Tim Prancis tampil dominan dengan merebut gelar Elite Mixed Team Relay pada Kejuaraan Eropa Balap Sepeda Jalan Raya 2026 di Slovenia, Selasa (6/10).
Prancis menyelesaikan lintasan sepanjang 44 kilometer dalam waktu 1 jam 00 menit 29 detik. Hasil tersebut membuat Prancis unggul telak 1 menit 12 detik atas Italia yang berstatus juara dunia.
Sementara itu, persaingan untuk medali perunggu berlangsung lebih ketat. Luksemburg finis di posisi ketiga dengan keunggulan 27 detik atas Polandia yang menempati peringkat keempat.
Gelar tersebut menjadi yang ketiga bagi Prancis dalam nomor Elite Mixed Team Relay di Kejuaraan Eropa.
Prancis sudah menunjukkan dominasinya sejak etape pertama. Bruno Armirail, Remi Cavagna, dan Thibault Guernalec menjadi tiga pembalap putra yang mengawali lomba.
Meski kehilangan satu pembalap lebih awal pada leg pertama, trio Prancis tetap memimpin hingga pergantian ke tim putri.
Mereka mencatat waktu tercepat pada setiap titik pencatatan waktu dan menyerahkan posisi pertama kepada tiga pembalap putri dengan keunggulan yang cukup jelas.
Juliette Berthet, Cédrine Kerbaol, dan Maeva Squiban kemudian mempertahankan dominasi tersebut. Mereka terus memperlebar jarak dengan Italia dan bahkan berhasil mengejar tim Polandia yang memulai lomba empat menit lebih dahulu.
Kerbaol menyebut, keberhasilan Prancis mempertahankan gelar memiliki makna khusus setelah mereka tiga kali finis sebagai runner-up di Kejuaraan Dunia.
"Ini sangat keren. Saya rasa ada semacam ramalan di sini. Kami tiga kali finis di posisi kedua di Kejuaraan Dunia dan sekarang ini menjadi kali ketiga kami meraih gelar di Kejuaraan Eropa, jadi kami sangat bahagia," kata Kerbaol.
"Jelas, kemenangan ini tidak didapat dengan mudah. Italia benar-benar sangat kuat dan beberapa hari terakhir cukup berat karena kami harus memulihkan kondisi setelah Kejuaraan Dunia," ujarnya.
Italia sebenarnya mampu menjaga persaingan pada putaran pertama. Mattia Cattaneo, Marco Frigo, dan Matteo Sobrero mengawali lomba bersama Elisa Longo Borghini, Monica Trinca Colonel, dan Alessia Vigilia.
Namun, Trinca Colonel tertinggal pada awal putaran kedua sehingga Italia mulai kehilangan waktu secara signifikan.
Cavagna mengatakan, keberhasilan Prancis tidak terlepas dari persiapan khusus yang dilakukan untuk nomor beregu campuran tersebut.
"Kami banyak berlatih untuk nomor ini. Ini sangat penting bagi Prancis karena kami menyukainya. Kami selalu datang ke sini untuk menang," kata Cavagna.
"Kami selalu bekerja sama untuk menjadi kuat dan menjadi yang terkuat. Hari ini kami adalah yang terkuat," ujarnya. (mainsepeda)