Jonas Vingegaard semakin dekat dengan gelar juara Giro d'Italia 2026 setelah meraih kemenangan kelimanya pada etape ke-20, Sabtu (30/5). Penampilan dominan di tanjakan Piancavallo membuat rider Visma-Lease a Bike tersebut nyaris tak tersentuh dalam perebutan maglia rosa.

Vingegaard melancarkan serangan menentukan saat balapan menyisakan sekitar 11 kilometer menuju finis. Akselerasi kuatnya di pendakian terakhir langsung memecah kelompok favorit dan membuka jalan menuju kemenangan etape sekaligus memperlebar keunggulan di klasemen umum.

Tim Visma-Lease a Bike sejak awal menunjukkan ambisi besar untuk kembali memenangkan etape. Mereka mengambil alih kendali balapan dan memangkas jarak kelompok breakaway yang berisi tujuh pembalap pada pendakian pertama Piancavallo sepanjang 14,5 kilometer.

Setelah rekan-rekannya menyelesaikan tugas berat di depan, Vingegaard meluncurkan serangan yang tak mampu diikuti para rival. Pembalap berusia 29 tahun itu melintasi garis finis sendirian dan kini hanya perlu menyelesaikan etape penutup sejauh 131 kilometer di Roma untuk memastikan gelar juara Giro d'Italia pertamanya.

"Saya seorang pembalap sepeda. Saya suka menang dan ingin memenangkan sebanyak mungkin balapan. Hari ini kami memutuskan untuk kembali mengejar kemenangan etape," ujar Vingegaard seusai balapan.

BACA JUGA: Jamin Kelancaran Bromo KOM 2026, Ratusan Personel Kepolisian Siap Amankan Rute

Ia menegaskan bahwa etape pegunungan terakhir menjadi momen paling menentukan dalam perlombaan tahun ini.

"Hari ini adalah hari terakhir di pegunungan, jadi semuanya diputuskan di sini. Kami memutuskan untuk tampil habis-habisan dan seluruh tim bekerja luar biasa. Saya juga merasa sangat kuat. Bisa meraih lima kemenangan etape dan memiliki keunggulan yang aman menjelang hari terakhir adalah sesuatu yang sangat spesial," katanya.

Di belakang Vingegaard, persaingan memperebutkan podium akhir Giro d'Italia berlangsung ketat. Derek Gee-West dari Lidl-Trek, Jai Hindley dari Red Bull-Bora-Hansgrohe, dan Felix Gall dari Decathlon-CMA CGM finis bersama dengan selisih 1 menit 15 detik dari sang pemenang.

Gall berhasil merebut posisi kedua etape, sementara Hindley finis ketiga. Hasil tersebut sekaligus mengamankan posisi kedua dan ketiga mereka di klasemen umum menjelang etape terakhir.

Sementara itu, Thymen Arensman kembali kehilangan waktu berharga setelah tertinggal beberapa detik dari para pesaing langsungnya. Derek Gee-West juga gagal memperbaiki posisinya di klasemen keseluruhan meski tampil kompetitif hingga garis akhir.

Keberhasilan Lidl-Trek tetap terasa manis setelah Giulio Ciccone memastikan gelar raja tanjakan atau blue jersey. Di sisi lain, mantan pemegang maglia rosa, Afonso Eulalio dari Bahrain Victorious, sukses mengunci klasemen pembalap muda terbaik dan berhak mengenakan white jersey.

BACA JUGA: Usia Bukan Alasan, Peserta Kategori Men 60+ Ini Punya Menu Latihan Serius Menuju Bromo KOM 2026

Menariknya, Vingegaard mengungkapkan bahwa serangan jarak jauhnya sebenarnya bukan bagian dari strategi awal tim. Situasi balapan memaksanya melakukan improvisasi setelah beberapa rekan pendukung utama mengalami kesulitan mengikuti ritme tinggi di pendakian.

"Kami harus sedikit berimprovisasi. Sepp Kuss mengatakan bahwa hari ini bukan performa terbaiknya. Namun Bart Lemmen tampil luar biasa dengan menjaga tempo sangat tinggi sejak awal tanjakan," ungkap Vingegaard.

"Rencana awalnya adalah menyerang lebih dekat ke puncak. Namun kami harus mengubah strategi dan saya akhirnya menyerang lebih awal dari yang direncanakan," tambahnya.

Dengan satu etape datar tersisa di Roma, Vingegaard kini berada di ambang sejarah. Jika tidak terjadi insiden besar pada hari Minggu (31/5), pembalap Denmark tersebut akan menutup Giro d'Italia 2026 dengan gelar juara. (mainsepeda)

Populer

EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
Giro d’Italia 2026-Etape 20: Jonas Vingegaard di Ambang Juara Overall
Giro d’Italia 2026-Etape 19: Sepp Kuss Menang di Dolomites, Lengkapi Koleksi Grand Tour
Pogacar Cetak "Quattrick" di Liege-Bastogne-Liege, Mendekati Rekor Eddy Merckx
La Flèche Wallonne 2026: Remaja 19 Tahun yang Meruntuhkan Rekor Sembilan Dekade
Bora WTO 60 DB, Wheelset Anyar Campagnolo
Yes! Johnny Ray Sukses Tuntaskan Gowes 2.500 Km
Julian Alaphilippe Turun di Tour de la Provence
Tips Merakit Gravel Bike dengan Harga Terjangkau
Brompton P Line, Paling Ringan dengan Berat 9,65 Kg