Giro d’Italia 2026-Etape 19: Sepp Kuss Menang di Dolomites, Lengkapi Koleksi Grand Tour

Sepp Kuss (Sepp Kuss (Visma-Lease a Bike)) menorehkan sejarah baru dalam kariernya setelah memenangi etape 19 Giro d’Italia 2026 yang berlangsung dramatis di kawasan pegunungan Dolomites, Jumat (29/5/).

Kemenangan tersebut sekaligus melengkapi koleksi kemenangan etape Grand Tour miliknya setelah sebelumnya sukses merebut etape di Tour de France dan Vuelta a Espana.

Etape “queen stage” yang dikenal sebagai lintasan paling berat di Giro tahun ini menjadi panggung dominasi tim Visma-Lease a Bike. Kuss tampil impresif setelah bergabung dalam rombongan breakaway berisi 26 pembalap sejak tanjakan kategori pertama dimulai.

Giulio Ciccone (Lidl-Trek) sempat menciptakan kejutan usai melesat sendirian pada turunan panjang menuju tanjakan terakhir Piani di Pezzè. Ciccone bahkan unggul hingga satu menit atas kelompok pengejar dan terlihat berpeluang besar meraih kemenangan.

BACA JUGA: Jamin Kelancaran Bromo KOM 2026, Ratusan Personel Kepolisian Siap Amankan Rute

Namun, Kuss menunjukkan kualitasnya di momen krusial. Ia meningkatkan tempo secara agresif pada tanjakan penutup dan berhasil mengejar sekaligus meninggalkan Ciccone untuk finis sendirian di garis akhir.

“Saya sempat berpikir semuanya sudah berakhir ketika Ciccone menciptakan jarak satu menit. Jujur saja, saya sedikit kehilangan motivasi, tetapi saya mencoba fokus untuk menaklukkan tanjakan secepat mungkin,” ujar Kuss seusai balapan.

Pembalap Lidl-Trek lainnya, Derek Gee-West, finis di posisi kedua setelah tampil konsisten sepanjang tanjakan terakhir dan sukses memangkas waktu penting dalam klasemen umum. Sementara Ciccone harus puas berada di posisi ketiga setelah kembali gagal mengamankan kemenangan etape.

Keberhasilan Kuss menjadi kemenangan etape kelima bagi Visma-Lease a Bike di Giro d’Italia 2026. Sebelumnya, Jonas Vingegaard sudah lebih dulu mendominasi balapan dengan empat kemenangan finis puncak sekaligus memperkuat cengkeramannya atas maglia rosa.

Pada etape ini, Vingegaard kembali tampil solid dengan meredam setiap serangan dari Felix Gall dan Jai Hindley. Sebaliknya, Thymen Arensman menjadi pembalap yang paling dirugikan setelah kehilangan posisi podium klasemen umum akibat disalip Hindley.

Kuss mengakui bahwa melengkapi kemenangan etape di tiga ajang Grand Tour bukanlah target utama musim ini. Fokus utamanya tetap membantu Vingegaard mengamankan gelar Giro d’Italia.

“Target utama kami adalah membawa Jonas memenangkan jersey merah muda dan sejauh ini semuanya berjalan sangat baik. Ketika tim memberi tahu saya bahwa saya memiliki kesempatan masuk breakaway, saya tahu saya harus memanfaatkannya,” kata Kuss.

BACA JUGA: Usia Bukan Alasan, Peserta Kategori Men 60+ Ini Punya Menu Latihan Serius Menuju Bromo KOM 2026

Ia juga menyatakan bahwa pencapaian tersebut sebagai mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan setelah bertahun-tahun berjuang di level tertinggi balap sepeda dunia.

“Ini selalu menjadi impian saya. Namun setiap tahun persaingan semakin sulit. Saya berkembang, tetapi pembalap lain juga berkembang. Karena itu kemenangan ini terasa sangat spesial,” lanjutnya.

Momen emosional terjadi saat Kuss menjalani wawancara usai lomba. Pembalap berusia 31 tahun itu tampak terharu karena sang ibu hadir langsung di garis finis.

“Saya tahu ibu saya berdiri sekitar 500 meter dari garis finis. Itu memberi saya kekuatan tambahan,” ujar Kuss sambil menahan haru.

Ia kemudian mendedikasikan kemenangan tersebut untuk keluarga dan sahabat yang jarang ditemuinya karena jadwal balapan dan latihan yang padat sepanjang musim.

“Saya hanya bisa bertemu keluarga beberapa minggu dalam setahun. Sulit menjaga hubungan ketika harus terus berpindah negara untuk balapan. Kemenangan ini untuk mereka,” tutur Kuss.

Balapan Giro d’Italia 2026 masih menyisakan satu etape pegunungan pada Sabtu (30/5), yang menjadi peluang terakhir bagi para pesaing di klasemen umum untuk mengguncang posisi Vingegaard. (mainsepeda)


COMMENTS