52Speaker, Bisa Ajojing On Bike

| Penulis : 

Bersepeda erat kaitannya dengan musik. Musik disko bisa membuat putaran kaki juga lebih bersemangat mengikuti ritmenya. Ada banyak cara dilakukan cyclist untuk mendengarkan musik ketika bersepeda. Menyetel musik dari handphone yang dikantongi di jersey, salah satunya.

Sayang, itu membuat baterai handphone akan cepat habis, dan tidak waterproof. Juga kalo anginnya besar, suara lagu tidak akan terdengar. Solusi paling sering dilakukan adalah menggunakan earphone.

Tapi ini sangat berbahaya! Tidak dianjurkan! Sangat membahayakan diri sendiri maupun cyclist lain. Kita tidak akan mendengar apa yang terjadi di sekeliling kita sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Berdasarkan problem ini, MakeMake dari Newport Beach, California, Amerika Serikat membuat speaker yang kompatible dengan cyclist. Diberi merek 52Speaker.

Kecil dimensinya, hanya 9 cm X 5 cm X 3 cm dengan tombol yang besar. Sangat nyaman dan tidak menyulitkan ketika riding harus mengatur volume atau mengganti lagu.

52Speaker mempunyai dimensi yang kecil dan hanya berbobot 80 gram.

Dan yang paling simpel, sistem mounting alias dudukannya sama dengan Garmin. Jadi Garmin komputer dipasang di depan handle bar, lalu speaker dipasang di atas stem. Atau bisa juga ditukar posisi.

52Speaker mempunyai dudukan sama dengan Garmin.

Kelebihan 52Speaker ini adalah baterai tahan hingga 7 jam, koneksi dengan handphone menggunakan bluetooth, waterproof, bisa menyiarkan radio, bisa sebagai handsfree telpon dan panduan arah bersuara. Speaker seberat 80 gram ini dijual USD60. (mainsepeda)

 

52Speaker mempunyai pilihan tiga warna yang keren. 

 

 

Populer

Volta a Catalunya 2026-Etape 4: Rute Dipangkas, Ethan Vernon Berjaya di Camprodon
Volta a Catalunya-Etape 3: Evenepoel Terjatuh, Vingegaard Tolak Menang demi Sportivitas
Novita Lestari: Dari Lari, Rutin Bromo KOM, Lalu Triathlon
Lima Kali Ikut Bromo KOM, Novita Lestari: Serasa Halalbihalal Pesepeda
Nggravel Blitar 2026: Rekomendasi Hotel dan Moda Transportasi
​Ronde van Brugge 2026: Dylan Groenewegen, Ban Bocor, dan 'Tangan Dingin' Marcel Kittel
Nggravel Blitar 2026: Start dari Kantor Bupati Kanigoro, Finis di Candi Penataran
Pogacar: Hanya Kurang Paris-Roubaix
Bagaimana Memilih Sepeda dan Ukurannya?
Apakah Kita Butuh Disc Brake dan Gravel Bike di Indonesia?