Bromo KOM 2026 resmi dimulai, Sabtu pagi, 6 Juni 2026. Sebanyak sekitar 1.000 cyclist dari 319 komunitas, 121 kota, 26 provinsi, dan 14 negara dilepas dari pelataran Mapolda Jawa Timur untuk memulai perjalanan menuju Wonokitri, Bromo.
Di tengah antusiasme para peserta, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan harapannya agar Bromo KOM terus diselenggarakan setiap tahun. Menurutnya, event ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga telah memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan daerah di Jawa Timur.
"Semoga tiap tahun lebih baik dan lebih banyak pesertanya dari berbagai daerah dan negara," ujar Nanang, yang juga ikut bersepeda sebagai road captain.
Tahun ini menjadi penyelenggaraan edisi ke-12 Bromo KOM. Sejak pertama kali digelar pada 2014, event yang kerap dijuluki "naik hajinya cyclist" tersebut telah berkembang menjadi salah satu event sepeda paling bergengsi di Indonesia.
Mapolda Jawa Timur sendiri kembali menjadi titik start Bromo KOM. Dukungan Polda Jatim terhadap event ini bukan hal baru. Sejak penyelenggaraan perdana, Mapolda Jatim telah berulang kali menjadi lokasi start bagi ribuan cyclist yang datang dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto memberikan sambutan sebelum melepas start ribuan peserta Bromo KOM 2026.
Founder Mainsepeda, Azrul Ananda, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Polda Jawa Timur terhadap Bromo KOM.
Menurutnya, konsistensi dukungan dari berbagai pihak, termasuk Polda Jatim, menjadi salah satu faktor yang membuat Bromo KOM mampu bertahan dan terus berkembang hingga memasuki tahun ke-12 penyelenggaraan. "Kita tahun pertama start di sini (Mapolda Jatim) dan kini kembali lagi di sini," kata Azrul.
Azrul juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para cyclist masih menjadikan Bromo KOM sebagai agenda bersepeda tahunan. Serasa menjadi event yang wajib diikuti. Hal itu dibuktikan dari jumlah peserta yang konsisten tiap tahun di atas seribu peserta. Tak sedikit mereka yang sudah beberapa kali ikut Bromo KOM. Meskipun banyak juga yang berstatus sebagai debutan.
“Terima kasih menjadikan Bromo KOM sebagai event sepeda dengan jumlah peserta terbanyak,” katanya di garis start.
Ia berpesan pada para peserta untuk menjaga keselamatan. "Saya rasa sudah banyak yang tahu karakteristik tanjakan Bromo KOM. Saya berharap para peserta tetap waspada, baik yang datang sebagai debutan maupun yang sudah berpengalaman. Apalagi kali ini terselenggara di Juni yang cuacanya sulit diprediksi," jelas Azrul.

Konsep Bromo KOM tahun ini tetap mempertahankan format yang telah menjadi ciri khas sejak pertama kali digelar. Peserta akan bersepeda bersama menuju pit stop di Taman Ria Suropati, Pasuruan. Setelah beristirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi Start KOM Challenge di kawasan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.
Dari titik itulah tantangan sesungguhnya dimulai.
Peserta akan berlomba menaklukkan segmen KOM Challenge sepanjang 24,6 kilometer menuju Wonokitri. Tanjakan legendaris tersebut memiliki elevasi total 1.634 meter dengan gradien maksimum mencapai 20 persen, menjadikannya salah satu rute tanjakan paling ikonik sekaligus menantang di Indonesia.
Lebih dari sekadar perlombaan, Bromo KOM telah berkembang menjadi ajang pertemuan para pesepeda rekreasional, penghobi sepeda, hingga atlet profesional. Tidak heran jika event ini kemudian dikenal sebagai "naik hajinya cyclist", sebuah simbol pencapaian yang ingin dirasakan para pesepeda setidaknya sekali dalam hidup mereka.
Semangat kompetitif tetap menjadi bagian penting dari Bromo KOM melalui KOM Challenge, yakni perlombaan menaklukkan tanjakan menuju Wonokitri dalam waktu tercepat. Bromo KOM 2026 mempertandingkan kategori elite dan kelompok umur untuk peserta pria maupun wanita.
Menariknya, Bromo KOM 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Bhayangkara. Selain itu, terdapat kategori khusus TNI/Polri yang tahun ini dibagi menjadi dua kelompok usia, yakni Men 39 and Under serta Men 40 and Up.
“Event ini cukup bergengsi dan konsisten digelar. Karena itu kami berharap Bromo KOM dapat ikut memeriahkan rangkaian HUT Bhayangkara tahun ini,” ujar Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., yang juga dikenal sebagai seorang cyclist aktif.
Persaingan di kategori Men Elite dipastikan berlangsung sengit. Juara bertahan Abdul Soleh akan mendapatkan tantangan dari sejumlah atlet nasional yang tengah berada dalam performa terbaiknya.
Di antaranya adalah Dimas Nur Fadhil, juara umum Tour de Algerie Cycliste 2026, Muhammad Raihan Maulidan yang meraih medali emas SEA Games 2025, serta Agung Ali Sahbana, peraih medali emas SEA Games 2007 dan 2013.
Dominasi para pembalap road tersebut juga akan diuji oleh sejumlah nama yang dikenal sebagai spesialis ultra cycling. Mereka antara lain Yusuf Kibar, juara Bentang Jawa 2024, Zidan Attala Nouval Hidayat, hingga Arfiana Khairunnisa.
Konsistensi penyelenggaraan sejak 2014 menjadi salah satu alasan mengapa Bromo KOM terus mendapat tempat di hati para cyclist. Meski sempat tidak digelar saat pandemi Covid-19, event ini kembali hadir dan terus diselenggarakan setiap tahun hingga memasuki edisi ke-12 pada 2026.
Lebih dari satu dekade penyelenggaraan, Bromo KOM juga telah berkembang menjadi salah satu ajang sport tourism paling berpengaruh di Indonesia. Ribuan peserta yang datang setiap tahun turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM di sepanjang rute event.
Karena itu, Bromo KOM tidak hanya menjadi salah satu event sepeda paling bergengsi di Indonesia, tetapi juga menjadi contoh bagaimana olahraga mampu mendorong pariwisata dan perekonomian daerah secara berkelanjutan.(mainsepeda)