Dari kiri ke kanan: Eko Febianto, Sugeng Wahyudi dan Dwi Trijono gayeng bercerita keseruan mengikuti Malang Century Journey 2025 setelah finis terdepan. Mereka finis kurang dari 6 jam.

---

Malang Century Journey 2025 yang digelar Minggu, 30 November 2025, memang bersifat non-kompetitif. Namun, sejumlah cyclist berupaya mencatatkan waktu terbaiknya. Ada tiga cyclist yang berhasil finis pertama. Mereka datang ke titik finis di Taman Rekreasi Kota (Tarekot) pada pukul 11.58 WIB.

Dari data check-in yang ada di titik finis, Eko Febianto, cyclist asal Surabaya menjadi yang pertama menuntaskan tantangan Malang Century Journey 2025.

Eko mampu menyelesaikan rute sejauh 163 Km hanya dalam waktu kurang dari enam jam. Dia adalah Eko Febianto, cyclist asal Surabaya. 

Eko tiba di lokasi finish Taman Rekreasi Kota (Tarekot) pada pukul 11.58 WIB. Menit berikutnya, lajunya diikuti dua finisher lain, yakni Sugeng Wahyudi dan Dwi Trijono.

Usai menyelesaikan Malang Century Journey 2025, Eko tak menampik ingin full gas sejak awal. Jarak rutenya mirip porsi latihannya sehingga ia ingin mencatatkan waktu terbaiknya.

"Finish enam jam masih sesuai dengan latihan saya," ungkapnya. 

Eko menyebut kompetisi di event-event Mainsepeda sudah terlanjur kental. Dan hal itu membuatnya bersemangat, meski mengetahui event ini tanpa penentuan gelar juara. 

"Memang Mainsepeda itu hebat loh ya. Event non-kompetitif maupun kompetitif saat dimulai sudah kabur sendiri-sendiri, bahkan sampai dibela-belain di CP 1 gak istirahat, CP2 gak makan," imbuhnya.

Baca Juga: Malang Century Journey 2025: Diikuti 600 Lebih Cyclist, Jadi Ajang Gathering di Penghujung Tahun

Sementara itu, Sugeng yang jadi finisher kedua punya motivasi lain. Targetnya bukan ingin mengalahkan cyclist lain, melainkan karena bike computer-nya. "Bike computer saya kalau enam jam pasti mati," candanya.

Sementara itu, apresiasi tinggi bisa diberikan kepada Dwi Trijono. Dengan usia yang hampir menyentuh kepala enam, ia sanggup finis di tiga besar. Selain itu, Dwi lebih dikenal sebagai ultra-cyclist yang sejatinya lebih mementingkan endurance daripada power

"Memang evaluasi saya, bahwa butuh power juga. Dan latihan power-nya dengan yang pendek-pendek ini," kata Dwi. 

Perihal usia yang semakin matang, tapi juga semakin hebat bersepeda, cyclist yang juga seorang pemuka agama Islam ini menilai itu faktor kesekian baginya. Fokus utamanya hanyalah kesehatan. Terlebih Dwi sempat mengalami sakit lumpuh karena penyakit langka, Guillain-Barre Syndrome (GBS), pada 2020 lalu.

"Bersepeda itu sangat terasa bagi tubuh saya. Setelah rajin bersepeda hasil medical check up saya selalu bagus," imbuhnya.

Baca Juga: Guyub Menikmati Rute-Rute Seru Malang Century Journey 2025

Malang Century Journey 2025 merupakan event kolaborasi antara Mainsepeda dan Pemerintah Kota Malang. Seluruh peserta akan memulai start di Balai Kota Malang pada Minggu, 30 November 2025, pukul 06.00 WIB.

Sementara, Cut off Time (CoT) dari gelaran ini berlangsung selama hampir 12 jam. Nantinya, para cyclist akan melewati rute sepanjang kurang lebih 162 kilometer dengan total elevation gain (EG) sekitar 1.200 meter.(mainsepeda)

Populer

Bentang Jawa Lunas
Malang Century Journey 2025: Berjuang Pasca Cedera, Alumnus DBL All-Star Debut di Event Mainsepeda
Balifellas CC, Bangun Persahabatan di Pulau Dewata via Bersepeda 
Malang Century Journey 2025: Mengundang Rasa Penasaran Cyclist Lokal
Kolom Sehat: Remco ke Bora, Saya ke Carita
Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025: Rute Serupa, Sensasi Selalu Berbeda
Malang Century Journey 2025 Start, Azrul Ananda: Selamat Menikmati Rute ‘Lucu’ yang Telah Menanti
Malang Century Journey 2025: Diikuti 600 Lebih Cyclist, Jadi Ajang Gathering di Penghujung Tahun
Hadi Tombro Kejar Peluang Turun di Kejuaraan Dunia Gravel UCI Lewat Dustman 2025
Guyub Menikmati Rute-Rute Seru Malang Century Journey 2025