Shimano GRX, Grupset Khusus untuk Gravel Bike

| Penulis : 

Resmi! Gravel bike adalah kategori paling hot di dunia. Karena Shimano, produsen komponen terbesar di dunia, telah merilis grupset khusus untuk sepeda segala medan tersebut. Namanya Shimano GRX, tersedia untuk berbagai kombinasi aplikasi.

Ada begitu banyak kombinasi yang bisa dipilih dari GRX. Mulai mekanikal dan elektronik (Di2), 2x atau 1x (satu atau dua chainring), juga 11 atau 10-speed.

Ya, di saat produsen lain mulai jualan 12-speed, Shimano masih keukeuh dengan 11-speed. Bahkan masih melanjutkan pengembangan 10-speed!

Karena kombinasi aplikasinya begitu banyak, pembeli/pemakai harus benar-benar serius memikirkan variasi GRX apa yang diinginkan.

Secara kelas dan harga, GRX terbagi menjadi tiga level. Mulai RX800 (setara Ultegra), RX600 (setara 105), atau RX400 (setara Tiagra). Semua komponen di level RX800 dan RX600 bisa dipakai bersamaan, karena sama-sama 11-speed.

Sedangkan RX400 adalah 10-speed, dan hanya tersedia untuk sistem 2x (dua chainring).

Shimano GRX RX400 10 Speed.

Rencananya, grupset ini versi mekanikalnya sudah tersedia di pasaran bulan Juni. Hanya belum jelas, seperti apa memaketkannya. Apakah langsung full paket seperti sekarang, atau harus beli eceran satu-satu karena ada begitu banyak kombinasi dan variasi.

Apalagi, Shimano GRX juga tidak menyediakan rantai dan cassette (sproket) jenis baru. Rantai bisa menggunakan yang sudah ada untuk road maupun MTB.

Sedangkan untuk sproket, kalau ingin 11-28, 11-30, 11-32, hingga 11-34, bisa membeli yang sudah ada dari kelas Ultegra atau 105. Ingin lebih besar? Bisa pakai 11-40 atau 11-42 dari kategori MTB.

Pedal pun silakan pakai dari pilihan yang ada di road atau MTB.

Oh ya, Shimano juga merilis wheelset baru khusus gravel. Baik itu ukuran 700c maupun 650b. Tentu saja, pakai wheelset road 700c yang sudah ada juga tidak masalah.

Walau GRX masih dikombinasikan dengan komponen road dan MTB yang ada, Shimano benar-benar memikirkan detailnya agar benar-benar pas untuk kategori gravel/adventure/allroad.

Desain shifter misalnya, secara bentuk dibuat agar kita lebih nyaman dan kokoh menggenggam bagian atas saat melewati jalanan kasar.

Rem yang disc dan hydraulic juga memakai sistem “Servo Wave.” Maksudnya, saat kita menarik tuas rem, gerakan pada kaliper tidak linear dengan gerakan tangan/tuas. Gigitan pertama cepat, kemudian melambat sendiri. Tujuannya agar modulasi dan kontrol pengereman lebih baik.

Untuk rem ini, juga tersedia tuas rem tambahan untuk dipasang di bagian atas handlebar. Pilihan rotor juga silakan cari dari yang sudah ada, dari Ultegra hingga MTB.

Pada rear derailleur (RD), ada dua pilihan panjang, baik untuk mekanikal maupun Di2. Ada yang mampu hingga 11-34, ada yang untuk 11-42. Semua memakai sistem kopling, seperti yang sudah diperkenalkan lewat RD Ultegra RX.

Yang harus lebih pintar memilih adalah crank-nya. Di level RX800, ada pilihan 1x, yaitu 40T atau 42T. Atau pakai 2x, dengan kombinasi unik 48-31.

Di level RX600, pilihan 1x-nya hanya 40T, dengan pilihan 2x hanya 46-30.

Bingung dengan berbagai opsi dan pilihan? Tarik nafas panjang-panjang, lalu rajin membaca dan belajar.

Kalau berminat, kita memang harus mempelajari satu per satu. Dan semoga saja toko-toko sepeda dan para mekaniknya juga mau belajar satu per satu. Kalau tidak, akan ada kebingungan luar biasa di pasaran!

Dengan terjunnya Shimano secara total ke arena gravel, bisa dipastikan kategori ini akan semakin menggelora perkembangannya di dunia! (mainsepeda)

 

 

Populer

Tour de Romandie 2026-Etape 4: Pogacar Kuasai Queen Stage dan Finis Solo
Serunya Variasi “Nggravel” di Empat Negara Bagian Amerika
Tren Baru: Balapan Sepeda MTB Pakai Drop Bar
Tour de Romandie 2026-Etape 2: Pogacar Tak Terbendung, Rebut Kemenangan Beruntun
Nggravel Blitar 2026: Adrian Tercepat MTB, Yusuf Kibar Finish Pertama Kategori Gravel Bike
Bidik Event Ultra 1.500 Km, Mumed CC Bikin Loop Challenge 500 km
Cyclist Singapura Kepincut EJJ Setelah Nonton Videonya
Bromo KOM 2026: Ketika Cyclist Asing Penasaran Istilah "Naik Haji" dan Siksaan Tanjakan Wonokitri
Bentang Jawa 2025: Duo "Pembalap" Australia Sudah Setengah Jalan
Alex Zanardi Kembali ke Rumah setelah 18 Bulan di Rumah Sakit