MEDAN gravel yang identik dengan lintasan berbatu, debu, dan tanjakan terjal kerap dianggap sebagai tantangan berat bagi para pesepeda. Namun, stigma bahwa arena itu hanya menjadi ranah kaum pria perlahan luruh. Semakin banyak cyclist perempuan yang menembus batas mereka di lintasan off-road.

Menjelang gelaran Nggravel Glenmore 2026 di Banyuwangi pada 4 Oktober mendatang, dua pesepeda perempuan yang rutin mengikuti event sepeda berbagi tips penting. Mereka adalah Arfiana Khairunnisa (40) dan Rina Harjianto (45), dua nama yang tak asing lagi di panggung balap sepeda.

Jaga Performa dan Faktor Hormonal

Arfiana Khairunnisa, atlet gravel nasional yang sukses meraih satu tiket ke Kejuaraan Dunia Gravel UCI 2026 di Nannup, Australia, menekankan pentingnya kesiapan teknis dan fisik sebelum balapan. Menurut dia, kriteria utama menaklukkan rute gravel terletak pada kesiapan fisik, manajemen nutrisi, serta pemilihan ukuran ban dan kondisi sepeda yang presisi.

Fian, sapaan akrabnya, menilai tantangan fisik antara pesepeda laki-laki dan perempuan pada dasarnya relatif sama. Perbedaan signifikan umumnya terletak pada faktor hormonal bulanan.

Baca Juga: Graveleur YK Membawa Bawa Pengalaman Off-Road Jogja ke Glenmore

Baca Juga: ART Cycling Team, Komunitas yang Dikelola Layaknya Perusahaan

"Menjelang menstruasi, penting untuk menjaga mood dan mengantisipasi kram. Saat sedang haid, persiapannya bisa disesuaikan dengan kenyamanan setiap cyclist. Termasuk opsi menggunakan menstrual cup," tutur Fian.

Untuk mengantisipasi kram di tengah balapan, dia menyarankan para cyclist perempuan membawa obat khusus sesuai rekomendasi dokter pribadi. Kesiapan itu dinilai penting, agar masalah medis mendadak tidak menghentikan laju sepeda di tengah lintasan remote.

"Karena kalau udah kram, diatasi pakai stretching aja enggak cukup. Memang harus diredakan pakai obat," jelas Fian. "Dan itu harus banget konsultasi sama dokter dulu," lanjut dia.

Bagi para perempuan yang baru ingin menjajal lintasan gravel di Nggravel Glenmore 2026, Fian berpesan agar tidak ragu mengambil langkah pertama.

"Coba dan rasakan sendiri jalurnya terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah benar-benar menyukainya. Karena pengalaman langsung akan memberikan sensasi yang berbeda," kata cyclist asal Jakarta tersebut.

Baca Juga: 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!

Baca Juga: Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026

Fian sendiri sudah berkompetisi di ajang Nggravel Blitar 2026 kategori 100 KM Gravel Bike Women 30 and Up. Juga bakal terjun di Nggravel Glenmore 2026.

Selain aktif di dunia balapan gravel, nama Fian sudah lebih dikenal karena pernah menjadi atlet balap sepeda nasional. Ia pernah meraih juara di kategori Individual Time Trial (ITT) pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Road 2021 dan kemudian aktif di balapan ultra cycling.

Pandangan senada disampaikan Rina Harjianto, cyclist 45 tahun yang aktif di berbagai event sepeda nasional. Mulai balapan tanjakan (KOM), ultra cycling, dan kini mulai merambah gravel.

Menghadapi lintasan non-aspal yang penuh debu dan paparan sinar matahari langsung, Rina menggarisbawahi pentingnya perlengkapan proteksi diri bagi cyclist perempuan. Penggunaan buff, sleeve (pelindung lengan), dan sunblock menjadi barang wajib agar perawatan kulit tetap terjaga selama balapan.

Di luar urusan penampilan, Rina menyoroti pentingnya kemandirian mekanis dan penguasaan teknik handling di medan yang licin atau berbatu. Setiap peserta diimbau selalu membawa kit darurat mandiri seperti ban cadangan, pompa portabel, dan cukit ban.

Faktor kunci lainnya adalah kedisiplinan asupan cairan dan nutrisi secara berkala untuk menjaga stamina di rute jarak jauh.

Baca Juga: Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026

Baca Juga: Pimpin ICF Jatim, Pasma Royce Tekankan Penguatan Prestasi dan Regenerasi Atlet

"Rutin membasahi tenggorokan setiap sepuluh menit sekali dan mengonsumsi camilan tiap satu jam. Kedisiplinan dalam mengatur asupan nutrisi dan cairan ini sangat penting agar tubuh tidak cepat kehabisan tenaga saat menempuh jarak jauh," jelas Rina.

Dia menegaskan bahwa konsistensi mengayuh pedal bukan sekadar mengejar posisi podium, melainkan bentuk dedikasi terhadap gaya hidup sehat. "Semangat bersepeda harus terus dirawat di arena apa pun, baik saat melibas jalur gravel maupun aspal road bike. Demi menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh," ujar Rina.

Nggravel Glenmore 2026 bukan sekadar ajang uji ketahanan fisik. Ajang itu juga menjadi wadah reuni dan petualangan bagi para pencinta gravel dari berbagai daerah di Indonesia. Mainsepeda sendiri telah sukses menggelar event gravel lain pada April lalu: Nggravel Blitar.

Nggravel Glenmore 2026, yang digelar pada 4 Oktober 2026 mendatang, siap menjadi panggung bagi para penggemar gravel yang ingin menjajal sensasi bersepeda ala Unbound Gravel. Mereka hadir dari berbagai spektrum pegowes gravel, dari muda hingga senior, atlet pro maupun debutan, dan masih banyak lain. (Mainsepeda)

Populer

Remco Evenepoel Cetak Sejarah, Juara Dunia ITT Empat Kali Beruntun
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Khusus Cewek! Ini Tips Taklukkan Nggravel Glenmore 2026 dari Cyclist Pro
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Kejuaraan Dunia Montreal 2026 Dimulai, Pembalap Elite Hadapi Rute 39 Km
Marlen Reusser Pertahankan Gelar Juara Dunia ITT di Montréal
Graveleur YK Membawa Bawa Pengalaman Off-Road Jogja ke Glenmore
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
ART Cycling Team, Komunitas yang Dikelola Layaknya Perusahaan Demi Sustainability