Giro d'Italia 2026-Etape 13: Alberto Bettiol Tak Terkejar di Verbania

Pembalap Italia, Alberto Bettiol tampil gemilang dengan memenangkan etape ke-13 Giro d'Italia 2026 usai melakukan solo attack menuju finis di Verbania, Jumat (22/5). Kemenangan ini menjadi sukses ketiga tim XDS-Astana sepanjang Giro musim ini.

Bettiol memastikan kemenangan setelah melancarkan akselerasi tajam pada tanjakan terakhir Ungiasca yang berjarak sekitar 13 kilometer dari garis finis. Pembalap 32 tahun tersebut kemudian melesat sendirian dan mempertahankan keunggulan hingga finis dalam etape sejauh 189 kilometer dari Alessandria menuju Verbania.

Hasil ini menambah daftar kemenangan XDS-Astana di Giro d’Italia 2026, setelah sebelumnya Thomas Silva memenangi etape kedua dan Davide Ballerini berjaya pada etape keenam. Bagi Bettiol, kemenangan tersebut juga menjadi gelar etape keduanya di Giro d’Italia setelah sukses serupa pada 2021.

BACA JUGA: Giro d'Italia 2026-Etape 12: Alec Segaert Raih Kemenangan Terbesar dalam Kariernya

Pembalap asal Tuscany itu berhasil mengejar juara Norwegia, Andreas Leknessund, di kilometer akhir tanjakan penutup sebelum meninggalkannya di jalur menurun menuju Verbania. Pengetahuannya terhadap rute balapan menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut.

“Saya mengenal setiap tikungan di 50 kilometer terakhir karena sering berlatih di sini. Saya sudah mempelajari tanjakan dan turunan ini beberapa bulan lalu, jadi saya tahu di mana harus menyerang,” ujar Bettiol seusai balapan.

Bettiol mengaku kemenangan di Verbania terasa sangat spesial karena keluarganya hadir langsung menyaksikan balapan. Ia juga menyebut kota tersebut sebagai rumah keduanya karena keluarga sang kekasih berasal dari wilayah itu.

“Sebelum start sebenarnya saya sudah merasa menang karena keluarga saya ada di sini. Tetapi menang dengan cara seperti ini adalah sesuatu yang akan selalu saya kenang,” katanya.

BACA JUGA: Bromo KOM 2026: Ketika Para Remidial Tak Pernah Kapok Tuntaskan Misi Finis Bahagia

Di belakang Bettiol, Leknessund harus puas finis di posisi kedua dengan selisih 26 detik. Sementara posisi ketiga direbut Jasper Stuyven dari tim Lidl-Trek yang memimpin sprint kelompok pengejar.

Etape ke-13 berlangsung dengan tempo sangat tinggi. Rata-rata kecepatan mencapai 48,456 kilometer per jam dan tercatat sebagai salah satu etape tercepat dalam sejarah Giro d’Italia.

Sementara itu, Afonso Eulalio (Bahrain Victorious) tetap mempertahankan posisi puncak klasemen umum (GC) sekaligus mempertahankan maglia rosa. Ia kini unggul 33 detik atas Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike).

Selanjutnya, persaingan dalam Giro d’Italia 2026 diperkirakan semakin sengit pada etape ke-14, Sabtu (23/5), yang akan menghadirkan medan pegunungan dan berpotensi mengubah klasemen umum. (mainsepeda)


COMMENTS