Il Lombardia 2026 menghadirkan cerita yang berbeda dari beberapa edisi sebelumnya. Absennya Tadej Pogacar, penguasa lomba lima tahun beruntun, membuka peluang bagi para pesaing untuk memperebutkan kemenangan di salah satu balapan klasik paling bergengsi dalam kalender balap sepeda dunia.
Il Lombardia memasuki edisi ke-120 pada Sabtu (10/10). Rute sepanjang 239 kilometer dari Bergamo menuju Como, akan menjadi panggung pertarungan para climber, spesialis one day race, hingga pembalap yang memiliki kemampuan sprint usai tanjakan panjang.
Bagian akhir rute akan menjadi ujian sesungguhnya. Tanjakan Madonna del Ghisallo, San Fermo della Battaglia, dan Civiglio berpeluang menjadi titik penentuan sebelum para pembalap mencapai garis finis di Como.
Tanpa Pogacar, persaingan diperkirakan berlangsung lebih terbuka. Tak ada satu pembalap yang benar-benar mendominasi peta persaingan seperti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Saat ini, Remco Evenepoel dan Isaac del Toro pun muncul sebagai dua kandidat terkuat, meski nama-nama lain berpotensi membuat kejutan.
1. Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe)
Remco Evenepoel datang ke Il Lombardia 2026 dengan modal gelar juara Eropa di nomor road race. Pembalap asal Belgia itu juga punya pengalaman berharga di lomba ini setelah finis kedua pada 2025, tepat di belakang PogaÄar.
Di atas kertas, Evenepoel menjadi salah satu kandidat terkuat. Koleksi prestasinya mencakup gelar juara dunia, dua kemenangan Liège-Bastogne-Liège, serta lima gelar Clásica San Sebastián. Ia punya kemampuan menanjak, menjaga kecepatan dalam serangan jarak jauh, dan sprint yang cukup berbahaya ketika harus beradu cepat di garis finis.
Namun, performanya masih menyisakan tanda tanya. Setelah mengalami hari yang sulit di Kejuaraan Dunia, Evenepoel bangkit dengan menjuarai balapan Eropa. Meski begitu, ia belum sepenuhnya menunjukkan performa terbaiknya.
2. Isaac del Toro (UAE Team Emirates-XRG)
Jika ada pembalap yang berpeluang memanfaatkan absennya Pogacar untuk membawa pulang kemenangan besar bagi UAE Team Emirates-XRG, Isaac del Toro adalah salah satu nama terdepan.
Pembalap Meksiko ini menjalani musim luar biasa. Ia meraih tiga kemenangan balapan etape WorldTour, finis sebagai runner-up Tour de France, serta menjuarai Grand Prix de Montréal. Kombinasi kemampuan menanjak dan kecepatan sprint membuatnya memiliki banyak pilihan untuk memenangi Il Lombardia.
Pengalamannya berlomba di berbagai klasik Italia juga menjadi nilai tambah. Del Toro memahami karakter balapan yang menuntut kesabaran, posisi yang tepat, serta kemampuan membaca situasi ketika kelompok terdepan mulai terpecah.
Meski demikian, masih ada aspek taktis yang perlu diperbaiki. Penampilannya di Kejuaraan Dunia sempat menjadi bahan perdebatan, terutama terkait pengambilan keputusan dalam situasi balapan yang kompleks.
3. Brandon McNulty (UAE Team Emirates-XRG)
Status juara dunia membuat Brandon McNulty memiliki alasan kuat untuk diperhitungkan. Kemenangannya di Kejuaraan Dunia bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari kemampuan membaca balapan dan mengeksekusi strategi dengan tepat.
Selama ini, McNulty lebih sering menjalankan peran sebagai pembantu pemimpin tim. Namun, potensi besarnya sudah terlihat sejak awal karier. Gelar juara dunia kini memberinya momentum dan kepercayaan diri tambahan untuk bersaing sebagai pemimpin.
Absennya Pogacar juga membuka ruang bagi McNulty untuk mendapatkan kebebasan lebih besar. Situasi tersebut akan menarik karena UAE Team Emirates-XRG memiliki dua opsi kuat: Del Toro dan McNulty.
