AJANG balap sepeda jalan raya bertaraf internasional Tour de Bintan 2026 berlangsung pada 21-23 Agustus di kawasan Lagoi Bay, Bintan, Kepulauan Riau. Event itu diramaikan oleh sederet pembalap dan tim papan atas. Termasuk King Banana, tim cyclist besutan Polda Jawa Timur.
Tim itu mengirimkan tujuh pembalap terbaiknya. Nanda, salah seorang pembalapnya, mengaku berseragam King Banana Polda Jatim di ajang berskala internasional adalah momentum istimewa. Ia merasa bangga.
"Tour de Bintan ini akan menjadi pengalaman pertama saya mewakili Tim King Banana dari Polda Jatim bersama enam rekan lainnya," kata Nanda ketika dihubungi. "Kami akan bersaing dengan cyclist dari berbagai tim, baik dalam ataupun luar negeri,” imbuhnya.
Tour de Bintan dikenal sebagai salah satu stage race paling menantang di Asia Tenggara. Menyajikan rangkaian etape yang menguji fisik, ajang ini mencakup etape pembuka Individual Time Trial (ITT) sejauh 17 kilometer dengan akumulasi elevasi sekitar 220 meter, disusul etape utama Gran Fondo Classic sepanjang 150 kilometer dan di hari terakhir, ada Gran Fondo Century sejauh 100 kilometer.
Baca Juga: Zidan Nouval Juara Bentang Jawa 2026, Kawinkan Gelar Ultra-Cycling 1.500 Km
Baca Juga: Tujuh Pembalap Sepeda Muda Indonesia Akan Berjuang di Tour de l'Avenir 2026
Karakter lintasan yang didominasi rolling—tanjakan pendek yang terus menyambung—serta paparan cuaca terik dan menyengat khas pesisir Pulau Bintan dipastikan akan menguras cadangan energi para pebalap.
Meski berstatus debutan, Nanda tidak berniat sekadar menjadi pelengkap deretan peserta di garis start. Ia memasang target yang lumayan tinggi. Yakni menyelesaikan balapan secara aman di peloton utama, sembari memantau celah untuk menembus zona podium.
Menghadapi medan berat tersebut, Nanda memilih disiplin pada rutinitas ketat ketimbang memburu persiapan instan. Latihan harian, kelola pola tidur, pemulihan, hingga pemenuhan asupan nutrisi menjadi kunci utamanya menjaga kebugaran.
"Target pribadi saya minimal bisa finis dengan selamat dan sehat di peloton depan. Maksimal kalau pun rezeki bisa mendapat podium,” tuturnya.
Baca Juga: Nostalgia Jalur Gravel, Wisli Sagara dan Ilmiawan Auwalin Terjun ke Nggravel Glenmore 2026
Baca Juga: Cari Sensasi Baru, 2 Debutan Tak Sabar Jajal Nggravel Glenmore 2026
Di atas rute road race yang panjang, taktik dan kerja sama tim sering kali menjadi pembeda. Menghadapi trek datar dan rolling yang membutuhkan kecepatan tinggi, kerja kolektif King Banana Polda Jatim akan diuji. Evaluasi antar-etape pun dirancang sebagai bagian penting dari strategi tim.
"Apa yang menjadi kendala di hari pertama akan dimaksimalkan di hari kedua," kata Nanda.
Bagi Nanda, bentang alam Bintan yang memikat hanyalah latar belakang. Keindahan pariwisata lokal diposisikan sebagai bonus setelah tugas utama di atas pedal tuntas. Fokusnya tetap penuh pada ritme balapan, jalanan mulus yang menantang, serta dinamika peloton.
Ketika diminta merangkum semangatnya menjelang balapan, Nanda menjawab lugas dengan dua kata: "Pokoke digass."
Tour de Bintan kali pertama diselenggarakan pada 2009. Pada awalnya, ajang itu berawal dari sebuah test event skala kecil yang diikuti 145 peserta. Dalam kurun waktu lebih dari 15 tahun sejak debut, Tour de Bintan telah bertransformasi dari event lokal menjadi salah satu ajang balap sepeda amatir (stage race) bergengsi di Asia Tenggara. (Mainsepeda)