Debut manis dicatatkan Mathieu van der Poel dalam ajang pembuka balapan Klasik di Belgia, Omloop Het Nieuwsblad 2026, Sabtu, 28 Februari. Bintang asal Belanda tersebut merengkuh kemenangan setelah melancarkan serangan tunggal yang menentukan di tanjakan ikonik Muur van Geraardsbergen. Kemenangan ini menegaskan dominasi Van der Poel di segmen jalanan berbatu (cobbles).
"Saya senang. Ini adalah tujuan dari tim karena kami belum pernah menjuarai ini. Dan saya melakukannya di balapan pertama saya," kata pembalap Alpecin-Premier Tech itu.
Balapan diwarnai suhu dingin, hujan, jalanan licin, dan angin kencang yang berhembus dari sisi samping (crosswinds). Hal ini menyebabkan beberapa kali insiden kecelakaan massal.
Baca Juga: Komunitas Lokal Antusias Sambut Nggravel Blitar 2026
Akan tetapi, Van der Poel tetap berada dalam posisi strategis untuk mengendalikan keadaan. Momen krusial terjadi di Molenberg. Florian Vermeersch melakukan akselerasi di atas jalanan berbatu (cobbles). Sempat terjadi insiden salah satu pembalap Tudor tergelincir, namun Van der Poel mampu menghindarinya hingga dapat mengejar Vermeersch. Setelahnya, grup terdepan diisi trio pembalap, termasuk Tim van Dijke (Red Bull-Bora-Hansgrohe) yang berhasil menyusul kedua kompetitornya itu.
Meski tim-tim besar seperti Visma-Lease a Bike dan Soudal-QuickStep berupaya keras mengorganisasi pengejaran, keunggulan grup terdepan terus melebar. Terutama setelah kecelakaan hebat di grup pengejar mengganggu momentum mereka. Matthew Brennan (Visma Lease a Bike) terjatuh di tengah peloton, menyebabkan efek domino ke pembalap lain.
Van der Poel saat leading di tanjakan Muur di Geraardsbergen. (Source: Getty Images)
Memasuki tanjakan legendaris Muur di Geraardsbergen, Van der Poel tidak lagi menunggu. Ia mengambil alih pimpinan balapan di lereng terjal yang bersegmen cobbles, meninggalkan Vermeersch dan Van Dijke. Juara dunia Cyclo-croos delapan kali itu memang sulit tertandingi di jalur berbatu.
Sisa 12 kilometer menuju garis finish di Ninove, Van der Poel tak terkejar dalam pelarian solonya. Di belakangnya, Van Dijke harus puas berada di posisi kedua dengan catatan 22 detik lebih lambat dari Van der Poel. Sementara, Vermeersch mengisi podium terakhir.
Baca Juga: Jonas Vingegaard Comeback di Paris-Nice 2026
"Saya hanya fokus terhadap diri saya sendiri, terlebih jalanannya sangat licin. Saya harus mengeluarkan kekuatan lebih banyak. Jadi setelah dari sana (Muur), saya tancap gas hingga garis akhir," imbuhnya.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat memanasnya perebutan gelar di balapan-balapan springs classic yang lain musim ini. Akhir April nanti, The Flying Dutchman, julukan Van der Poel, akan menantang sprinter terbaik Visma Lease a Bike, Wout van Aert dan sang juara dunia road race 2026, Tadej Pogacar, di balapan monumental klasik, Milan-Sanremo. (Mainsepeda)
Results powered by FirstCycling.com