Giro d’Italia 2026-Etape 17: Michael Valgren Raih Kemenangan Grand Tour Perdana

Michael Valgren menuntaskan penantian panjangnya di ajang Grand Tour setelah merebut kemenangan etape ke-17 Giro d'Italia 2026, Rabu (27/5). Pembalap EF Education-EasyPost itu tampil impresif dalam balapan menuju Andalo, dengan serangan penentu di 500 meter terakhir yang tak mampu dikejar para rivalnya.

Kemenangan tersebut terasa emosional bagi pembalap asal Denmark berusia 34 tahun itu. Sesaat setelah melintasi garis finis, Valgren mengangkat jimat keberuntungan buatan sang putra sebagai bentuk selebrasi atas keberhasilan terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir.

Valgren finis terdepan mengungguli Andreas Leknessund (Uno-X Mobility) dan Damiano Caruso (Bahrain Victorious). Sementara Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) masih mempertahankan posisi teratas klasemen umum (GC) Giro d'Italia 2026.

BACA JUGA: Jamin Kelancaran Bromo KOM 2026, Ratusan Personel Kepolisian Siap Amankan Rute

Balapan berlangsung agresif sejak awal etape dengan sejumlah serangan yang terus bermunculan. Situasi semakin menarik ketika kelompok breakaway mampu menjaga keunggulan hingga garis akhir di tengah kondisi jalan licin akibat hujan.

Memasuki 20 kilometer terakhir, Valgren bekerja sama dengan Einer Rubio (Movistar) untuk menjaga jarak dari kelompok pengejar. Keduanya memimpin balapan saat memasuki tanjakan terakhir menuju Andalo dengan kemiringan mencapai delapan persen.

Namun, strategi Valgren berbeda. Ia tidak ingin mempertaruhkan kemenangan lewat sprint akhir. Ketika balapan menyisakan sekitar 500 meter, Valgren melancarkan akselerasi mendadak dan langsung meninggalkan rombongan pengejar. Rubio akhirnya tertangkap, sementara Valgren melaju sendirian menuju finis.

Kemenangan ini menjadi etape Grand Tour pertama dalam karier Valgren. Hasil tersebut terasa semakin spesial mengingat perjalanan berat yang pernah dialaminya pada 2022. Pada saat itu, ia mengalami kecelakaan parah di Route d'Occitanie yang membuatnya menderita patah tulang panggul, dislokasi pinggul, hingga robekan ligamen lutut.

"Orang-orang mengira saya cepat, padahal sebenarnya saya cukup lambat. Ini memang gaya saya. Ketika kondisi kaki sedang bagus, saya bisa sangat kompetitif," katanya usai balapan.

BACA JUGA: Usia Bukan Alasan, Peserta Kategori Men 60+ Ini Punya Menu Latihan Serius Menuju Bromo KOM 2026

Valgren juga mengaku sempat frustrasi karena para pembalap di grup depan tidak bekerja sama sepanjang balapan. "Itu hari yang aneh. Grupnya besar, tetapi kami tidak benar-benar bekerja sama. Saya sempat kesal dan berpikir kenapa kami tidak benar-benar balapan saja," ujarnya.

Damiano Caruso sebelumnya sempat menjadi motor serangan pada paruh akhir etape. Pembalap veteran Italia itu tampil agresif saat melewati turunan pegunungan dan membawa grup breakaway berisi delapan pembalap terbentuk sekitar 30 kilometer menjelang finis.

Caruso kembali menekan saat melewati tanjakan Andalo-Lever dengan sisa 17 kilometer. Igor Arrieta sempat mengikuti roda belakangnya, sementara Valgren dan Rubio terus menjaga ritme di depan.

Persaingan menuju finis kemudian semakin sengit setelah Aleksandr Vlasov, Leknessund, dan Caruso berhasil menyusul ke grup terdepan. Beberapa percobaan serangan terjadi, tetapi tidak ada yang mampu menciptakan jarak signifikan.

Hingga akhirnya Valgren melakukan manuver penentu tepat di bawah flamme rouge dan memastikan kemenangan emosional yang sudah lama ia nantikan.

"Balapan ini sangat berat. Saya benar-benar berada di batas kemampuan. Saya bahkan sempat kehabisan makanan karena mobil tim tertinggal jauh di belakang. Saya khawatir kehilangan tenaga. Untungnya garis finis tidak lebih jauh lagi," terang Valgren.

Ia mengakui kemenangan etape Grand Tour merupakan pencapaian yang selama ini hilang dalam daftar prestasinya. "Saya merasa memang layak mendapatkan ini. Karier saya sudah cukup bagus, tetapi saya membutuhkan kemenangan etape seperti ini," tuturnya. (mainsepeda)


COMMENTS