Demi Vollering akhirnya meraih gelar juara dunia yang selama ini diburunya. Pembalap Belanda itu memenangkan nomor road race putri dalam Kejuaraan Dunia Balap Sepeda 2026 di Montréal, Kanada.
Vollering dan Kasia Niewiadoma (Polandia) terlibat duel sengit hingga penghujung lomba. Keduanya meninggalkan pesaing lain dan bersaing langsung untuk memperebutkan jersey pelangi sebagai simbol juara dunia.
Kemenangan itu terasa semakin istimewa bagi Vollering karena gelar juara dunia merupakan salah satu pencapaian yang sebelumnya belum masuk dalam daftar prestasinya.
Pada 2023, dia hanya mampu finis sebagai runner-up road race. Vollering juga sebelumnya mengoleksi medali perak dan perunggu dari nomor time trial.
"Saya rasa sampai sekarang masih tidak percaya. Saya bekerja sangat keras untuk mencapai tujuan ini," kata Vollering usai lomba.
Perjalanan menuju kemenangan juga tidak mudah. Vollering lebih dulu melancarkan serangan di Côte de Camillien Houde ketika jarak menuju finis masih kurang dari 40 kilometer.
Dia sempat melaju sendirian dan terlihat berpeluang mempertahankan keunggulan hingga garis finis.
Namun, Niewiadoma bersama Elisa Longo Borghini (Italia) mampu bekerja sama dan mengejar Vollering. Keduanya akhirnya berhasil menyusul pebalap Belanda itu pada lap terakhir kedua.
Vollering mengaku sempat merasa serangannya dilakukan terlalu dini. Bahkan, ketika Niewiadoma dan Longo Borghini berhasil mendekat, ia sempat khawatir keunggulannya akan berakhir.
"Ada begitu banyak momen ketika saya berpikir bahwa saya menyerang terlalu cepat. Saya tidak berani menoleh ke belakang karena merasa mereka sudah hampir berada di roda saya," ujarnya.
Memasuki putaran terakhir, Longo Borghini mencoba mengambil inisiatif dengan menyerang di tanjakan menuju garis finis.
Namun, serangan tersebut tidak bertahan lama. Vollering dan Niewiadoma kembali mengejarnya di Côte de Camillien Houde hingga akhirnya Longo Borghini tertinggal.
Niewiadoma kemudian mencoba menghindari sprint dengan melancarkan serangan di Avenue Pagnuelo, sekitar empat kilometer sebelum finis. Sempat memberikan tekanan, upaya tersebut belum cukup untuk melepaskan diri dari Vollering.
Vollering kemudian berada di posisi terdepan memasuki tikungan terakhir. Ia mampu mempertahankan tenaga hingga sprint akhir dan mengungguli Niewiadoma dalam beberapa ratus meter terakhir.
"Saya tidak berencana menyerahkan kemenangan itu lagi sejak saat tersebut. Itu milik saya," kata Vollering saat ditanya mengenai sprint terakhir.
Gelar tersebut sekaligus melengkapi perjalanan Vollering di Kejuaraan Dunia. Setelah sebelumnya meraih posisi kedua pada road race 2023 serta medali perak dan perunggu di nomor time trial, kini dia akhirnya membawa pulang jersey pelangi.
Vollering akan mengenakan jersey juara dunia tersebut selama 12 bulan ke depan sebagai penanda statusnya sebagai pemegang gelar dunia road race elite putri. (mainsepeda)