Tour of Guangxi 2026-Etape 3: Fretin Menang, Biesterbos Rebut Puncak GC

Milan Fretin (Cofidis) tampil gemilang dengan memenangi etape ketiga Tour of Guangxi 2026 setelah melewati persaingan sprint yang ketat di Bama, China. Pembalap Belgia itu mengungguli Frits Biesterbos (Picnic PostNL) dan Jordi Meeus (Red Bull-Bora-Hansgrohe).

Kemenangan tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Fretin. Sebab ini merupakan kemenangan pertamanya di ajang WorldTour. Ia menyelesaikan etape terpanjang dalam balapan tersebut dengan performa impresif, meski harus menghadapi persaingan sengit menjelang garis finis.

Persaingan menuju garis finis berlangsung tidak teratur di jalan lebar menuju Bama. Para sprinter kesulitan membangun formasi ideal, sehingga banyak di antara mereka harus berjuang sendiri untuk mendapatkan posisi terbaik.

Fretin memanfaatkan situasi tersebut dengan melancarkan sprint dari sisi kanan jalan. Ia berhasil mempertahankan kecepatannya hingga melewati garis finis lebih dahulu, sekaligus menahan upaya Biesterbos yang berusaha merebut kemenangan.

Biesterbos harus puas di posisi kedua, sedangkan Meeus mengamankan peringkat ketiga. Fabio Jakobsen (Visma-Lease a Bike) juga menunjukkan peningkatan performa dengan finis di posisi keempat, hasil sprint terbaiknya sepanjang pekan tersebut.

Bagi Fretin, kemenangan ini menjadi jawaban atas masa sulit yang dialaminya dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah mengalami kecelakaan di Isbergues.

“Ini kemenangan yang luar biasa! Kemenangan ini sangat berarti bagi saya karena beberapa pekan terakhir tidak berjalan mudah, terutama setelah kecelakaan saya di Isbergues,” kata Fretin.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisik dan kembali mendapatkan perasaan nyaman saat mengayuh sepeda.

“Ini merupakan kemenangan pertama saya di UCI WorldTour, jadi tentu saja terasa sangat istimewa,” ujarnya.

Fretin juga merasa performanya mengalami peningkatan setelah mengikuti Tour de France. Ia menilai pemulihan kondisi fisik dan kembalinya sensasi positif di atas sepeda menjadi faktor penting di balik hasil tersebut.

“Saya benar-benar merasa telah kembali lebih kuat dan mengalami kemajuan setelah Tour de France. Saya ingin membuktikannya. Kini saya sudah kembali merasakan kondisi terbaik, dan masih ada tiga etape tersisa bagi kami untuk menunjukkan kemampuan sebagai sebuah tim,” tutur Fretin.

Drama juga terjadi pada Paul Magnier (Soudal-QuickStep). Magnier sebenarnya memperoleh dukungan lead-out yang sangat baik dari rekan-rekan setimnya dan berada dalam posisi menjanjikan menjelang finis.

Namun, sekitar 150 meter sebelum garis akhir, ia kehilangan pijakan kaki kanannya dari pedal ketika mulai melancarkan sprint. Insiden tersebut membuat kecepatannya menurun drastis dan peluang meraih kemenangan pun sirna. Ia akhirnya harus puas finis di posisi ke-21. 

Kegagalan Magnier memaksimalkan sprint turut membuka peluang bagi para pesaingnya. Biesterbos berhasil finis di posisi kedua dan mengambil alih pimpinan klasemen umum (GC) Tour of Guangxi 2026.

Persaingan Tour of Guangxi 2026 diperkirakan semakin menarik pada etape keempat. Rute berikutnya menghadirkan empat tanjakan berkategori, ditambah sejumlah pendakian lain yang meningkatkan total elevasi hingga lebih dari 2.700 meter.

Perlombaan dijadwalkan berakhir dengan turunan menuju Tian'e. Kombinasi tanjakan panjang dan finis menurun berpotensi menguntungkan pembalap yang memiliki kemampuan menanjak serta mampu menjaga kecepatan pada bagian akhir rute. (mainsepeda)


COMMENTS