Baru Dua Hari Latihan, Angga Dwi Wahyu Juara MTB Nggravel Glenmore 2026

HASIL tak kalah mengejutkan Nggravel Glenmore 2026 juga terjadi di kelas MTB Men 34 and Under. Dalam ajang yang digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026 itu, Angga Dwi Wahyu Prahesta berhasil meraih podium tertinggi di kategori usia tersebut.

Padahal, Angga sudah lama vakum dari sepeda MTB. Ia kali terakhir menggunakan sepeda MTB pada 2019. Tujuh tahun lalu. 

Selama ini, cyclist dari tim Dr.JX Malang itu lebih banyak menggunakan sepeda road bike untuk latihan sehari-hari. Bahkan, sebelum mengikuti Nggravel Glenmore 2026, ia baru dua hari kembali berlatih dengan MTB.

Angga tak menyangka keputusan memakai sepeda MTB ternyata berbuah manis. Ya, Angga justru menjadi yang tercepat dan berdiri sebagai juara. Posisi kedua ditempati I Kadek Dwi Artaguna dan Arkana Galih Hafiz di posisi ketiga.

"Dulu memang dari awalnya, waktu junior tuh, saya anak MTB. Terus waktu main elite pindah ke road bike," ungkap Angga. "Sekarang pengin main MTB lagi. Pengin nyoba lagi," kata cyclist 25 tahun tersebut.

Baca Juga: Kejutan Besar, Bart Vreugdenhil Finis Terdepan di Nggravel Glenmore 2025

Baca Juga: Nggravel Glenmore 2026 Digeber, 400 Cyclist Taklukkan Unbound-nya Indonesia

Nggravel Glenmore 2026 menjadi kesempatan pertama Angga kembali balapan gravel dengan MTB setelah lama vakum. Ia langsung ikut kategori Race dengan rute sepanjang 100 kilometer.

Angga mengakui rute Nggravel Glenmore 2026 tidak mudah. Banyak bagian berbatu. Anginnya kencang. Beberapa tikungan membutuhkan kemampuan teknis dan konsentrasi tinggi. Angga pun harus ekstra fokus, terutama saat melewati turunan. Maklum, sudah lama ia tidak mengendarai MTB. "Skill saya agak berkurang pakai MTB. Pas-pasan," ujarnya.

Sejak start, Angga memilih mengikuti pembalap yang lebih terbiasa dengan MTB. Ada Kadek, Adrian Kurniawan, dan beberapa pembalap kawakan lainnya. Strategi itu membantunya membaca karakter lintasan. Ia tidak buru-buru memaksakan diri.

Persaingan kemudian mengerucut. Hanya sekitar lima pembalap yang bertahan di rombongan hingga mendekati finis. "Kadek salah satu pesaing terdekat saya. Kami berdua adu sprint dan berlanjut sampai sprint terakhir," ujarnya.

Menurutnya, rute Nggravel Glenmore ini sangat menantang. Kondisi fisik terkuras habis. Utamanya saat berada di 15 kilometer terakhir menuju finis. Semua rider mengaku mengalami kram. Angga juga merasakan hal yang sama.

Persaingan semakin berat ketika peloton MTB  disusul Yusuf Kibar dari kelompok gravel. Kehadiran Kibar membuat tempo rombongan ikut meningkat.  "Mas Kibar masuk, kita ikutin speed-nya. Jadi sebelum itu, di last 15 kilometer sudah sama-sama kram semua," cerita Angga.

Baca Juga: Adrian Ingin Ulang Sukses Blitar di Nggravel Glenmore 2026, Kadek Penantang Serius

Baca Juga: Kalah di Blitar, Ethan Siap Patahkan Dominasi Kibar di Nggravel Glenmore 2026 

Angga akhirnya mampu bertahan hingga garis finis. Ia mengungguli Kadek dan Galih dalam persaingan terakhir. Bagi Angga, kemenangan itu menjadi hasil yang tidak pernah disangka. "Dua hari sebelumnya saya baru berlatih pakai MTB. Nggak nyangka langsung podium," katanya.

Sementara itu, I Kadek Dwi Artaguna juga menghadapi tantangan sejak awal balapan. Pembalap asal Bali itu sempat mengalami masalah saat start. Ponselnya terjatuh ketika hendak memasang aplikasi Ride with GPS. "Jadinya balik lagi ke tempat start, lalu langsung mengejar rombongan depan," kata Kadek.

Setelah itu, Kadek perlahan kembali ke barisan depan. Ia mampu bertahan di lima besar hingga mendekati finis. Menurutnya, persaingan terberat terjadi saat memasuki 20 kilometer terakhir. Tanjakan panjang membuat banyak pembalap mulai mengalami kram.

Setelah tanjakan, kecepatan kembali meningkat. Para pembalap melaju kencang di turunan aspal hingga mendekati finis. "Jadi saya dan cyclist lain memaksakan diri agas bisa sampai finis meski kram. Biar bisa dapat podium," kata Kadek.

Kadek akhirnya finis di posisi kedua. Catatan waktunya hanya terpaut tipis dari Angga Dwi Wahyu Prahesta yang menjadi juara. Cyclist berusia 19 tahun itu bersyukur bisa podium di ajang debutnya di lintasan gravel. Meskipun, ia kurang puas juga.

Baca Juga: Backpacker Belanda Gowes Jakarta-Bali, Berujung Ikut Nggravel Glenmore

Baca Juga: 3 Bestie Pencinta Gravel Ingin Nikmati Unbound-nya Indonesia Sambil Ngonten

"Dibilang puas tapi juga enggak puas karena dapat nomor dua. Targetnya ya juara satu. Tapi hasil latihan tetap nggak sia-sia," ujarnya.

Sementara itu, Arkana Galih Hafiz, pesepeda asal Muncar, Banyuwangi, bangga bisa mengamankan posisi ketiga kategori MTB Men Under 34 pada Nggravel Glenmore 2026.

Meski berstatus tuan rumah, Galih mengaku baru pertama kali ikut race 100 kilometer di Glenmore. Karena itu, hasil itu terasa spesial baginya. Apalagi, itu adalah pengalaman pertamanya balapan MTB. Pakai sepeda pinjaman dari teman, pula!

Menurut Galih, salah satu bagian paling menantang berada di kawasan di dekat checkpoint 2, Beji Antaboga. Katanya, turunan di area tersebut dipenuhi bebatuan berukuran besar. Kondisi itu membuat sepeda sulit melaju. "Waktu hampir finis, tenaga sudah lumayan terkuras, kaki sudah kosong. Terus tanjakannya tinggi dan batunya gede-gede banget," katanya.

Sebelum ikut race, Galih sebenarnya sempat menjajal sebagian rute Nggravel Glenmore untuk latihan. Namun, ia hanya mencoba lintasan dari kilometer 50 hingga 70. Ia belum tahu kondisi rute di kilometer 80 hingga kilometer 100. "Setelah ikut race, ternyata rutenya cukup berat. Fisik terkuras banget," ujarnya.

Meski begitu, Galih bersyukur mampu memenuhi targetnya. Podium ketiga memang menjadi hasil yang ia incar di Nggravel Glenmore 2026. "Alhamdulillah sudah sesuai (target podium). Nggak muluk-muluk juga sih sebenarnya,” katanya. (Mainsepeda)


COMMENTS