Kunci bagi keduanya adalah pembagian peran. Jika Del Toro mendapat pengawalan ketat, McNulty bisa memanfaatkan situasi untuk melancarkan serangan. Sebaliknya, kehadiran McNulty dapat memaksa tim lawan tidak hanya berfokus kepada Del Toro.
Strategi dua pemimpin ini berpotensi menjadi salah satu faktor penentu di kilometer-kilometer terakhir.
4. Paul Seixas (Decathlon CMA CGM)
Paul Seixas menjadi salah satu pembalap muda paling menarik untuk disimak di musim 2026. Namanya melejit setelah menunjukkan performa luar biasa pada musim semi, termasuk finis kedua di Strade Bianche dan Liège-Bastogne-Liège, masing-masing di belakang PogaÄar.
Ia juga tampil dominan di Itzulia Basque Country. Rentetan hasil tersebut membuat Seixas dipandang sebagai salah satu talenta paling menjanjikan dalam balap sepeda profesional.
Debutnya di Tour de France berakhir dengan posisi keempat pada usia 19 tahun. Hasil itu sudah menjadi pencapaian istimewa, meskipun performanya setelah Tour de France tidak selalu seimpresif penampilannya pada musim semi.
Di Kejuaraan Dunia, Seixas mengalami kram pada fase akhir lomba. Pengalaman itu menunjukkan bahwa ia masih perlu meningkatkan daya tahan dan pengelolaan tenaga ketika menghadapi persaingan panjang dengan intensitas tinggi.
Il Lombardia menjadi kesempatan untuk menutup musim terobosannya dengan hasil besar. Kemenangan mungkin bukan target yang mudah, tetapi pengalaman menghadapi para pembalap elite akan menjadi modal berharga untuk musim 2027.
5. Giulio Ciccone (Lidl-Trek)
Giulio Ciccone menunjukkan bahwa dirinya sedang berada dalam kondisi kompetitif. Pembalap Italia itu finis di belakang Evenepoel dalam sprint di Kejuaraan Eropa dan Grand Prix de Québec, lalu menempati posisi keenam di Kejuaraan Dunia.
Hasil tersebut menjadi modal penting menjelang Il Lombardia. Ciccone mungkin tidak memiliki kecepatan sprint terbaik dibandingkan sejumlah rivalnya, tetapi ia punya kemampuan membaca situasi dan mengambil keputusan berani.
Salah satu keunggulannya adalah gaya balap yang agresif. Ketika menemukan momentum, Ciccone tidak ragu mengambil risiko untuk memecah kelompok dan mengubah jalannya perlombaan.
Persaingan di Kejuaraan Eropa yang berakhir dengan kekalahan dari Evenepoel juga bisa menjadi motivasi tambahan. Dengan kondisi fisik yang mendukung dan strategi yang tepat, Ciccone berpeluang ikut menentukan jalannya lomba hingga fase akhir.
Selain nama-nama pembalap di atas, Il Lombardia 2026 memiliki banyak kandidat lain yang dapat memengaruhi persaingan.
Ada Tom Pidcock (Pinarello-Q36.5), Matteo Jorgenson (Visma-Lease a Bike), Davide Piganzoli (Visma-Lease a Bike), hingga Enric Mas (Movistar) yang menjuarai La Vuelta a Espana 2026.
Lalu skuad Red Bull-Bora-Hansgrohe juga memiliki kedalaman skuad yang kuat dengan Florian Lipowitz, Jai Hindley, dan Giulio Pellizzari. Lidl-Trek punya Juan Ayuso, yang dikenal memiliki bakat besar meskipun performanya belakangan kurang konsisten.
Oscar Onley menjadi salah satu tumpuan Netcompany-Ineos setelah tampil menonjol di Kejuaraan Dunia dan finis ketiga di Giro dell'Emilia. EF Education-EasyPost juga memiliki Richard Carapaz, mantan juara Olimpiade yang berpengalaman dalam balapan dengan profil menanjak dan pertarungan taktis.
Dari Uno-X, Tobias Haaland Johannessen akan memimpin tim bersama Anton Charmig. Sementara itu, Lotto-Intermarché dapat mengandalkan Lennert Van Eetvelt sebagai salah satu kandidat untuk menembus sepuluh besar.
Tudor Pro Cycling juga tidak datang tanpa peluang. Mathys Rondel, Marc Hirschi, dan Michael Storer berpotensi bersaing untuk mendapatkan posisi terbaik. (mainsepeda)