Crismonita Jadi Cyclist Perempuan Pertama yang Finis di Nggravel Glenmore 2026

PODIUM kategori Gravel Women di Nggravel Glenmore 2026 diisi nama-nama yang sudah familier di dunia balap sepeda. Crismonita Dwi Putri, Arfiana Khairunnisa, dan Maghfirotika Marenda berhasil menjadi tiga pembalap tercepat di lintasan Glenmore, Minggu, 4 Oktober 2026.

Ketiganya harus melewati rute yang didominasi kerikil, pasir, dan bebatuan. Hasilnya, mereka kembali menambah koleksi trofi dari ajang balap gravel.

Crismonita menjadi yang tercepat di kategori Gravel Women 29 and Under. Di posisi kedua menyusul Maghfirotika Marendra. Sementara Arfiana meraih juara di kategori Gravel Women 30 and Up. Ivo Ananda menyusul sebagai runner-up di kategori tersebut.

Bagi Crismonita, kemenangan itu diraih dengan perjuangan yang tidak mudah. Pesepeda asal Malang tersebut sempat mengalami masalah fisik sejak awal balapan. Cuaca panas dan angin kencang membuat fisiknya cepat terkuras.

Crismonita mulai merasa tidak nyaman saat memasuki kilometer 20. "Di sana sudah mau muntah-muntah karena masuk angin," ujar pembalap timnas Indonesia tersebut.

Baca Juga: Kejutan Besar, Bart Vreugdenhil Finis Terdepan di Nggravel Glenmore 2025

Baca Juga: Baru 2 Hari Latihan, Angga Dwi Wahyu Juara MTB Nggravel Blitar 2026

Masalah kembali muncul di sekitar kilometer 40. Kedua kakinya mulai kram. Dia pun berusaha bertahan sambil terus menjaga asupan makanan. Crismonita baru sedikit lega ketika ada turunan yang cukup panjang.

Menurut mantan pembalap BMX tersebut, terlambat makan menjadi salah satu penyebab kondisinya sempat menurun. Dia kemudian lebih rutin mengonsumsi makanan tiap beberapa kilometer.

Selain kondisi fisik, lintasan berbatu juga menjadi tantangan. Crismonita berusaha berada di depan saat memasuki bagian tersebut. Agar tidak kehilangan posisi sebelum masuk ke turunan panjang di atas aspal. Strategi itu berhasil. Crismonita mampu mempertahankan posisinya hingga finis dan keluar sebagai juara Gravel Women 29 and Under.

Hasil tersebut sekaligus menjadi peningkatan dari penampilannya di Nggravel Blitar 2026. Saat itu, Crismonita finis di posisi kedua.

Sementara itu, Maghfirotika Marenda harus puas finis di posisi kedua di belakang Crismonita. "Kalau rutenya sih sebenarnya enak-enak aja ya. Daripada yang kemarin di Blitar, lebih enak yang ini," ulas Maghfirotika.

Baca Juga: Nggravel Glenmore 2026 Digeber, 400 Cyclist Taklukkan Unbound-nya Indonesia

Baca Juga: Adrian Ingin Ulang Sukses Blitar di Nggravel Glenmore 2026, Kadek Penantang Serius

Namun, ada satu hal yang membuatnya kurang nyaman sepanjang balapan. Dia merasa salah mengatur tekanan ban. Akibatnya, tangan terasa sakit saat melewati bagian lintasan yang berbatu. "Apalagi di awal-awal kan batunya gede-gede banget," katanya.


Arfiana Khairunnisa (empat dari kiri) dan Ivo Ananda (tiga dari kanan) menjadi yang tercepat di Kategori Women Gravel 30 and Up. 

Cuaca juga ikut menjadi tantangan. Menurut cyclist 28 tahun itu, kondisinya sempat nyaman pada awal balapan. Namun, panas mulai terasa menjelang akhir. Masalah pada tangannya membuat Maghfirotika tidak bisa mengikuti Crismonita sejak awal.

Keduanya sempat bersaing di kilometer-kilometer awal. Namun, Maghfirotika akhirnya memilih melepas Crismonita. "Ya sudah, nggak apa-apa, duluan aja. Aku mau menikmati aja," katanya, lantas tertawa.

Jawara Women Elite KAI Ngebel KOM 2026 itu mulai tertinggal sekitar kilometer 5 atau 6. Setelah itu, Maghfirotika memilih menjaga ritme hingga finis.

Menurutnya, bagian paling sulit berada di awal rute. Batu-batu besar membuat sepeda sulit dikendalikan. Sebaliknya, bagian berpasir terasa lebih nyaman. "Enak sih di tengah-tengah banyak bagian berpasir sampai ke akhir," lanjut dia.

Baca Juga: Kalah di Blitar, Ethan Siap Patahkan Dominasi Kibar di Nggravel Glenmore 2026

Baca Juga: Backpacker Belanda Gowes Jakarta-Bali, Berujung Ikut Nggravel Glenmore

Karena gagal ginis pertama, Maghfirotika mengaku belum sepenuhnya puas dengan hasil tersebut. Namun, dia memilih tetap menikmati balapan. Dia berharap bisa mempersiapkan diri lebih baik untuk event gravel berikutnya. Utamanyaa dari setting sepeda dan perlengkapan yang dibawa. "Karena sayang kalau persiapan nggak kondusif," ujarnya.

Di sisi lain, Arfiana Khairunnisa puas bisa meraih podium tertinggi kategori Gravel Women 30 and Up. Berbeda dengan Crismonita, Arfiana justru menjalani race dengan lebih lancar. Fian, begitu dia biasa disapa, memang memulai balapan dengan tenang. Juga tidak memasang target khusus untuk menjadi juara. Targetnya hanya menyelesaikan lomba dengan kondisi baik.

Sepedanya juga tidak mengalami kendala. Arfiana lebih fokus menjaga asupan dan kebutuhan cairan. Terlebih, cuaca di Glenmore cukup panas siang itu. "Aku asupan gel sama wafer yang aku bawa aku makan untuk menjaga tenaga. Biar nggak kecapekan," ujarnya.

Cyclist berusia 40 tahun itu menilai rute Nggravel Glenmore memiliki karakter gravel yang kuat. Salah satu bagian yang berkesan baginya berada setelah checkpoint pertama. Di sana, peserta bisa melaju dengan kecepatan tinggi.

Namun, tidak semua bagian mudah dilalui. Turunan dengan batu-batu lepas dan pasir menjadi salah satu bagian paling menantang baginya.

Meski tidak menargetkan kemenangan, Arfiana akhirnya berdiri di podium tertinggi. Setelah ini, atlet asal Jakarta itu bersiap menghadapi tantangan berikutnya. Salah satunya adalah Gravel World Championship di Australia. (Mainsepeda)


COMMENTS