Ratjoen CC, komunitas sepeda asal Malang, sukses besar menambah antusias bersepeda para anggotanya. Caranya dengan program challenge tematik yang disiapkan setiap bulannya, dimulai sejak April 2025 lalu.
Sebagai bentuk penghargaan, setiap cyclist yang berhasil lolos tantangan tematik akan mendapatkan patch. Total sembilan patch yang dapat dikumpulkan oleh para anggota jika mampu menyelesaikan seluruh tantangan hingga Desember 2025.
Program ini ternyata sangat efektif meningkatkan animo para anggota Ratjoen CC untuk konsisten bersepeda. Bahkan tidak sedikit dari mereka meminta remidi hanya demi melengkapi koleksi patch yang telah disiapkan panitia.
Baca Juga: Kaleidoskop 2025: Dominasi, Kontroversi, dan Ekspansi Global
"Awalnya cuma 40 cyclist yang bisa dapat patch itu. Tapi semakin ke sini, semakin banyak yang lolos challenge. Yang sebelumnya gak lolos dan gak tertarik ikut, bahkan sampai minta remidi saking antusiasnya," kata pengurus Ratjoen CC, Irawan Djakaria.
"Ternyata dengan event ini grup WA hidup. Teman-teman jadi semangat," tambah Hendry Sudjana, salah satu panitia challenge Ratjoen CC.
Patch-patch unik yang dikejar oleh para anggota Ratjoen CC setiap bulannya.
Khusus Desember 2025, para panitia telah menyiapkan tantangan yang lebih seru. Para cyclist tidak hanya akan mendapatkan patch, tapi juga ditantang untuk bersaing menjadi cyclist paling aktif bersepeda. Cara penentuan peringkatnya melalui akumulasi poin.
Poin dihitung dari dua indikator, jarak dan elevation gain (EG). Setiap 5 Km jarak, para cyclist akan mendapatkan 1 poin. Sedangkan, perhitungan tanjakan adalah setiap EG 50 meter akan terhitung 1 poin. Hadiahnya adalah yellow jersey yang dipesan khusus dari apparel lokal, SUB Jersey, untuk 10 cyclist dengan poin terbanyak.
Gilanya, pemenang challenge ini, Sugeng Wahyudi alias Sarjoe, sukses mengumpulkan 1.345 poin. Rinciannya ialah 459 poin dari estimasi jarak tempuh, 886 poin lain dari jalur menanjak. Artinya Sarjoe bersepeda sejauh 2.295 Km dan nanjak 44.300 meter sepanjang Desember 2025. "Rudi Cepu yang sepedaanya kuat saja peringkat enam," canda Hendri.
Sugeng Wahyudi jadi pemenang challenge Ratjoen CC bulan Desember 2025.
Apresiasi tinggi diberikan kepada Permata Diana, cyclist perempuan yang mencoba bersaing masuk 10 besar. Walaupun akhirnya gagal dan harus rela berada di peringkat ke-11. DokDin--sapaan Permata-- disebut bersepeda PP Malang-Pasuruan setiap hari kerja demi mengejar peringkat challenge bulan Desember 2025. "DokDin ini sepedaan dari Malang ke tempat kerjanya di Pasuruan setiap hari, weekend juga masih sepedaan. Bukti kalau semangat teman-teman luar biasa," jelasnya.
Selain itu, pengurus Ratjoen CC juga menyiapkan grand prize bagi para anggota yang mampu menyelesaikan seluruh challenge di 2025. Hadiah ini akan diundi pada Februari atau Maret mendatang berbarengan dengan perilisan jersey terbaru mereka.
Baca Juga: Daftar Transfer Terbaik 2026, Upaya Menandingi Kekuatan UAE Team Emirats-XRG
Kesuksesan ini membuat Ratjoen CC akan mempertahankan challenge tematik untuk tahun 2026. Mereka pun akan menyiapkan patch yang lebih ikonik sehingga para anggota Ratjoen CC semakin konsisten bersepeda.
"Rencananya masih kita pertahankan. Patch-nya nanti dibikin desain puzzle biar teman-teman semangat untuk melengkapinya. Kita ingin mendorong agar teman-teman ini konsisten bersepeda," jelas Pak Kom, sapaan Irawan.
Ratjoen CC sendiri merupakan salah satu komunitas sepeda yang sudah lama eksis di Malang. Komunitas ini terbentuk pada 2013 dan telah saat ini berusia 12 tahun. (Mainsepeda)