Paul Magnier langsung menunjukkan dominasinya di Tour of Guangxi 2026. Pembalap asal Prancis yang membela Soudal Quick-Step itu memenangi etape pembuka di Chongzuo, China, setelah unggul dalam adu sprint pada Selasa (13/10).

Kemenangan tersebut menjadi yang ke-13 bagi Magnier sepanjang musim 2026. Hasil ini juga memperpanjang catatan impresifnya di Tour of Guangxi, dengan enam kemenangan dari tujuh penampilan etape di ajang balap sepeda tersebut.

Etape pertama yang dimulai dan berakhir di Chongzuo, menjadi kesempatan bagi para sprinter untuk bersaing memperebutkan kemenangan. Rute dengan tanjakan terbatas dan jalan lebar membuat peloton berpeluang mengakhiri balapan melalui adu kecepatan massal.

Persaingan mulai berlangsung sejak awal ketika Neilson Powless, Patrick Gamper, dan Fredrik Dversnes membentuk kelompok pelarian berisi tiga pembalap. Mereka sempat mempertahankan kecepatan tinggi, dengan rata-rata hampir 49 kilometer per jam selama 100 kilometer pertama.

Namun, peloton tetap mampu menjaga jarak agar kelompok pelarian tidak menjauh terlalu jauh. Soudal Quick-Step, Decathlon CMA CGM, dan Red Bull-Bora-Hansgrohe bergantian mengendalikan pengejaran hingga kelompok tersebut tertangkap ketika balapan menyisakan sedikit lebih dari delapan kilometer.

Serangan Jasha Sutterlin dari Jayco AlUla sempat mengganggu persiapan para sprinter menjelang finis. Akan tetapi, upayanya berhasil digagalkan sebelum memasuki dua kilometer terakhir sehingga peluang kembali terbuka bagi para pembalap spesialis sprint.

Memasuki fase penentuan, Cees Bol dari Decathlon CMA CGM memberikan tarikan kuat untuk mengantarkan Olav Kooij ke posisi ideal. Namun, Magnier mampu membaca momentum dengan tepat dan melancarkan akselerasi yang membawanya melewati para pesaing.

Magnier melintasi garis finis di posisi pertama, diikuti Max Kanter dari Jerman dan Sam Welsford dari Australia. Sementara itu, Kooij gagal menembus 10 besar setelah terlihat bersenggolan dengan Magnier saat sprint sehingga harus menghentikan atau mengurangi upayanya.

Hasil tersebut kembali menegaskan kemampuan Magnier dalam menyelesaikan balapan dengan finis cepat. Ia sebelumnya juga mendominasi sejumlah finis sprint pada Tour of Guangxi edisi 2025, dan kini kembali membuka kompetisi dengan kemenangan.

Usai balapan, Magnier mengakui etape pembuka berlangsung dalam tempo tinggi dan cukup menguras tenaga, terutama karena cuaca panas. Ia juga mengapresiasi kerja rekan-rekan setimnya yang mengendalikan balapan dan menyiapkan posisi untuk sprint terakhir.

“Ini hari yang sangat cepat, dengan kecepatan rata-rata sekitar 49 kilometer per jam, jadi tentu saja tidak mudah, terutama dalam cuaca panas," katanya.

"Ayco (Bastiaens) melakukan pekerjaan hebat dalam mengendalikan balapan, kemudian rekan-rekan setim saya memberikan lead-out yang sangat bagus. Saya sangat senang bisa menuntaskan kerja mereka dengan kemenangan dan kembali balapan di sini,” imbuh pembalap 22 tahun itu.

Selanjutnya, etape kedua akan membawa pembalap melaju dari Chongzuo menuju Jingxi. Balapan sejauh 179,7 kilometer itu berlangsung Rabu (14/10). (mainsepeda)

Populer

2 Peserta Tercepat Kategori Non-Competitive, Ada Alasan Untuk Ngebut
Il Lombardia 2026: Tanpa Pogacar, Siapa yang Berpeluang Menjadi Juara?
Persembahan Medali Nggravel Glenmore 2026 untuk Mendiang Sahabat Terbaik
Paul Seixas Juara Il Lombardia 2026, Jadi Pemenang Termuda dalam Sejarah
Tour of Guangxi 2026-Etape 1: Paul Magnier Menang Sprint di Chongzuo
Peserta Terpukau Trek Nggravel Glenmore 2026, Rute 10/10, View 100/10!
Stephen Lane Siap Debut Gravel di Indonesia, Kai Besser Comeback Setelah 20 Tahun
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Peserta Tertua dan Termuda Bentang Jawa 2026 Terpaksa DNF di Hari Kedua