CYCLIST ultra nasional Zidan Attala Nouval Hidayat menyabet gelar juara kategori Solo Male dalam ajang balap sepeda jarak jauh Bentang Jawa 2026. Ia melahap jarak 1.500 km dari Pantai Carita Banten menuju Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, dalam waktu 3 hari, 9 jam, 43 menit.

Zidan memasuki garis finis pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 15.13 WIB. Disambut orang-orang terdekatnya, serta beberapa pendukung dari Banyuwangi. Sang kekasih langsung menyerahkan buket bunga berwarna kuning kepada Zidan.

Kemenangan itu mempertegas dominasi pesepeda asal Surabaya tersebut di kancah nasional. Sebelumnya pada awal tahun ini, Zidan juga sukses merebut podium pertama sekaligus mencetak rekor three-peat (tiga kemenangan beruntun) di ajang East Java Journey (EJJ) 2026. Berarti, tahun ini, ia mengawinkan gelar ultra cycling 1.500 km. 

"Tidak ada kendala, tidak ada ban kempes sama sekali," ujar Zidan setelah tiba di finis melalui tayang live media sosial. "Buat saya, rute tahun ini jauh lebih susah," ucapnya. Bahkan, ketika tiba di kawasan Parangtritis, Yogyakarta, ia harus menuntun sepedanya.

Baca Juga: Peserta Tertua dan Termuda Bentang Jawa 2026 Terpaksa DNF di Hari Kedua

Baca Juga: Bu Fey Terjun di Bentang Jawa 2026, Berbekal Pengalaman Paris dan Three Island Journey


Zidan Attala Nouval Hidayat disambut konfeti ketika memasuki titik finis di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi, pada Rabu, 19 Agustus 2026. 

Tapi Zidan juga mengakui bahwa ia lebih menikmati rute Bentang Jawa kali ini. "Lebih seru sih," tukasnya pendek, lantas tersenyum.

Keberhasilan Zidan menyentuh garis akhir di urutan terdepan Bentang Jawa 2026 sekaligus menuntaskan penantian panjangnya. Pada dua edisi sebelumnya, nasib kurang beruntung kerap menghampirinya.

Pada Bentang Jawa 2024, Zidan gagal memimpin akibat kendala ban di 100 km terakhir, hingga posisinya direbut oleh Yusuf Kibar. Ia harus puas menempati podium kedua dalam debutnya di Bentang Jawa tersebut.

Sementara itu, pada edisi 2025, pembalap tim GCC itu mengalami gangguan pencernaan yang menghambat asupan nutrisinya. Kendati tidak bertanding dalam kondisi fisik 100 persen saat itu, Zidan tetap mampu menuntaskan balapan di posisi keempat dengan catatan waktu 3 hari 17 jam 29 menit.

Baca Juga: Komunitas Jagoan Mama, Dari Nama Strava Kini Rutin Menjelajah Event Gowes

Baca Juga: 3 Hal tentang Nggravel Glenmore yang Harus Disiapkan Peserta

Pada edisi tahun ini, Zidan kembali menerapkan gaya khasnya: "mesin lambat panas". Ia sempat tertinggal cukup jauh dari rombongan depan karena memilih konsisten dengan ritme (pace) kayuhannya sendiri.


Zidan menerima karangan bunga dari kekasihnya di Banyuwangi pada pukul 15.13 WIB. Ia menuntaskan Bentang Jawa 2026 dalam waktu 3 hari 9 jam 43 menit.

Strategi tersebut terbukti ampuh. Saat para pesaingnya mulai kehabisan tenaga, Zidan perlahan menyalip di segmen tanjakan Cikotok dengan kecepatan stabil 10–15 km/jam. Memasuki kilometer ke-200, ia mengambil alih posisi terdepan dan terus mempertahankan keunggulannya hingga garis akhir.

Perjalanannya makin mulus setelah pesaing utamanya, Adrien Liechti, sempat mengalami kendala kesehatan. Ia baru mencapai KM 1.420 saat Zidan menyelesaikannya balapan.

Menanggapi persaingan melawan ultra cyclist asal Swiss itu, Zidan mengaku sudah mengukur kapasitas rivalnya. Status sebagai pesepeda lokal memberinya keunggulan dalam memahami medan. Khususnya titik krusial seperti Tanjakan Jemplang, di kawasan Bromo.

Baca Juga: Cari Sensasi, 2 Debutan Nggravel Glenmore 2026 Tak Sabar Taklukkan Rute

Baca Juga: Race Village KAI Ngebel KOM 2026 Disebut Salah Satu yang Terbaik 

"Saya main tarik ulur saja. Ia (Liechti) kan belum tahu karakter Tanjakan Jemplang," ungkap Zidan.

Bentang Jawa merupakan ajang balap sepeda mandiri (unsupported ultra-cycling race) yang melintasi sepanjang Pulau Jawa. Pada edisi 2026, para peserta menempuh rute sepanjang lebih dari 1.500 km dengan total elevasi pemanjatan (elevation gain) mencapai belasan ribu meter dari barat hingga ujung timur Jawa.

Rangkaian Bentang Jawa 2026 masih berlangsung hingga Sabtu, 22 Agustus mendatang, dengan batas waktu (Cut off Time) selama 156 jam hingga pukul 17.30 WIB. (Mainsepeda)

Populer

Zidan Attala Nouval Hidayat yang Pertama Capai "Cima Coppi" EJJ 2026
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Peserta Tertua dan Termuda Bentang Jawa 2026 Terpaksa DNF di Hari Kedua
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Bentang Jawa 2025: 181 Peserta, 47 DNF, Rekor 119 Finisher!
No. 1 Finis East Java Journey 2024 Kategori 1.500 Km, Zidan Juara Men 39 and Under
Race Around Java 2024: Citra Dewi Juara, Rekor Ultra Indonesia 3.000 Km dalam 10 Hari
Inilah yang Membuat Bentang Jawa 2024 Sangat Berkesan
EJJ 2026: Three-Peat! Zidan Raih Gelar ’Sarjana S3 Ultra'
Yusuf Berkibar di Bentang Jawa 2024 Finish dengan Waktu Tercepat