HRV di Atas 200! Rahasia Kebugaran dan Recovery Supernya Mathieu van der Poel

Bintang balap sepeda, Mathieu van der Poel, mengungkap beberapa data biometrik yang melatarbelakangi kebugaran ekstrem dan kemampuan pemulihan fisiknya yang cepat. Ia membocorkannya ketika menjadi tamu dalam siniar Whoop baru-baru ini. Whoop sendiri merupakan perusahaan teknologi wearable asal Amerika Serikat yang berfokus pada pelacakan data kesehatan dan kebugaran. 

Dalam diskusi bersama CEO Whoop, peraih tiga gelar Paris-Roubaix ini mengonfirmasi bahwa skor Heart Rate Variability (HRV) miliknya secara konsisten berada di atas angka 200.

"Saya sangat tinggi dalam data HRV. Saya pikir ini sedikit karena faktor gen, tapi kondisi kebugaran juga penting. Tentunya, ini sesuatu yang membuat saya lebih kuat dan pulih lebih baik," ujarnya. 

Baca Juga: Alumni Nggravel Blitar Datang Lagi: Ada Pilih Race, Ada yang Ingin Sekadar Nikmati View

Angka tersebut menunjukkan tingkat kesiapan fisik yang luar biasa dari pembalap Belanda itu jika dibandingkan dengan rata-rata atlet profesional lainnya. HRV sendiri merupakan ukuran variasi waktu antar detak jantung dalam satuan milidetik yang dipantau dalam jangka waktu lama, biasanya saat tidur di malam hari.

Secara medis, HRV berfungsi sebagai indikator keseimbangan sistem saraf otonom manusia dan sering digunakan sebagai tolok ukur tingkat stres tubuh. Pihak Whoop mendefinisikan skor ini sebagai indikator kesiapan atau "readiness" seorang atlet untuk menerima beban latihan berat.

Sebagai perbandingan, data pengguna platform Whoop menunjukkan rata-rata HRV seorang pria berada di angka 65, sementara platform Oura mencatat rata-rata 40,3. Perbedaan mencolok ini menempatkan kondisi fisiologis Van der Poel jauh di atas standar rata-rata individu yang aktif berolahraga.

Mathieu van der Poel ketika mengunci gelar juara dunia cyclo-cross. 

Selain HRV, atlet asal Belanda ini juga memantau ketat Resting Heart Rate (RHR) atau denyut jantung saat istirahat. Ia mengungkapkan bahwa rata-rata detak jantung istirahatnya berada di angka 38 denyut per menit (bpm), dengan rekor terendah yang pernah tercatat menyentuh 34 bpm.

"Hal itu sesuatu yang banyak dimiliki atlet ketahanan tinggi, jantung bekerja dengan baik. Umumnya, cyclist memiliki detak jantung yang rendah," imbuhnya. 

Menariknya, Van der Poel bersikap sangat terbuka mengenai data medis yang biasanya dianggap rahasia oleh atlet profesional. Banyak kompetitor di dunia balap sepeda cenderung menyembunyikan data tersebut untuk menghindari analisis kekuatan oleh tim lawan.

"Saya tidak memikirkannya, jujur saja. Tentu orang lain dan kompetitor dapat belajar dari itu. Tapi itu tidak akan membuat perbedaan," tambah pembalap yang memperkuat Alpecin-Premier Tech itu. 

Baca Juga: Peserta EJJ 2026 Kompak Sebut Tanjakan di Jatim Bikin Ampun, tapi Bikin Nagih!

Data 200 HRV dan 38 RHR mungkin sulit dibayangkan, tapi juara dunia cyclo-cross delapan kali ini rela memberikan tips. Ia mengungkapkan bahwa menghindari konsumsi alkohol dan daging merah memberikan dampak positif yang sangat terukur pada skor pemulihan hariannya.

Selain pengaturan asupan makanan, ia juga menggunakan suplemen tablet magnesium untuk membantu relaksasi otot sebelum waktu istirahat dimulai. Sebagai penutup, ia menambahkan aktivitas sederhana seperti membaca buku sebelum tidur dan mematikan lampu ketika istirahat. Langkah ini dianggap membantu untuk memastikan kualitas tidur yang optimal guna mendukung regenerasi sel tubuh secara maksimal. (Mainsepeda)


COMMENTS