 2026: Ujian Pertama Vingegaard, Juan Ayuso Bisa Jadi Kuda Hitam

Hasil ini membuat pembalap Amerika Serikat itu berhak atas jersey kuning tanda pemimpin klasemen umum (GC) di etape selanjutnya. Ia unggul 4 detik dari Braet dan 6 detik dari Aular berkat bonus kemenangan. Sementara itu, kandidat utama juara umum, Jonas Vingegaard dan Juan Ayuso, finish di antara peloton besar. Mereka masing-masing tertinggal 10 detik dari Lamperti di klasemen GC. 

Etape 2 masih akan didominasi oleh para sprinter. Jalurnya flat dengan rolling tipis. Rute akan dimulai dari Epone dan berakhir di Montargis dengan jarak 187 Km. (Mainsepeda)

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Tour de France 2026-Etape 17: Philipsen Menang, Duel Green Jersey Makin Sengit
Florian Lipowitz Cedera dan Harus Tinggalkan Tour de France 2026
Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Kolom Azrul Ananda: Misteri Tanjakan Bromo
Tour de France Terapkan Tes Anti-Doping Massal, Semua Pembalap Diperiksa ITA
Cyclist Favorit: Kisah Patricia Membelah Pulau Sulawesi
Tour de France 2026: UCI Pertahankan Tes Doping Dini Hari Meski Panen Kritik
Buat Ngebel KOM 2026, PT KAI Siapkan Kereta Khusus dan Layanan Bagasi Sepeda
HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel
Pogacar Sedih Vingegaard Out dari Tour de France, Singgung Tes Anti-Doping