Malang Century Journey 2025: Diikuti 600 Lebih Cyclist, Jadi Ajang Gathering di Penghujung Tahun

Lebih dari 600 cyclist berpartisipasi pada Malang Century Journey, yang akan berlangsung Minggu, 30 November 2025. Ini adalah jumlah peserta yang luar biasa. Mengingat ini adalah ajang perdana hasil kolaborasi Mainsepeda dengan Pemerintah Kota Malang, khusus bagi para penghobi long ride.

Diantara ratusan peserta yang datang dari berbagai kota di penjuru tanah air tersebut. Komunitas sepeda asal Magetan, Bike Baik Community (B2C) paling menyita perhatian saat pengambilan race pack di Stadion Gajayana, Sabtu (29/12). Hampir full team. Sebanyak 37 cyclist anggota B2C berpartisipasi di Malang Century Journey 2025. Mereka pun menyewa bus sebagai alat transportasi penumpang. Ditambah beberapa unit mobil pick up untuk mengangkut sepeda. 

“Event ini (Malang Century Journey 2025) kan digelar pada penghujung tahun, rutenya juga tidak terlalu panjang. Jadi, pas banget dijadikan semacam kegiatan gathering sekaligus liburan bareng-bareng seluruh anggota komunitas kami," ujar Soekarno, pengurus Magetan Bike Baik Community (B2C).

Baca Juga: Antusias Datang ke RPC, Was-was Saat Amati Segmen Indiana Jones

Malang Century Journey 2025 digelar oleh Mainsepeda, dengan konsep yang lebih ‘santai’, agar para peserta bisa menikmati potensi bersepeda di Malang. Bukan sebagai ajang kompetitif. Serta diperuntukkan untuk semua jenis sepeda, kecuali e-bike. Pesepeda dengan berbagai tunggangan pun hadir. Seperti minivelo, sepeda lipat, MTB dan masih banyak lainnya.

Wahyu Pribowo, cyclist asal Surabaya, akhirnya mengikuti event besutan Mainsepeda pertama kali di Malang Century Journey 2025. Ketika mengetahui, event ini bisa menggunakan semua jenis sepeda, ia mendaftar. Kebetulan Wahyu adalah pecinta sepeda lipat alias seli. "Saya ingin merasakan pengalaman di event gowes Mainsepeda," kata Wahyu.

Salah satu ketertarikan Wahyu terhadap event Malang Century Journey 2025 adalah larangan partisipasi e-bike. "Saya pernah ikut event all bike beberapa waktu lalu. Sayangnya, panitia event itu kok membolehkan peserta pakai e-bike. Jadi gak seru. Salut buat Mainsepeda yang menggelar tanpa e-bike. Sisi fairness-nya terjaga, walaupun saya gak masalah juga," imbuhnya.

Wahyu Pribowo dengan dua rekan pengendara seli lain yang akan mengikuti Malang Century Journey 2025. 

Di sisi lain, Malang Century Journey 2025 juga dijadikan ajang berkumpul dengan kawan lama oleh Kedunglo Biking Team, komunitas asal Lumajang. Mereka awalnya berasal dari salah satu pesantren disana dan kemudian menyebar di berbagai kota. Ada yang dari Malang, Trenggalek, hingga Pasuruan. 

"Bisa dibilang ini ajang reuni kami dan secara eksternal jadi cara bersilaturahmi dengan cyclist lain," ungkap Muhammad Imron.

Seperti halnya Wahyu, Imron juga baru pertama kali mengikuti event Mainsepeda. Ekspektasinya pun tinggi karena Mainsepeda dikenal sangat rapi jika menggelar event. Untuk Malang Century Journey 2025, Ia tertarik dengan keindahan alam yang ditawarkan.

"Ini sangat menarik, rutenya jauh, arahnya ke pedesaan. Di jalan juga bisa sambil guyonan sama teman. Bisa kenalan juga cyclist dari kota lain. Menarik sekali," imbuhnya.

Baca Juga: Malang Century Journey 2025 - Kelengkapan yang Wajib Ada di Tas Bawaan

Sementara itu, Rudy Oye, cyclist MTB asal Surabaya, semakin ketagihan mengikuti event Mainsepeda. Ia sebelumnya berpartisipasi di event Nggravel Blitar beberapa waktu lalu, dan kali ini ikut meramaikan Malang Century Journey 2025.

Rudy pun melakukan sejumlah modifikasi di sepeda MTB-nya agar nyaman bersepeda jarak jauh. Ia mengganti dropbar menjadi handlebar ala RoadBike. Kemudian bannya pun disesuaikan dengan model road, tapi menggunakan ukuran besar, 32mm.

"Pengen nyoba saja sih MTB-an 160 Km. Sekarang Mainsepeda asyik sih, karena sekarang merangkul semua jenis sepeda," tuturnya. (Mainsepeda)


COMMENTS