Absennya Jonas Vingegaard membuat perebutan pemenang etape pegunungan Paris-Nice 2025 sulit ditebak. Etape 7 menampilkan rute finis di puncak ketinggian yang berada di Auron. Tanjakan kategori 1 dengan panjang 7,3 Km dan gradiens rata-rata 7 persen. 

Pemenangnya ialah pembalap Tudor Pro Cycling, Michael Storer. Pembalap asal Australia ini finis solo setelah melepaskan diri dari Mauro Schmid (Jayco-AlUla) pada 2 Km terakhir sebelum finis. Ia melaju sendirian hingga garis akhir dengan keunggulan 20 detik atas juara Swiss tersebut sekaligus merayakan kemenangan pertamanya berseragam Tudor. 

Rute Etape 7 Paris-Nice 2025 mengalami modifikasi usai panjang rutenya diperpendek. Dari 147,8 Km menjadi hanya 109,8 Km. Dua segmen tanjakan dihilangkan karena faktor cuaca. Meskipun demikian, para pembalap masih harus melewati tanjakan Cote d'Aspremont dan Auron. 

Rute yang lebih pendek membuat beberapa pembalap mencoba melakukan breakaway di awal balapan. 15 pembalap terus berada di baris terdepan ketika memasuki Auron. Namun, kelompok itu mulai tercerai-berai saat mulai menanjak. Jarak 4 Km terakhir, persaingan pemenang hanya menyisakan Storer dan Schmid. Dan pada akhirnya, Storer yang menjadi pemenangnya.

"Saya tentu senang dengan hasil balapan hari ini," kata Storer. 

"Ini bukan rencana ketika saya melakukan breakaway, seharusnya Julian (Alaphilippe) yang berada di sana, tapi saya melihat saya berada di lokasi yang tepat. Saya berada di depan ketika pendakian dan saya pikir saya punya kesempatan besar hari ini," imbuhnya. 

Kemenangan ini membuat peringkat Storer di general classification (GC) meningkat drastis. Ia naik sembilan baris dan kini duduk di posisi keempat GC. Namun, selisih waktu 2 menit 25 detik sangat sulit direduksi ketika etape terakhir Paris-Nice 2025 digelar, Besok. 

Kans juara terbesar masih menjadi milik Matteo Jorgenson. Pembalap Visma Lease a Bike itu mengakhiri balapan usai finis bersama peloton berisi tujuh pembalap lainnya, termasuk Mads Pedersen dan Joao Almeida di dalamnya. Sedangkan, pesaing terdekatnya Florian Lipowitz (Red Bull-BORA-hansgrohe) mengakhiri balapan hanya tiga detik lebih cepat. 

Hal ini membuat Jorgenson masih memimpin GC dengan keunggulan 37 detik dari Lipowitz. Sedangkan, peringkat ketiga diisi Thymen Arensman (INEOS Grenadiers) yang memiliki selisih waktu 1 menit 20 detik.

Jorgenson hanya perlu mempertahankan jarak dari para pesaingnya di etape terakhir, Besok. Jika berhasil, pembalap Amerika Serikat itu akan merebut back-to-back gelar Paris-Nice. 

Etape 8 akan diisi rute pegunungan dengan tiga pendakian utama, yakni Col de la Porte, Cote de Pelle, dan Col des Quatre Chemins. Balapan akan dimulai dari Nice dan akan kembali berakhir di Nice dengan jarak 119,9 Km. (Mainsepeda)

Photo by Getty Images

Results powered by FirstCycling.com

Populer

Paris-Nice 2026-Etape 2: Max Kanter Berjaya di Montargis
Tirreno-Adriatico 2026-Etape 1: Filippo Ganna Tak Terbendung di Nomor ITT
Indahnya CLBK Bersepeda
Strade Bianche 2026: Tadej Pogacar Lampaui Rekor Cancellara
Kejutan Luke Lamperti, Memenangi Etape Pembuka Paris-Nice 2026
Kisah LeBron James dan Kecintaannya pada Sepeda
Preview Paris-Nice 2026: Ujian Pertama Vingegaard, Juan Ayuso Bisa Jadi Kuda Hitam
UCI World Championship 2025: Pogacar Back to Back Juara Dunia Road Race
Tara: Saya Mencintai Sepeda Baru Olahraganya, Jangan di Balik!
Pogacar Berambisi Juara Strade Bianche Keempat Kali, Pembalap 19 Tahun Jadi 'Kuda Hitam'