PEMBALAP gravel asal Indonesia, Yusuf Kibar, mencatatkan prestasi monumental dalam ajang HYSK Gravel Classic Yakurai presented by Gravelking. Dalam lomba yang berlangsung di Prefektur Miyagi, Jepang, Sabtu, 22 Agustus 2026, ia sukses naik ke podium ketiga kategori Men 19-34.
Hebatnya lagi, ia mencapai posisi itu meski harus menghadapi ujian teknis yang sangat krusial. Stang sepeda alias handlebar sebelah kirinya patah ketika lomba belum juga seperempat jalan. Yusuf berhasil menyelesaikan perlombaan sejauh 105 kilometer dengan catatan waktu 4 jam 58 menit 22 detik.
Ia berada di belakang dua pembalap tuan rumah, Takuya Matsuhashi yang mengunci gelar juara dengan waktu 4 jam 50 menit 57 detik, serta Kawakatsu Yatsugu di posisi kedua dengan waktu 4 jam 56 menit 23 detik.
Perlombaan di kawasan Gunung Yakurai dimulai dengan tempo tinggi. Kibar langsung masuk ke dalam kelompok terdepan (leading group) yang terdiri dari empat pembalap tak lama setelah bendera start dikibarkan. Keempat pembalap itu sukses melakukan breakaway dan membentang jarak cukup jauh dari peloton utama.
Baca Juga: Vuelta a Espana 2026 - Etape 1: Pogacar Menang ITT, Rebut Jersey Merah Pertama
Baca Juga: Citra-Tasha Cetak Sejarah, Jadi Pasangan Perempuan Pertama Juara Bentang Jawa Kategori Pair
Namun, petaka menghampiri Kibar saat memasuki kilometer 25. Akibat guncangan keras di lintasan berbatu tajam (chunky gravel), stang kemudi sebelah kiri sepedanya mengalami retak hingga patah total.
"Handlebar patah karena rutenya gila banget. Batu-batu chunky begitu. Tiba-tiba di turunan langsung crack saja," ungkap Yusuf ketika dihubungi.
Patahnya stang sebelah kiri memaksa Kibar kehilangan fungsi rem depan. Berada di rute pegunungan yang didominasi turunan curam serta permukaan kerikil lepas (loose gravel), ia terpaksa menurunkan kecepatan demi keselamatan. "Tinggal mengandalkan tuas rem yang sebelah kanan saja," imbuhnya.
Kehilangan kestabilan dan kontrol pengereman tidak meruntuhkan mentalitas tanding Kibar. Kendati sempat melambat di turunan tajam dan tersalip oleh beberapa pembalap di kilometer 50 hingga kilometer 60, ia tetap konsisten menjaga ritme kayuhan di jalur tanjakan.
Memasuki 10 kilometer terakhir, pertarungan sengit kembali terjadi. Seorang pesaing yang sempat mengalami bocor ban berhasil menyusul Kibar. Namun, melihat Kibar yang terus melaju meski dengan stang patah, pesaing tersebut tidak mampu mempertahankan kecepatan akibat kelelahan fisik dan kram otot.
Baca Juga: King Banana Polda Jatim Terjun di Tour de Bintan 2026, Target Finis Peloton Terdepan
Baca Juga: Tujuh Pembalap Indonesia Akan Berjuang di Tour de l'Avenir 2026
Yusuf Kibar pun memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan manuver balasan dan mengunci posisi tiga besar hingga garis finis.
Penyelenggara mengklaim, rute 105 kilometer itu memiliki elevasi total mencapai 2.600 meter memutari Gunung Yakurai. Salah satu sektor paling menguras fisik dan teknik adalah tanjakan dengan kemiringan ekstrem mencapai 18 persen di atas permukaan kerikil lepas.
"Rutenya naik turun terus, ada tanjakan 18 persen dengan kondisi loose gravel. Kalau tidak hati-hati menjaga keseimbangan, ban bisa langsung kehilangan traksi atau gasruk," ungkap Yusuf.
âEvent HYSK Gravel Classic Yakurai di Prefektur Miyagi menjadi salah satu ajang paling menantang di Asia karena karakter geografis pegunungan vulkanik Jepang. Ia menyajikan tanjakan tajam, jalanan berbatu kasar, serta perubahan cuaca yang dinamis. Ajang itu pun masuk sebagai salah satu bagian dari balapan Gravel World Series tahun ini.
Kibar sendiri memanfaatkan ajang tersebut untuk persiapan menuju Kejuaraan Dunia Gravel UCI 2026 di Nannup, Australia, 26 September mendatang.
Ia sebelumnya mengamankan tiket di ajang tertinggi gravel tersebut setelah finis di posisi keempat kategori Men 19-34 pada ajang UCI Gravel World Series Dustman 2025 di Kanchanaburi, Thailand, pada 1 November 2025. (Mainsepeda)