Tadej Pogacar memenangi gelar classics terbesar dalam kariernya. Minggu waktu setempat (2/4), pembalap UEA Team Emirates itu menjadi yang terdepan dalam Tour of Flanders. Itu adalah gelar perdana Pogi di lomba monument yang diselenggarakan di Belgia itu.

Sukses itu menjadikan Pogi sebagai pembalap ketiga yang bisa mengawinkan gelar Tour de France dan De Ronde, julukan Tour of Flanders. Menyamai rekor legenda Eddy Merckx dan Louison Bobet. Pogi memenangi gelar juara umum Tour pada 2020 dan 2021, tentu saja menjadi rider era modern pertama yang bisa mencatatkan rekor tersebut.

Gelar Tour of Flanders menjadi trofi ketiga lomba monument bagi Pogi. Sebelumnya ia pernah juara Liege-Bastogne-Liege dan Il Lombardia. Monument sendiri adalah kelombok ajang classics paling bergengsi. Dua lainnya adalah Milan-San Remo.

Seperti lomba-lomba bergengsi lain, Pogi mendapatkan perlawanan terkuat dari Wout van Aert (Jumbo-Visma) dan Mathieu van der Poel (Alpecin-Deceuninck). Dalam lomba sejauh 273,4 km melewati 19 tanjakan itu, Pogi finis seorang diri. Ia unggul 16 detik dari Van der Poel yang tak pernah menyerah mengejarnya meski sempat tertinggal nyaris satu menit.

Van Aert sendiri harus finis di luar podium, keempat, karena kalah sprint Mads Pedersen (Trek-Segafedo) di akhir lomba. Foto finis diperlukan untuk menentukan siapa finis ketiga.


Pogi mendapatkan perlawanan dari pembalap Alpecin-Deceuninck, Mathieu van der Poel (kiri jersey biru).

Lebih luar biasa lagi, kemenangan Pogi dalam edisi ke 107 De Ronde itu dibarengi dengan penorehan rekor kecepatan. Melahap medan berat dengan banyak tanjakan dan bebatuan, plus cuaca dingin berangin yang menggigil, ia membukukan rata-rata catatan waktu 44 ,083 km per jam. Itu adalah rekor tercepat dalam sejarah Tour of Flanders.

Pogi mulai meninggalkan Van der Poel ketika kali kedua melewati tanjakan Oude Kwaremont dan Paterberg. Pembalap Slovenia itu benar-benar tidak memberikan kesempatan sedikit pun pada Van der Poel untuk kembali mengejar. Sebagaimana diketahui, Oude Kwaremont yang merupakan tanjakan di medan bebatuan sejauh 2 km lebih dilewati tiga kali dalam Tour of Flanders tahun ini.

”Saya bisa saja pensiun dengan kemenangan ini, saya sudah puas dengan karir saya,” kata Pogi sebagaimana dilansir Eurosport.

Tentu saja komentar itu guyonan. Pogi di usia yang masih 24 tahun masih bisa meraih banyak gelar bergengsi lainnya. Termasuk dua gelar momument lain yang belum ia raih, Paris-Roubaix dan Milan-San Remo. (mainsepeda)

Hasil Tour of Flanders 2023 (Top Ten)

1. Tadej Pogacar (Slovenia) UAE-Team Emirates 6 jam 12 menit 7 detik
2. Mathieu van der Poel (Belanda) Alpecin-Deceuninck +16 detik
3. Mads Pedersen (The) Trek-Segafredo +01:12
4. Wout van Aert (Belgia) Jumbo-Visma +01:12
5. Neilson Powless (Amerika Serikat) EF Education-EasyPost +01:12
6. Stefan Kung (Swiss) Groupama-FDJ +01:12
7. Kasper Asgreen (Denmark) Soudal-QuickStep+01:12
8. Fred Wright (Inggris) Bahrain-Victorious +01:12
9. Matteo Jorgenson (Amerika Serikat) Movistar +01:19
10. Matteo Trentin (Italia) UAE-Team Emirates +02:49

Populer

Vuelta a Espana 2026-Etape 20: Landa Menang, Enric Mas di Ambang Juara Overall
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Tips Merakit Gravel Bike dengan Harga Terjangkau
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Tanjakan Menuju Telaga Ngebel Ramah Tapi Unik, Peserta KAI Ngebel KOM Jangan Khawatir!
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026