Hasil survei rute East Java Journey kategori half dibahas dalam rapat evaluasi bersama founder Mainsepeda.com Azrul Ananda pada Selasa sore (24/1)

Hasil survei rute rute East Java Journey 2023 kategori half sejauh 600 km plus langsung dibahas oleh tim Mainsepeda.com pada Selasa sore (24/1). Ada banyak cerita seru dalam tes rute yang dilakukan sepanjang long weekend kemarin tersebut. Termasuk perjuangan para cyclist untuk menaklukkan segmen tanjakan di Pacitan hingga Trenggalek.

Founder Mainsepeda.com Azrul Ananda memimpin evaluasi ini. Turut hadir sejumlah cyclist yang mengikuti survei rute kemarin. Seperti co-founder dan CEO Wdnsdy Bike John Boemihardjo, Go Suhartono "Koh Hai", Serma M. Agus, Octavian Trisna Wijaya, dan Elvan "Rico" Richardo.

Dalam rapat tersebut, semuanya memaparkan apa yang dialami selama survei rute yang berlangsung sepanjang 20-22 Januari itu. John Boemihardjo, misalnya. Sebagai penguji "jalur Patas", John mengaku tidak mendapatkan hambatan berarti selama survei rute kemarin. Bahkan, tidak diterpa hujan sekali pun.

John membocorkan "rahasianya" bisa menyelesaikan rute sepanjang 700 km dalam waktu 42 jam. Dengan total elevasi lebih dari 5.000 meter. "Durian. Itu seperti Pertamax Turbo untuk saya," ungkap John seraya tertawa. "Saya dua kali berhenti untuk makan durian. Di Ponorogo dan Tulungagung," imbuhnya.

Berbicara soal rute, yang paling "dikenang" tentu saja segmen dari Pacitan hingga Trenggalek. Selain panorama Pantai Soge yang indah, medannya juga memiliki tantangan tersendiri. "Rute Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek merupakan one of the best route bagi saya," ungkap Azrul.

John sepakat dengan Azrul. Menurut cyclist asal Surabaya ini, rute dari Pacitan ke Trenggalek merupakan menu utama di East Java Journey nanti. "Tanjakannya nggak ada habisnya. Benar-benar keren. Apalagi aspalnya juga mulus. Top," ungkap John.


Survei rute East Java Journey kategori half menempuh jarak 700 km dengan total elevasi lebih dari 5.000 meter

Bagi peserta East Java Journey kategori 600 km plus nanti, rute dari Pacitan hingga Trenggalek bakal sangat tricky. Sebab terletak di bagian tengah dari keseluruhan journey ini. Bisa dituntaskan pada hari kedua. Atau, bisa pula seperti John Boemihardjo yang melibasnya pada hari pertama.

"Secara keseluruhan, rute ini lebih berat daripada event 600 km lainnya," ucap Azrul.

Proses survei tambahan akan dilanjutkan pada akhir pekan ini. Azrul dan sejumlah cyclist dari AA SoS (Azrul Ananda School of Suffering) akan melakukan finalisasi rute finis. Tujuannya untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus keamanan peserta. Serta finalisasi regulasi terkait ukuran lebar ban.

"Dalam rapat ini kami juga berdiskusi terkait ban 28 dan rim brake. Hasilnya akan diumumkan setelah uji rute tambahan pada akhir pekan ini," tegas Azrul.

East Java Journey 2023 akan berlangsung 14-19 Maret nanti. Kategori full journey dimulai pada Selasa (14/3) pagi. Sedangkan peserta half journey berangkat pada Jumat (17/3) pagi. Cut off time (COT) untuk kadua kategori ini adalah Minggu (19/3) pukul 18.00 WIB.

Kategori full journey bersifat kompetitif. Ada juaranya. Terdiri dari berbagai kategori usia. Mulai dari Men 40 and up, Men 39 and under, Women 40 and up, Women 39 and under, Men Pair, dan Mixed Pair (a man and a woman). Sedangkan half journey bersifat nonkompetitif. Semua finisher di bawah COT mendapatkan trofi.

Pendaftaran akan dibuka secara online di Mainsepeda.com pada 1 Februari mendatang. (mainsepeda)

Podcast Mainsepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 122


COMMENTS