Luar biasa Maghfirotika Marenda. Cyclist yang tergabung di komunitas GCC itu sukses mempertahankan gelar juara umum Mainsepeda Trilogy ketiga kalinya secara beruntun. Kepastian itu diraih olehnya, usai finish di posisi kedua pada Banyuwangi Bluefire Ijen KOM, Sabtu, 27 September 2025, yang merupakan seri ketiga sekaligus penutup rangkaian Mainsepeda Trilogy musim ini.

Sukses tersebut melengkapi koleksi piala juara umum Mainsepeda Trilogy, yang diraih olehnya pada dua edisi sebelumnya (2024 dan 2023). 

Meski pada tahun 2025 ini lajunya tak selalu berjalan mulus, termasuk harus puas finis urutan kedua pada Bluefire Ijen KOM 2025. Namun, hal itu lebih dari cukup baginya untuk memastikan meraih gelar ketiga beruntun. 

Baca Juga: Bluefire Ijen KOM 2025: Finish Strong, Wakapolda Jatim Lebih Nyaman Berlomba daripada Jadi RC

Maghfirotika mengawali seri Mainsepeda Trilogy dengan sempurna. Ia menjuarai Bromo KOM 2025 dengan kemenangan telak dari cyclist muda, Andini Putri Anastasya. Namun, dua seri setelahnya ia seperti kehilangan fokus. Saat Kediri Dholo KOM 2025, ia harus puas naik podium di peringkat ketiga. Dikalahkan Crismonita Dwi Putri dan Nihayatuzzain Asshofi. Sedangkan seri terakhir di Banyuwangi, Niha, sapaan Nihayatuzzain, lagi-lagi jadi batu ganjalan baginya. 

Walaupun demikian, secara akumulasi, Maghfirotika tetap mengoleksi poin terbanyak di klasemen umum Mainsepeda Trilogy 2025. Yakni, mengemas total 68 poin, unggul delapan poin dari Niha yang ditetapkan sebagai runner-up pada tahun debutnya di Mainsepeda Trilogy. Sedangkan, Crismonita yang mengoleksi total 55 poin harus puas mengisi podiun ketiga pada klasemen akhir Mainsepeda Trilogy 2025.

"Sejujurnya tentu senang, tapi di sisi lain was-was juga ya. Karena lawan-lawannya menjadi lebih kuat. Dan mungkin tahun depan, lawannya akan lebih berat dari awal sehingga latihannya harus lebih serius lagi," ujar Maghfirotika.

Sementara itu, Niha, sapaan Nihayatuzzain, tidak menyangka bahwa ia akan menyulitkan Maghfirotika. Ia mengaku tidak memberikan target muluk-muluk ketika pertama kali memutuskan mengikuti Mainsepeda Trilogy. 

Baca Juga: Baru Pulih, Niha Sabet Juara Women Elite Ijen KOM 2025

"Sebenarnya target peringkat kedua atau ketiga karena jarak poinnya jauh. Tapi Alhamdulillah, senang sih (bisa finish runner up)," jelas Niha. 

Di sisi lain, Crismonita harus kembali puas menempati peringkat ketiga klasemen Mainsepeda Trilogy. Pencapaian serupa seperti tahun lalu. Ia memilih mengambil sisi positif karena rekor waktunya jauh lebih baik dari tahun lalu. Di bawah 2 jam, tepatnya 1 jam 55 menit 18 detik. "Tahun depan, memang harus lebih lagi latihannya," kata cyclist asal Malang itu. (Mainsepeda)

Populer

Giro d'Italia 2026-Etape 8: Jhonathan Narváez Menang Lewat Solo Attack 10 Km
EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
Giro d'Italia 2026-Etape 7: Jonas Vingegaard Tampil Superior di Blockhaus
Tips Perlengkapan untuk Gowes 250 Km (Journey To TGX)
Polda Jatim Kembali Jadi Titik Start, Bromo KOM 2026 Jadi Rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara
Tahun Baru, Lutut Baru
Giro d’Italia 2026: Tanjakan Brutal, ITT Panjang dan Dolomites
Pogacar Cetak "Quattrick" di Liege-Bastogne-Liege, Mendekati Rekor Eddy Merckx
Respons Cepat Tim Safety Nggravel Blitar 2026 Tuai Apresiasi Peserta
Bromo KOM 2026: Ketika Cyclist Asing Penasaran Istilah "Naik Haji" dan Siksaan Tanjakan Wonokitri