KOMUNITAS sepeda Freedom CC menggelar agenda tribute ride pada Minggu, 21 Juni 2026. Riding bareng itu untuk memberikan penghormatan terakhir kepada salah seorang anggota terbaiknya, Budi Wongsodirjo. Pria yang akrab disapa Bro Mbott tersebut berpulang dalam usia 47 tahun.

Lebih dari 100 cyclist dari berbagai lintas komunitas di Surabaya ambil bagian dalam gowes bersama tersebut. Tidak hanya dari Freedom CC. Perwakilan dari komunitas Vin Cycling Club, Rock It, hingga Loop juga tampak melebur di dalam peloton sebagai bentuk solidaritas.

Peloton memulai perjalanan tepat pukul 06.00 WIB dari titik start di Build a Bike, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya. Mengingat jumlah peserta yang mencapai ratusan, jalannya tribute ride  mendapatkan pengawalan dari tim medis National Hospital Surabaya.

Sosok Budi Wongsodirjo atau Bro Mbott.

Rute gowes kali ini mengambil jalur menuju kawasan Krian dengan total jarak tempuh sekitar 60 kilometer. Perjalanan tersebut berakhir di rumah duka Grand Heaven, Sidoarjo, tempat jenazah almarhum disemayamkan.

Baca Juga: Para Debutan Siap Terjun di Ngebel KOM 2026, View Menawan hingga Terpapar Video Teman

Baca Juga: Belum Puas di Bromo KOM, 3 Cyclist Bidik Penebusan di Ngebel KOM

"Ya, finish di rumah duka Grand Heaven untuk berfoto bersama, doa bersama dan memberi penghormatan terakhir untuk beliau," kata Ketua Freedom CC, Mahfud Tamwardi.

Bagi keluarga besar Freedom CC, mendiang Budi Wongsodirjo bukan sekadar rekan bersepeda. Ia adalah lem perekat di dalam komunitas. Mahfud mengenang almarhum sebagai figur yang sangat rendah hati, pekerja keras, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap kawan.

Di kalangan cyclist Surabaya, Bro Mbott, kerap dijuluki sebagai "Superman" karena memiliki ketahanan fisiknya yang luar biasa. Namun, kekuatan tersebut tidak pernah ia gunakan untuk ego pribadi atau sekadar mengejar pencapaian waktu individu (personal record). Ia justru selalu memilih berada di barisan belakang demi menjaga anggota peloton yang tercecer.

"Beliau adalah sosok yang selalu menemani member Freedom saat ride. Terutama saat rombongan ada yang tertinggal atau kewer," ungkap Louis Djiang, wakil ketua Freedom FC. "Ibaratnya, mbolang bersama, nyasar bersama, dan finish bersama," lanjutnya.

Baca Juga: Kelar Bromo KOM, Bunda Fey Langsung Tatap Bentang Jawa dan Ngebel KOM 2026

Baca Juga: Endurance 200 KM, dari Surabaya ke Telaga Ngebel

Momen gowes bareng Budi dan komunitas Freedom CC di Taiwan beberapa waktu lalu.

"Mbot adalah cyclist yg selalu jaga belakang peleton dan selalu telaten menemani dan kasih semangat yang ketinggalan," imbuh Angel, anggota Freedom CC. 

Kebersamaan terakhir yang paling berkesan bagi komunitas adalah ketika mereka terbang ke Taiwan beberapa waktu lalu. Di sana, almarhum sukses menyelesaikan agenda ride selama tiga hari penuh dengan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khasnya.

Kepergian Bro Mbott meninggalkan ruang kosong yang mendalam di hati para pesepeda Surabaya. Namun, nilai-nilai kesetiaan, ketulusan, dan semangat saling menjaga yang ia contohkan di jalanan akan selalu menjadi warisan yang hidup di setiap kayuhan pedal rekan-rekan yang ditinggalkannya. Selamat jalan, Bro Mbott. (Mainsepeda)

Populer

GTBikeV Bikin Anda Bersepeda di Game GTA
Taklukkan Tour of Flanders 2026, Pogacar Jaga Asa Misi Monument Slam
Bentang Jawa 2025: 175 Cyclist Bertolak dari Carita, 6 Peserta DNS
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025
Nggravel Blitar 2025: Panduan Rute dan Sepeda di Surga Off Road
Tour de Suisse 2026-Etape 4: Pogacar Kalahkan Van der Poel di ITT
Menjajal L-TWOO RX 12-Speed, seperti Apa Lawan Sensah?
Giro d'Italia 2026-Etape 3: Magnier Kalahkan Milan dalam Sprint di Sofia
Bagaimana Merakit Sepeda Weight Weenie alias Super Ringan
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan