LEBIH dari sekadar seragam gowes, jersey baru selalu menyimpan cerita dan identitas bagi sebuah komunitas sepeda. Hal itulah yang diusung oleh Go Cycling N Racing (GCR), komunitas sepeda asal Malang, saat meluncurkan seragam resmi terbarunya untuk musim 2026/2027.
Mengusung tema "Serenity and Speed", jersey edisi anyar untuk komunitas yang anggotanya sudah lebih dari 80 itu menggambarkan harmoni antara ketenangan dan kecepatan. Juga ambisi dan kenyamanan, serta performa dan kesehatan.
Balutan warna lilac dan mint dipilih secara khusus untuk mempertegas pesan tersebut. Warna lilac mewakili ketenangan serta keberanian tampil beda. Sedangkan mint memancarkan kesegaran dan semangat yang mengalir.
Secara visual, desain jersey 2026/2027 GCR itu membawa pergeseran dibandingkan edisi 2025/2026. Jersey musim lalu didominasi warna light cyan berhias ornamen peta Kota Malang dan garis kontur pendakian. Tahun ini, GCR menyematkan unsur Tugu dan topeng khas Malang sebagai fondasi identitas.
aca Juga: Komunitas Jagoan Mama, dari Nama Strava Kini Rajin Menjajah Event Gowes
Baca Juga: Nostalgia Jalur Gravel, Wisli Sagara dan Ilmiawan Auwalin Siap Comeback ke Glenmore
Erik, Pembina GCR, menyampaikan sambutan ringan sebelum "Pembaridean" dimulai.
"Tugu menjadi simbol keberanian yang kokoh, sedangkan topeng menggambarkan keberaneka ragaman karakter dalam satu kebersamaan. Meskipun datang dari latar belakang berbeda, kami punya satu tujuan: berani melangkah menuju hidup lebih sehat," ujar Pembina GCR, Erik Setyo Santoso.
GCR dikenal sebagai komunitas sepeda yang tidak hanya menekankan performa, tetapi juga merawat nilai kekeluargaan dan guyub antar-anggota. Komunitas itu aktif menggelar agenda bulanan, mulai dari social ride hingga berpartisipasi dalam ajang sepeda balap dan petualangan di berbagai daerah.
Menariknya, peluncuran jersey anyar GCR selalu dibarengi tradisi unik. Yakni "Pembaridean", seperti ujian khusus di kalangan TNI. Artinya setiap anggota tidak dibiarkan begitu saja mengambil jersey-nya, melainkan diuji untuk menaklukkan Tanjakan Wukir Amartha yang memiliki kemiringan (gradient) ekstrem hingga 21 persen.
Prosesi rilis jersey baru GCR ditandai Pembaridean dengan nanjak ke di tanjakan Wukir Amartha.
"Pembaridean ini simbol bahwa untuk mendapatkan jersey baru, member harus berani menghadapi tantangan. Bukan sekadar mengejar tanjakan, melainkan membangun mental dan semangat untuk terus berkembang," tuturnya.
Sisi teknis pun tak luput dari perhatian. Bekerja sama dengan produsen lokal SUB Jersey yang telah dipercaya selama lima tahun berturut-turut, GCR melakukan peningkatan pada kenyamanan bahan, potongan (cutting), dan fleksibilitas jersey untuk kebutuhan gowes jarak jauh.
Baca Juga: Keren! Dua Pembalap King Banana Polda Jatim Raih Podium Tour de Bintan 2026
Baca Juga: 3 Hal tentang Nggravel Glenmore 2026, Inilah Panduan Regulasi dan Persiapan Buat Cyclist
Melalui seragam anyar ini, GCR berharap seluruh anggotanya dapat terus meningkatkan kemampuan tanpa kehilangan esensi utama dari bersepeda.
"Gowes bukan hanya soal seberapa jauh kita bersepeda atau seberapa cepat kita sampai, tetapi tentang bagaimana kita menikmati perjalanan dan dengan siapa kita menjalaninya," pungkasnya.
GCR sendiri komunitas sepeda yang mulai aktif pada tahun 2018. Awalnya mereka bernama Gowes Ceria Family (GCF). Namun, mereka kemudian melakukan re-branding menjadi Go Cycling N Racing pada 2020 dan membuat komunitas ini lebih terstruktur dan terorganisasi dengan baik. (Mainsepeda)