UCI Batalkan Kejuaraan Dunia Urban Cycling 2026 di Arab Saudi

Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI) resmi membatalkan Kejuaraan Dunia Urban Cycling 2026 yang sedianya digelar di Riyadh, Arab Saudi pada 3–7 November. Keputusan ini diambil setelah meningkatnya konflik di kawasan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap penyelenggaraan ajang balap sepeda internasional itu.

Dalam pernyataan resminya pada Jumat (16/10), UCI bersama Federasi Balap Sepeda Arab Saudi mengonfirmasi bahwa kejuaraan dunia yang mempertandingkan nomor trials dan BMX Freestyle tersebut tidak akan berlangsung sesuai jadwal.

Meski tidak secara spesifik menyebut insiden tertentu, UCI menjelaskan bahwa keputusan pembatalan didasarkan pada evaluasi bersama terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan dan dampaknya terhadap persiapan serta penyelenggaraan kejuaraan.

“Keputusan ini diambil setelah penilaian bersama terhadap perkembangan terkini di kawasan dan dampaknya terhadap penyelenggaraan kejuaraan dari sisi logistik,” demikian pernyataan juru bicara UCI.

Pembatalan tersebut menjadi pukulan bagi kalender kompetisi urban cycling internasional. Riyadh sedianya menjadi tuan rumah kejuaraan ini untuk tahun kedua secara beruntun, sekaligus mempertemukan para pembalap terbaik dunia dalam perebutan jersey pelangi di nomor trials dan BMX Freestyle Park serta Flatland.

Keputusan UCI muncul setelah sejumlah negara mulai menarik atletnya dari kejuaraan tersebut. Australia dan Austria dilaporkan telah lebih dahulu memutuskan untuk tidak berpartisipasi di tengah meningkatnya ketegangan regional.

AusCycling, federasi balap sepeda Australia, sebelumnya menyatakan bahwa keputusan penarikan atlet dilakukan setelah berkonsultasi dengan para pembalap, staf, dan panel seleksi. Menurut federasi tersebut, para atlet telah menerima informasi mengenai keputusan itu dan mendukung langkah yang diambil.

“Keputusan ini mencerminkan meningkatnya konflik regional, jatuhnya korban jiwa, serta pembaruan imbauan perjalanan dari Pemerintah Australia melalui Smartraveller,” demikian pernyataan AusCycling.

Situasi tersebut juga berdampak pada penyelenggaraan agenda olahraga lainnya di Arab Saudi. Salah satu ajang yang turut mengalami penundaan adalah turnamen golf PIF Saudi International.

Meski UCI tidak merinci insiden keamanan tertentu sebagai alasan langsung pembatalan, perkembangan konflik di kawasan menjadi latar penting dalam penilaian terhadap kelayakan penyelenggaraan kejuaraan.

Kejuaraan Dunia Urban Cycling merupakan salah satu agenda penting dalam kalender UCI untuk disiplin trials dan BMX Freestyle. Kedua nomor tersebut menampilkan kombinasi keterampilan teknis, keseimbangan, kreativitas, serta kemampuan atlet mengendalikan sepeda dalam berbagai rintangan maupun lintasan khusus.

Riyadh sebelumnya dijadwalkan kembali menjadi pusat persaingan para atlet dunia pada awal November. Namun, pembatalan tahun ini membuat status kelanjutan kompetisi dan konsekuensinya terhadap kalender olahraga internasional masih menunggu keputusan lebih lanjut dari UCI.

Pada edisi 2025, Inggris Raya berhasil membawa pulang dua medali. Salah satu pencapaian utamanya adalah medali emas Charlie Rolls pada nomor trials elite putra kategori roda 26 inci.

Hasil tersebut menjadi salah satu catatan penting dari penyelenggaraan sebelumnya di Riyadh, yang kembali direncanakan sebagai tuan rumah pada 2026.

UCI menyampaikan penyesalan atas pembatalan kejuaraan tersebut dan memberikan apresiasi kepada Federasi Balap Sepeda Arab Saudi atas dukungan serta kerja sama selama proses persiapan.

Federasi balap sepeda Arab Saudi juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan olahraga bersepeda di dalam negeri dan memperkuat kemitraan dengan UCI. Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus mempertahankan peluang Arab Saudi menjadi tuan rumah berbagai ajang balap sepeda internasional pada masa mendatang.

Sementara itu, dampak pembatalan terhadap atlet, tim nasional, dan kalender kompetisi belum sepenuhnya dijelaskan. (mainsepeda)


COMMENTS