Gelaran ke-84 Paris-Nice resmi dimulai Minggu, 8 Maret 2026. Balapan pembuka musim semi yang dijuluki Race to the Sun ini menjanjikan tantangan berbeda. Melewati delapan etape dari Achères menuju Nice, rute tahun ini didesain lebih "kejam" bagi para spesialis tanjakan murni (pure climber).
Penyelenggara melakukan transformasi rute yang signifikan. Alih-alih didominasi jalan datar dan pegunungan, Paris-Nice 2026 lebih banyak mengeksplorasi jalur rolling perbukitan. Secara teknis, total jarak membengkak menjadi 1.229,9 km, lebih panjang 55 km dari edisi 2025. Total elevasinya pun naik tajam mencapai 15.720 meter.
Baca Juga: Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
Ujian TTT dan Queen Stage
Karakter agresif sudah tersaji sejak etape pertama di Carrières-sous-Poissy yang penuh tanjakan pendek. Etape kedua menuju Montargis menjadi satu-satunya bonus bagi para sprinter, meski ancaman angin kencang (echelons) di dataran Gatinais siap memecah peloton.
Titik krusial pertama ada di etape ketiga: Team Time Trial (TTT). Hasil di sini akan menjadi fondasi klasemen General Classification (GC). Menariknya, format TTT ini juga akan diadopsi pada Tour de France mendatang.
Peta rute Paris-Nice 2026.
Queen stage atau etape paling sulit akan berlangsung pada etape ketujuh. Akibat agenda pemilihan umum, rute digeser melintasi sisi luar kota dari Promenade des Anglais menuju puncak Auron. Ini adalah satu-satunya etape pegunungan murni. Tanjakan menuju Auron sangat menguji daya tahan dengan panjang 55 km, ditutup final climb kategori 1 sepanjang 7,4 km dengan gradien rata-rata 7,1 persen.
Profil rute etape 7 Paris-Nice 2026 yang merupakan queen stage. (Source: procyclingstats)
Vingegaard Unggulan Utama
Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) tetap menjadi unggulan teratas. Namun, sang juara bertahan Vuelta a Espana itu menghadapi situasi sulit. Minimnya etape pegunungan curam membuat keunggulan alaminya terpangkas.
Apalagi, persiapan Vingegaard terganggu insiden kecelakaan saat latihan akibat ulah penggemar yang melakukan wheel-sucking. "Latihan berjalan baik dan kami datang dengan tim kuat. Sebagai pembalap, target saya selalu menang," tegas Vingegaard.
Jonas Vingegaard jadi unggulan utama memenangi Paris-Nice 2026.
Baca Juga: Pogacar Berambisi Juara Strade Bianche Keempat Kali, Pembalap 19 Tahun Jadi 'Kuda Hitam'
Ancaman terbesar datang dari Juan Ayuso. Jagoan Spanyol yang kini membela Lidl-Trek itu sedang dalam performa puncak usai menjuarai Volta ao Algarve. Ia dikawal super domestique tangguh seperti Mathias Vacek dan spesialis TTT Jakob Söderqvist.
Meski UAE Team Emirates-XRG kehilangan Joao Almeida karena sakit, mereka masih memiliki kartu as pada diri Brandon McNulty dan Pavel Sivakov. Jangan lupakan duet maut Red Bull-BORA-hansgrohe, Daniel Martinez dan Aleksandr Vlasov, yang bisa menciptakan kejutan.
Di sektor adu cepat, Mads Pedersen, Olav Kooij, dan Biniam Girmay diprediksi akan bertarung sengit di etape-etape sprint. Sebanyak 22 tim akan bersaing membuktikan siapa yang paling siap sebelum memasuki kalender balapan klasik dan Grand Tour musim ini. (Mainsepeda)
Data powered by FirstCycling.com