350 Peserta dari Aceh Sampai Papua Siap Taklukkan "Monster Climb" Indonesia

“Banyuwangi ini kota dengan rute sepeda yang lengkap. Gunungnya apa lagi. Ada tanjakan yang bisa disebut monster climb-nya Indonesia,” ujar Azrul Ananda. Ucapan founder Mainsepeda itu disampaikan saat ia hadir di press conference EJ Sport Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge 2023, Jumat 28 Juli 2023. 

Press conference itu sendiri merupakan rangkaian pre-event. Digelar di sela pengambilan starter kit EJ Sport Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge 2023 di Gedung Wanita Paramitha Kencana, Banyuwangi.

Kata "Monster Climb" yang dimaksud Om Aza, begitu ia bisa disapa di kalangan cyclist, tak lain merujuk pada segmen tanjakan di Erek-Erek. 

Ya, tahun ini EJ Sport Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge 2023 memang mewujudkan mimpi para pesera. Bisa gowes hingga Paltuding. Titik terdekat menuju akses pendakian ke Kawah Gunung Ijen.

Nah rute menuju Paltuding itu melewati kawasan Erek-Erek. Kawasan dengan tanjakan paling menantang di rute EJ Sport Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge 2023. Beberapa kali tanjakan mencapai kemiringan 25 persen. Bahkan ada titik termiringnya, yang mencapai 31 persen (di ujungnya). Kemiringan 31 persen itu diambil setelah turunan.

"Tahun ini memang Ijen KOM dibuat beda dengan tahun sebelumnya," kata Azrul. 

Sebagaimana diketahui, Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge sudah dua kali dihelat oleh Mainsepeda dan Pemkab Banyuwangi. Tahun ini, event yang sukses menjadi sebuah sports tourism di Banyuwangi itu diikuti 350 peserta. Mereka datang dari Aceh hingga Papua.

Baca Juga: Datang dari Makassar, Oljen Jadi Komunitas Pertama yang Mengambil Starter Kit

Tahun lalu finis peserta dibatasi hingga kawasan Gatasan. Sekitar 9 km dari akses menuju pendakian Kawah Gunung Ijen. Hal itu dilakukan untuk menghormati adanya tragedi kecelakaan yang melibatkan beberapa cyclist di Banyuwangi di rute tanjakan menuju Ijen.

Nah, tahun ini tantangan lebih diberikan pada para peserta. Mereka diajak bersepeda sejauh 73,5 km. Menanjak hingga finis di Paltuding. Dekat pos masuk menuju Kawah Gunung Ijen. Total ketinggian di atas 1.800 meter.

Tantangan event ini adalah menaklukkan segmen tanjakan yang begitu luar biasa. Dari total jarak 73,5 km, peserta diajak berlomba di segmen KOM (King of Mountain) Challenge sejauh 27 km.

Azrul yakin rute tanjakan EJ Sport Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge 2023 bakal meninggalkan kesan mendalam buat peserta. “Akan ada ketakjuban. Omelan. Tangisan. Tawa. Doa. Videonya mungkin menjadi tontonan paling epik,” kata Azrul.

Baca Juga: Panduan Tanjakan Ijen KOM: Bisa Mensyukuri Kemiringan 10 Persen!

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Abdul Aziz turut hadir dalam acara press conference EJ Sport Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge 2023. Ia mengakui event seperti EJ Sport Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge 2023 terbukti bisa menjadi sports tourism.

Oleh karena itu Pemkab Banyuwangi bakal mendukung penuh. Apalagi Kabupaten Banyuwangi memang punya garis besar pembangunan dari sektor pariwisata. “Salah satunya tentu diwujudkan lewat sports tourism seperti ini,” kata Abdul Aziz.  

“Kami tentu berharapnya Mas Azrul (Azrul Ananda) bisa bikin event lain di Banyuwangi. Sebab event seperti ini efeknya juga ke banyak hal. Ke transportasi, wisata, dan kuliner,” imbuh Aziz.

EJ Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge 2023 diikuti 350 cyclist dari seluruh Indonesia. Lebih dari 250 cyclist berasal dari luar Banyuwangi. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia. Dari Aceh sampai Papua. Bahkan ada empat cyclist dari luar negeri. 

Founder Banyuwangi Road Cycling Community (BRCC) Guntur Priambodo mengungkapkan hal yang sama. Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jatim itu berharap Azrul Ananda dan Mainsepeda tak berhenti hanya membuat Trilogi Jatim. Di mana Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge termasuk satu di antaranya.

“Kalau bisa bikin fivelogy,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi itu.

Guntur menyebut event bersepeda yang menghadirkan penghobi dan atlet perlu diperbanyak. Sebab event seperti itu bisa menjadi sarana untuk menjaga performa seorang atlet. “Kalau sekadar ikut kejuaraan resmi, kan paling cepat tiga bulan sekali. Dengan adanya tambahan event seperti ini, atlet bisa menjaga performanya,” terang Guntur. 

EJ Sport Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge 2023 memang merupakan bagian dari Trilogi Jatim. Seperti namanya, Trilogi Jatim merupakan gabungan dari tiga event sepeda menanjak yang disiapkan Mainsepeda.

Tiga event sepeda menanjak itu tahun ini diawali dengan Antangin Bromo KOM Challenge 2023 (digelar 27 Mei). Lalu diikuti EJ Sport Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge 2023 (29 Juli). Dan terakhir nanti ditutup dengan event bernama Kediri Dholo KOM Challenge 2023 (digelar 24 September). Sudah dua kali Trilogi Jatim digelar. Pertama kali dihelat pada 2022.

Sementara itu, Christian, Brand Officer of EJ Sport mengaku senang bisa berpartisipasi mendukung event seperti Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM Challenge. “Kami tertantang sekali mensupport event seperti ini. Kami ke depan ingin terus mendukung event serupa,” ungkapnya.

Di Trilogi Jatim ini, top ten finisher di masing-masing event mendapatkan poin. Juara pertama di tiap eventnya mendapatkan 20 poin. Kemudian runner-up memperoleh 15 poin. 

Delapan finisher berikutnya masing-masing memperoleh 12, 10, 8, 6, 4, 3, 2, dan 1 poin. Poin itu diranking di klasemen. Di akhir Trilogi (setelah Kediri Dholo KOM Challenge), poin-poin itu diakumulasikan. Sekaligus didapat pemenangnya dari pemuncak klasemen.(mainsepeda)


COMMENTS